-
Mojtaba Khamenei bersumpah melindungi senjata nuklir Iran dari tekanan militer serta diplomatik Amerika Serikat.
-
Harga minyak dunia melonjak hingga 126 dolar AS akibat blokade kapal tanker di Teluk.
-
Donald Trump berupaya memperketat sanksi global untuk mengamankan jalur perdagangan energi di Selat Hormuz.
Suara.com - Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan kedaulatan nuklir dan rudal negaranya tetap menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
Langkah ini diambil guna merespons blokade militer yang dilakukan Amerika Serikat di jalur perdagangan energi internasional.
Teheran mengirimkan pesan keras bahwa kehadiran armada tempur Washington hanya akan berakhir di dasar perairan Teluk Persia.

Perseteruan ini menandai babak baru geopolitik di kawasan Timur Tengah yang kini berada dalam eskalasi paling mengkhawatirkan.
Eksistensi Mojtaba Khamenei sendiri masih menjadi misteri karena ia belum muncul di depan publik sejak menjabat.
Khamenei memastikan stabilitas kekuatan pertahanan negara tidak akan goyah meski tekanan diplomatik terus mengalir deras.
Pernyataan tersebut dibacakan melalui saluran televisi resmi pemerintah guna mengobarkan semangat perlawanan rakyat Iran.

"Satu-satunya tempat Amerika di Teluk Persia adalah di dasar perairannya dan babak baru sedang ditulis dalam sejarah kawasan tersebut," tegasnya dalam pesan tertulis dalam Tasnimnews, Jumat (1/5/2026).
Sikap konfrontatif ini muncul setelah tewasnya pemimpin terdahulu akibat operasi udara gabungan yang dilakukan pihak musuh.
Kondisi keamanan regional saat ini sangat bergantung pada kemampuan Iran dalam mempertahankan aset strategis militer mereka.
Blokade Angkatan Laut Amerika Serikat terhadap kapal tanker kini mulai melumpuhkan sektor minyak yang menjadi jantung ekonomi Iran.
Dampaknya sangat terasa pada gejolak pasar energi dunia yang mengalami ketidakpastian pasokan secara signifikan.
Harga minyak mentah jenis Brent meroket tajam hingga menembus angka 126 dolar AS per barel di pasar perdagangan.
Krisis pasokan energi ini memberikan tekanan besar bagi ekonomi global yang sedang berusaha mencari stabilitas.
Angkatan bersenjata Washington terus memperketat pengawasan di sekitar pelabuhan utama untuk menghentikan distribusi minyak Iran.