Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 01 Mei 2026 | 10:34 WIB
Inggris Naikkan Level Bahaya Terorisme Usai Penusukan Orang Yahudi di Golders Green
Sinyal bahaya tinggi kini menyelimuti Inggris setelah pemerintah secara resmi menaikkan level ancaman terorisme nasional dari "Substantial" menjadi "Severe". (BBC)
  • Level teror Inggris naik ke posisi Severe karena potensi serangan sangat mungkin terjadi.

  • Serangan di Golders Green menjadi pemicu utama pengetatan keamanan nasional secara masif.

  • Pemerintah menambah anggaran keamanan guna melindungi komunitas yang menjadi sasaran terorisme.

Suara.com - Sinyal bahaya tinggi kini menyelimuti Inggris setelah pemerintah secara resmi menaikkan level ancaman terorisme nasional dari "Substantial" menjadi "Severe".

Langkah ini diambil sebagai respons atas penilaian intelijen bahwa serangan teror dianggap sangat mungkin terjadi dalam kurun enam bulan ke depan.

Keputusan tersebut dipicu oleh rentetan aksi kekerasan terbaru, termasuk insiden penusukan dua warga Yahudi di London Utara yang kini ditangani kepolisian sebagai aksi teroris.

Pemerintah Israel mengecam keras aksi penikaman dua warga Yahudi di Golders Green London utara.(Skynews)
Pemerintah Israel mengecam keras aksi penikaman dua warga Yahudi di Golders Green London utara.(Skynews)

Selain faktor serangan di Golders Green, otoritas keamanan mendeteksi adanya tren peningkatan ancaman yang lebih luas dari kelompok ekstremis Islam dan sayap kanan.

Pemerintah menegaskan bahwa perubahan status ini merupakan langkah preventif guna menghadapi ketidakpastian situasi keamanan di wilayah domestik Britania Raya.

Dikutip dari BBC, Menteri Dalam Negeri Shabana Mahmood mengakui bahwa situasi ini menciptakan kekhawatiran besar bagi publik, khususnya masyarakat Yahudi yang terus menjadi sasaran.

Mahmood menyatakan, "Akan menjadi sumber kekhawatiran bagi banyak orang, terutama di kalangan komunitas Yahudi kita, yang telah menderita begitu banyak."

Kepolisian antiteror London menyelidiki motif penargetan komunitas Yahudi dalam serangan pisau di Golders Green. (Skynews)
Kepolisian antiteror London menyelidiki motif penargetan komunitas Yahudi dalam serangan pisau di Golders Green. (Skynews)

Kendati demikian, ia memastikan bahwa aparatur negara akan berupaya keras membasmi bibit kebencian yang menargetkan kelompok agama tertentu.

Ia menegaskan, "Pemerintah akan melakukan segala daya dalam kekuasaan kami untuk menyingkirkan masyarakat dari kejahatan antisemitisme."

Masyarakat juga diminta untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan dalam menjalankan rutinitas harian serta melaporkan hal mencurigakan.

Asisten Komisioner Laurence Taylor dari unit antiteror Kepolisian Met mengungkapkan bahwa Inggris telah menghadapi ancaman yang berkembang secara bertahap.

Ia mengamati adanya pergeseran pola serangan yang kini melibatkan berbagai jenis ideologi radikal di lapangan.

Taylor menjelaskan, "Beban kerja kami meningkat di sejumlah ideologi, dan di dalamnya, kami melihat ancaman yang meningkat terhadap individu dan institusi Yahudi serta Israel di Inggris."

Kepolisian saat ini juga mewaspadai keterlibatan aktor-aktor yang terafiliasi dengan kepentingan negara asing dalam memicu ketidakstabilan.

Ia menambahkan, "Kami juga bekerja melawan situasi global yang tidak terprediksi yang memiliki konsekuensi lebih dekat ke rumah, termasuk ancaman fisik oleh aktor yang terkait dengan negara."

Tersangka utama kasus Golders Green, Essa Suleiman, diketahui sempat masuk dalam pengawasan program antiteror "Prevent" pada tahun 2020.

