IRGC Hancurkan Kapal Perang Amerika Jika Donald Trump Nekat Serang Infrastruktur Vital Iran

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 01 Mei 2026 | 08:23 WIB
IRGC Hancurkan Kapal Perang Amerika Jika Donald Trump Nekat Serang Infrastruktur Vital Iran
Kapal induk Amerika Serikat (PBS)
  • IRGC mengancam akan menghancurkan kapal perang AS jika infrastruktur Iran diserang militer Amerika.

  • Donald Trump sedang mengkaji opsi serangan kilat dan blokade laut di Selat Hormuz.

  • Ketegangan meningkat akibat kegagalan negosiasi dan dampak krisis energi global yang kian parah.

Suara.com - Teheran bersiap meluncurkan serangan balasan besar-besaran untuk menenggelamkan armada tempur Amerika Serikat jika agresi militer benar-benar terjadi.

Komandan Pasukan Dirgantara IRGC memberikan peringatan keras ini sebagai respon atas rencana serangan mendadak Pentagon ke wilayah mereka.

Dikutip dari Tasnimnews, langkah ini diambil setelah muncul laporan bahwa Donald Trump sedang mengkaji opsi serangan kilat untuk melumpuhkan aset strategis Iran.

Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]
Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]

Eskalasi ini diprediksi akan mengubah peta kekuatan maritim di kawasan Teluk yang saat ini sedang membara.

Ancaman ini bukan sekadar gertakan mengingat sejarah serangan presisi Iran terhadap pangkalan militer Amerika sebelumnya.

Brigadir Jenderal Seyed Majid Mousavi secara terbuka memperingatkan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) terkait rencana serangan infrastruktur tersebut.

Iran waspada serangan AS dan siap membalas penyitaan kapal kargo di Teluk Oman segera. (GEMINI AI)
Iran waspada serangan AS dan siap membalas penyitaan kapal kargo di Teluk Oman segera. (GEMINI AI)

"Anda telah melihat nasib pangkalan Anda di kawasan; Anda juga akan melihat nasib kapal perang Anda," tulis Jenderal Mousavi dalam sebuah unggahan.

Pernyataan ini muncul saat Laksamana Brad Cooper dari CENTCOM dilaporkan memberikan pengarahan militer khusus kepada Donald Trump.

Trump disebut sedang mempertimbangkan serangan skala besar guna memecah kebuntuan negosiasi atau memberikan pukulan terakhir sebelum mengakhiri perang.

Rencana CENTCOM tersebut mencakup rangkaian serangan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang menyasar fasilitas vital nasional.

Selain serangan udara, muncul usulan provokatif untuk merebut kendali sebagian wilayah Selat Hormuz demi kepentingan pengiriman komersial.

Operasi darat tersebut bahkan melibatkan wacana pengiriman pasukan khusus untuk mengamankan cadangan uranium yang diperkaya milik Teheran.

Trump sendiri menyatakan bahwa blokade laut terhadap pelabuhan Iran mungkin lebih efektif dibandingkan sekadar melakukan pengeboman udara.

Merespon hal itu, Jenderal Mousavi menegaskan bahwa durasi serangan musuh tidak akan mengurangi daya ledak balasan dari pihak Iran.

"Dengan serangan yang menyakitkan, berkepanjangan, dan menjangkau jauh, kami akan menanggapi operasi musuh—meskipun operasi itu cepat dan singkat—dengan izin Tuhan," tegas Mousavi.

Sebelumnya, Angkatan Bersenjata Iran telah melakukan serangan balasan selama 41 hari terhadap aset militer Amerika Serikat dan Israel.

Aksi tersebut merupakan respon atas serangan teroris yang menargetkan pejabat tinggi serta infrastruktur sipil dan militer Iran.

Kegagalan diplomasi di Islamabad setelah gencatan senjata sepihak membuat Amerika Serikat memilih jalur tekanan ekonomi melalui blokade.

