-
IRGC mengancam akan menghancurkan kapal perang AS jika infrastruktur Iran diserang militer Amerika.
-
Donald Trump sedang mengkaji opsi serangan kilat dan blokade laut di Selat Hormuz.
-
Ketegangan meningkat akibat kegagalan negosiasi dan dampak krisis energi global yang kian parah.
Suara.com - Teheran bersiap meluncurkan serangan balasan besar-besaran untuk menenggelamkan armada tempur Amerika Serikat jika agresi militer benar-benar terjadi.
Komandan Pasukan Dirgantara IRGC memberikan peringatan keras ini sebagai respon atas rencana serangan mendadak Pentagon ke wilayah mereka.
Dikutip dari Tasnimnews, langkah ini diambil setelah muncul laporan bahwa Donald Trump sedang mengkaji opsi serangan kilat untuk melumpuhkan aset strategis Iran.
![Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/22/85690-asap-membubung-di-teheran-iran-duga-dari-serangan-rudal-israel-dan-amerika-serikat.jpg)
Eskalasi ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan maritim di kawasan Teluk yang saat ini sedang membara.
Ancaman ini bukan sekadar gertakan mengingat sejarah serangan presisi Iran terhadap pangkalan militer Amerika sebelumnya.
Brigadir Jenderal Seyed Majid Mousavi secara terbuka memperingatkan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) terkait rencana serangan infrastruktur tersebut.

"Anda telah melihat nasib pangkalan Anda di kawasan; Anda juga akan melihat nasib kapal perang Anda," tulis Jenderal Mousavi dalam sebuah unggahan.
Pernyataan ini muncul saat Laksamana Brad Cooper dari CENTCOM dilaporkan memberikan pengarahan militer khusus kepada Donald Trump.
Trump disebut sedang mempertimbangkan serangan skala besar guna memecah kebuntuan negosiasi atau memberikan pukulan terakhir sebelum mengakhiri perang.
Rencana CENTCOM tersebut mencakup rangkaian serangan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang menyasar fasilitas vital nasional.
Selain serangan udara, muncul usulan provokatif untuk merebut kendali sebagian wilayah Selat Hormuz demi kepentingan pengiriman komersial.
Operasi darat tersebut bahkan melibatkan wacana pengiriman pasukan khusus untuk mengamankan cadangan uranium yang diperkaya milik Teheran.
Trump sendiri menyatakan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan Iran mungkin lebih efektif dibandingkan sekadar melakukan pengeboman udara.
Merespon hal itu, Jenderal Mousavi menegaskan bahwa durasi serangan musuh tidak akan mengurangi daya ledak balasan dari pihak Iran.
"Dengan serangan yang menyakitkan, berkepanjangan, dan menjangkau jauh, kami akan menanggapi operasi musuh—meskipun operasi itu cepat dan singkat—dengan izin Tuhan," tegas Mousavi.
Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan serangan balasan selama 41 hari terhadap aset militer Amerika Serikat dan Israel.
Aksi tersebut merupakan respon atas serangan teroris yang menargetkan pejabat tinggi serta infrastruktur sipil dan militer Iran.
Kegagalan diplomasi di Islamabad setelah gencatan senjata sepihak membuat Amerika Serikat memilih jalur tekanan ekonomi melalui blokade.
Namun, kebijakan blokade pelabuhan Iran oleh Trump justru memicu lonjakan harga energi yang mencekik ekonomi Amerika dan Eropa.
Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa kesabaran Teheran terhadap tindakan pembajakan laut oleh Amerika kini sudah berada di batas akhir.
"Kelanjutan pembajakan dan perompakan maritim Amerika dalam bentuk apa yang disebut 'blokade laut' akan segera disambut dengan tindakan praktis dan belum pernah terjadi sebelumnya," ujar sumber keamanan tinggi Iran.
Ketegangan ini berakar dari sengketa nuklir yang berkepanjangan dan persaingan pengaruh geopolitik di kawasan Timur Tengah antara Teheran dan Washington.
Blokade laut yang diterapkan Amerika Serikat saat ini dianggap sebagai tindakan ilegal yang memicu krisis energi global secara masif.
Iran sebelumnya telah membuktikan kemampuan rudal mereka saat menghantam pangkalan Ain al-Asad sebagai bukti kekuatan militer mereka.
Kini dunia menunggu apakah diplomasi masih memiliki ruang atau kawasan tersebut akan jatuh ke dalam lubang peperangan terbuka.