Namun, rekam jejak menunjukkan bahwa kasusnya ditangguhkan pada tahun yang sama sebelum ia kembali melakukan aksi kekerasan pekan ini.

Kegagalan sistem pengawasan ini menjadi catatan serius bagi kepolisian dalam mengevaluasi efektivitas program deradikalisasi di Inggris.

Selain penusukan, tersangka juga diduga terlibat dalam insiden keamanan lainnya di wilayah London Tenggara pada hari sebelumnya.

Fakta ini memperkuat indikasi bahwa ancaman teror sering kali muncul dari individu yang sebelumnya sudah masuk dalam radar otoritas.

Perdana Menteri Sir Keir Starmer telah menjanjikan tambahan dana sebesar £25 juta untuk memperkuat pengamanan di sekolah dan rumah ibadah.

Langkah ini menyusul rentetan aksi vandalisme dan pembakaran ambulans milik lembaga amal Yahudi yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Wali Kota London, Sir Sadiq Khan, memastikan kehadiran personel kepolisian bersenjata akan lebih terlihat di titik-titik vital ibu kota.

Khan mengatakan, "Saya ingin meyakinkan semua warga London dan pengunjung bahwa kami melakukan segala kemungkinan untuk melindungi kota kami dan menjaga semua komunitas kami tetap aman."

Tindakan tegas juga akan diambil terhadap organisasi atau individu yang terbukti menyebarkan narasi kebencian dan radikalisme di tanah Inggris.

Kenaikan status menjadi Severe terakhir kali terjadi pada November 2021 setelah peristiwa bom di Rumah Sakit Wanita Liverpool dan pembunuhan anggota parlemen Sir David Amess.

Penetapan level ini dilakukan secara independen oleh Joint Terrorism Analysis Centre (JTAC) berdasarkan data intelijen terbaru mengenai pola serangan ekstremis kanan dan global yang menyasar komunitas rentan di Inggris.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sesumbar Mason Mount: Manchester United Siap Rajai Liga Inggris Musim Depan

Sesumbar Mason Mount: Manchester United Siap Rajai Liga Inggris Musim Depan

Bola | Jum'at, 01 Mei 2026 | 09:49 WIB

Mauricio Pochettino Sedih Melihat Tottenham Hotspur yang Sekarang

Mauricio Pochettino Sedih Melihat Tottenham Hotspur yang Sekarang

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 17:29 WIB

Degradasi dari Premier League, Burnley Resmi Berpisah dengan Pelatih Scott Parker

Degradasi dari Premier League, Burnley Resmi Berpisah dengan Pelatih Scott Parker

Bola | Kamis, 30 April 2026 | 17:26 WIB

Terkini

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

Jokowi Siap Safari Politik, Partai Besar Wajib Waspada Basis Suara Digoyang Demi PSI

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:04 WIB

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

Masih Diselidiki, Polisi Sebut Video Viral Prostitusi Anak Bukan di Lokasari

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:56 WIB

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

Mayjen Purn TB Hasanuddin: Berantas Begal Itu Bukan Tugas TNI Tapi Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:55 WIB

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

Misteri Tas Hitam di Pinang Ranti: Isinya Bikin Ibu-ibu Gemetar, Siapa Pemiliknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:44 WIB

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

Cara Turis Indonesia Dapat Fasilitas Bebas Visa Korea Selatan, Berlaku Sampai Desember 2026

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:42 WIB

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

Studi: Laju Dekarbonisasi Bangunan Global Belum Sejalan dengan Target Iklim, Apa Dampaknya?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:35 WIB

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

Pengelolaan Air Berkelanjutan Dinilai Mendesak di Tengah Tekanan Industri dan Iklim

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:19 WIB

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

Perjanjian Ibrahim Cara Trump Paksa Negara Arab 'Bermesraan' dengan Israel

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:14 WIB

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

Miris! Korban Luka Berat di Otak, Pelaku Anak di Singkawang Malah Pamer Respons Tanpa Empati

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB

Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi

Bukan karena Disembelih, 2 Kerbau Kurban di Kudus Tumbang Didor Polisi

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 15:13 WIB