Namun, kebijakan blokade pelabuhan Iran oleh Trump justru memicu lonjakan harga energi yang mencekik ekonomi Amerika dan Eropa.

Markas Besar Khatam al-Anbiya menyatakan bahwa kesabaran Teheran terhadap tindakan pembajakan laut oleh Amerika kini sudah berada di batas akhir.

"Kelanjutan pembajakan dan perompakan maritim Amerika dalam bentuk apa yang disebut 'blokade laut' akan segera disambut dengan tindakan praktis dan belum pernah terjadi sebelumnya," ujar sumber keamanan tinggi Iran.

Ketegangan ini berakar dari sengketa nuklir yang berkepanjangan dan persaingan pengaruh geopolitik di kawasan Timur Tengah antara Teheran dan Washington.

Blokade laut yang diterapkan Amerika Serikat saat ini dianggap sebagai tindakan ilegal yang memicu krisis energi global secara masif.

Iran sebelumnya telah membuktikan kemampuan rudal mereka saat menghantam pangkalan Ain al-Asad sebagai bukti kekuatan militer mereka.

Kini dunia menunggu apakah diplomasi masih memiliki ruang atau kawasan tersebut akan jatuh ke dalam lubang peperangan terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mojtaba Khamenei Bersumpah Pertahankan Nuklir Iran

Mojtaba Khamenei Bersumpah Pertahankan Nuklir Iran

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 06:52 WIB

Mojtaba Khamenei Muncul, Deklarasikan Kemenangan Atas AS Serta Penguasaan Penuh Jalur Selat Hormuz

Mojtaba Khamenei Muncul, Deklarasikan Kemenangan Atas AS Serta Penguasaan Penuh Jalur Selat Hormuz

News | Jum'at, 01 Mei 2026 | 06:33 WIB

Blokade AS Tak Gentarkan Iran, Mohsen Rezaei: Upaya Itu Pasti Gagal!

Blokade AS Tak Gentarkan Iran, Mohsen Rezaei: Upaya Itu Pasti Gagal!

News | Kamis, 30 April 2026 | 17:58 WIB

Terkini

Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa! Menteri Nusron dan Sudaryono Dievakuasi Mobil Patroli

Diskusi di UGM Digeruduk Mahasiswa! Menteri Nusron dan Sudaryono Dievakuasi Mobil Patroli

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:39 WIB

Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba

Dua Kali Sehari! Modus Obat Batuk dan Kunciran Rambut Dipakai Selundupkan Narkoba ke Rutan Salemba

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:05 WIB

Your Jewelry, your story! Temukan Inspirasi Stacking Jewelry ala Shopee

Your Jewelry, your story! Temukan Inspirasi Stacking Jewelry ala Shopee

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB

'Suara Indonesia Penting!' Presiden Palestina Telepon Prabowo, Minta RI Terus Kawal Gaza

'Suara Indonesia Penting!' Presiden Palestina Telepon Prabowo, Minta RI Terus Kawal Gaza

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:32 WIB

China Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Dukung Pembukaan Kembali Selat Hormuz

China Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Dukung Pembukaan Kembali Selat Hormuz

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:24 WIB

Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Dialog di UGM, Sebut Keluar karena Alasan Keamanan

Wamentan Sudaryono Bantah Kabur saat Dialog di UGM, Sebut Keluar karena Alasan Keamanan

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 06:57 WIB

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 23:15 WIB

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

Nanik S Deyang Tunjuk Agustina Arumsari sebagai Juru Bicara BGN

News | Senin, 15 Juni 2026 | 22:14 WIB

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

Peran BGN Terlalu Luas, Komnas HAM Desak Revisi Perpres MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:55 WIB

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

Polisi hingga DPR Kelola SPPG, Guru Ngeluh Kesulitan Mengadu soal MBG

News | Senin, 15 Juni 2026 | 21:37 WIB