- Awak misi Artemis II menjelaskan bahwa makanan terasa berbeda saat dikonsumsi di lingkungan tanpa gravitasi luar angkasa.
- Perubahan rasa terjadi karena kondisi gravitasi nol menghambat indra penciuman dalam mendeteksi aroma makanan secara optimal.
- Nutella tetap menjadi makanan dengan cita rasa paling stabil bagi para astronot saat berada di orbit.
Suara.com - Para astronot misi Artemis II mengungkap alasan mengapa rasa selai kacang cokelat dan akanan lain berubah saat dikonsumsi di luar angkasa.
Menurut para astronot, makanan di lingkungan tanpa gravitasi cenderung kehilangan sebagian cita rasanya.
Penjelasan itu muncul setelah toples Nutella sempat viral terlihat melayang di dalam wahana Orion selama siaran langsung misi NASA.
Banyak warganet penasaran apakah rasa cokelat hazelnut tersebut berbeda saat disantap di luar angkasa.
Dalam wawancara dengan CNN, awak Artemis II membenarkan bahwa makanan memang terasa berbeda di orbit.

Namun penyebabnya bukan perubahan pada lidah, melainkan pada indra penciuman.
Para astronot menjelaskan, kondisi gravitasi nol membuat aroma makanan lebih sulit tercium secara normal.
Karena sebagian besar persepsi rasa manusia bergantung pada penciuman, makanan pun terasa kurang kuat dibanding di Bumi.
“Tubuh tidak bisa merasakan intensitas penuh rasa jika aroma makanannya tidak tercium dengan baik,” jelas kru Orion.
Meski demikian, pilot misi Victor Glover menyebut Nutella termasuk salah satu makanan yang rasanya paling stabil antara di Bumi dan luar angkasa.
Rekannya, Jeremy Hansen, bahkan dijuluki kru lain sebagai orang Nutella karena kegemarannya terhadap camilan tersebut.