May Day Bukan Wisata, Besok Perisai dan GMNI Aksi di Depan Gedung DPR

Dwi Bowo Raharjo | Novian Ardiansyah | Suara.com

Kamis, 30 April 2026 | 18:04 WIB
May Day Bukan Wisata, Besok Perisai dan GMNI Aksi di Depan Gedung DPR
Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis atau Perisai merencanakan aksi massa dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat, 1 Mei 2026. Aksi akan digelar di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta. (Suara.com/Novian)
  • Aliansi Perisai merencanakan aksi massa serentak di gedung DPR/MPR Jakarta dan berbagai wilayah pada 1 Mei 2026.
  • Gerakan ini melibatkan berbagai organisasi lintas sektoral untuk menuntut hak pekerja melalui aksi perlawanan yang progresif.
  • Perisai menolak peringatan Hari Buruh berbentuk pesta atau seremonial bersama pemerintah karena dianggap menyelewengkan sejarah perjuangan buruh.

Suara.com - Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis atau Perisai merencanakan aksi massa dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Jumat, 1 Mei 2026. Aksi akan digelar di depan gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta.

Saifullah Wathoni, selaku Juru Bicara Perisai sekaligus Sekretaris Jenderal Aliansi Gerakan Reforma Agraria, menyampaikan bahwa Perisai adalah aliansi yang terbentuk beberapa hari yang lalu yang terdiri dari berbagai macam organisasi lintas sektoral.

Tidak hanya serikat buruh, namun juga mencakup serikat tani, gerakan pemuda mahasiswa, gerakan driver ojek online, hingga erakan buruh migran yang tersebar di banyak daerah di Indonesia dan termasuk juga di luar negeri.

Wathoni mengatalan dalam menyikapi peringatan Hari Buruh Internasional, Perisai menyepakati untuk menggelar kampanye aksi massa yang akan terkoordinasi secara nasional dan diselenggarakan di berbagai kota di Indonesia, termasuk di beberapa titik di luar negeri oleh kawan-kawan buruh migran.

"Kenapa bentuk ini kami ambil? Karena kami memahami bahwa May Day atau Hari Buruh Internasional adalah hari untuk memperingati sejarah panjang perjuangan kelas pekerja di dunia, yaitu untuk menuntut 8 jam kerja yang hari ini dinikmati oleh seluruh kelas pekerja di dunia," kata Wathoni di Sekretariat GMNI Jakarta Selatan, Kamis (30/4/2026).

Wathoni menilai peringatan May Day harus dilakukan dengan cara lebih progresif dengan perlawanan.

Ia mengkritik peringatan Hari Buruh Internasional dengan cara berpesta.

"Sehingga menurut kami bahwa sangat konyol bagi kita kalau kemudian sejarah perjuangan itu kita selenggarakan, kita peringati hanya dengan pesta pora yang tidak bermakna, yang justru kami menilai bahwa itu bentuk dari penyelewengan dari perjuangan kelas buruh itu sendiri," kata Wathoni.

Ia juga menyoroti peringatan May Day bila dilaksanakan bersama secara satu panggung dengan rezim.

Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) saat gelar aksi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. (Suara.com/Faqih)
Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) saat gelar aksi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta. (Suara.com/Faqih)

"Sangat naif bagi kita kalau kemudian memperingati peristiwa, perjuangan yang sangat bersejarah, kita justru memilih untuk kemudian apa namanya beraliansi, berduduk di panggung yang sama dengan rezim yang menindas kita," kata dia

Sebaliknya, Perisai mengajak seluruh gerakan rakyat untuk tegak berdiri sebagai gerakan rakyat, sebagai gerakan yang kemudian mewakili aspirasi rakyat yang menunjukkan karakter perlawanan dan perjuangannya.

Senada, pimpinan GMNI DKI Jakarta, Deodatus Sunda Se, menyoroti peringatan May Day di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menilai peringatan Hari Buruh Internasional terkesan seperti rekreasi.

"Memang mungkin sudah dua (kali) semenjak Prabowo memimpin ya, jadi Presiden, sudah dua kali May Day yang dilakukan kayak wisata. Dua kali May Day yang dilakukan wisata," kata Deodatus.

Deodatus menegaskan bahwa May Day bukan sekadar wisata ataupun seremonial belaka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:45 WIB

Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban

Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:06 WIB

Jelang Hari Buruh, Ketimpangan Upah dan Rentannya Pekerja Informal Disorot

Jelang Hari Buruh, Ketimpangan Upah dan Rentannya Pekerja Informal Disorot

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:34 WIB

1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas

1.793 Personel Dikerahkan Amankan May Day 2026, 200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas

News | Kamis, 30 April 2026 | 16:04 WIB

Terkini

Truk Tronton Rem Blong, Hantam Separator Transjakarta di Slipi

Truk Tronton Rem Blong, Hantam Separator Transjakarta di Slipi

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:02 WIB

Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Peringati 40 Hari Kasus Andrie Yunus, Massa Desak Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

News | Kamis, 30 April 2026 | 18:00 WIB

Blokade AS Tak Gentarkan Iran, Mohsen Rezaei: Upaya Itu Pasti Gagal!

Blokade AS Tak Gentarkan Iran, Mohsen Rezaei: Upaya Itu Pasti Gagal!

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:58 WIB

Cegah Warga Terobos Rel, Korlantas Siapkan ETLE dan Personel untuk Awasi Perlintasan Kereta Rawan

Cegah Warga Terobos Rel, Korlantas Siapkan ETLE dan Personel untuk Awasi Perlintasan Kereta Rawan

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:53 WIB

LRT Jakarta Fase 1B Masuk Tahap Uji Coba, Jalur Velodrome-Pasar Pramuka Mulai Dites

LRT Jakarta Fase 1B Masuk Tahap Uji Coba, Jalur Velodrome-Pasar Pramuka Mulai Dites

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:52 WIB

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

33 Tahun Pembunuhan Marsinah, Dian Septi Soroti Pola Militerisme dan Penjinakan Gerakan Buruh

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:45 WIB

Korupsinya Pengaruhi Kualitas Pendidikan, Jadi Alasan Eks Direktur SD Divonis 4 Tahun Penjara

Korupsinya Pengaruhi Kualitas Pendidikan, Jadi Alasan Eks Direktur SD Divonis 4 Tahun Penjara

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:38 WIB

Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih

Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:31 WIB

Update Kebakaran Apartemen Mediterania: Pemadaman Tuntas, Tim Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

Update Kebakaran Apartemen Mediterania: Pemadaman Tuntas, Tim Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:22 WIB

Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban

Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:06 WIB