Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

Galih Prasetyo

Minggu, 03 Mei 2026 | 11:28 WIB
Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab
Ilustrasi senjata AS [Istimewa]
baca 10 detik
  • Pemerintahan Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata senilai 8,6 miliar dolar AS kepada sekutu Timur Tengah melalui status darurat.
  • Israel, Qatar, Kuwait, dan Uni Emirat Arab menerima suplai persenjataan untuk memulihkan stok yang habis akibat serangan Iran.
  • Besarnya alokasi senjata ke Timur Tengah memicu kekhawatiran terkait kesiapan stok militer AS dalam menghadapi potensi konflik dengan China.

Suara.com - Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata senilai 8,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp138 triliun kepada sejumlah sekutu di Timur Tengah di tengah perang AS-Israel melawan Iran.

Pemerintahan Presiden Donald Trump mempercepat proses transaksi dengan alasan keadaan darurat nasional, sehingga tidak melalui peninjauan awal Kongres.

Dilansir dari Aljazeera, Departemen Luar Negeri AS menyebut keputusan itu diambil demi kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat dan kebutuhan pengiriman senjata secara segera.

Langkah tersebut diumumkan setelah Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengaktifkan klausul darurat untuk mempercepat transfer persenjataan.

Israel menjadi salah satu penerima utama dengan paket senjata senilai 992 juta dolar AS, termasuk sistem Advanced Precision Kill Weapon System (APKWS).

Kebijakan baru akses udara militer AS di Indonesia berpotensi mengubah peta kekuatan maritim kawasan Asia. (Eurasiareview)
Kebijakan baru akses udara militer AS di Indonesia berpotensi mengubah peta kekuatan maritim kawasan Asia. (Eurasiareview)

Sistem ini memungkinkan roket biasa diubah menjadi amunisi berpemandu presisi tinggi.

Selain Israel, Qatar mendapat persetujuan pembelian APKWS dan pengisian ulang sistem pertahanan udara Patriot senilai hampir 5 miliar dolar AS.

Kuwait juga membeli sistem komando tempur senilai 2,5 miliar dolar AS untuk memperkuat radar dan deteksi pertahanan udaranya.

Uni Emirat Arab turut memperoleh izin membeli APKWS senilai 148 juta dolar AS.

baca juga

Paket ini menambah daftar panjang penjualan senjata Washington ke kawasan Teluk dalam beberapa bulan terakhir.

Lonjakan suplai senjata terjadi setelah Israel dan negara-negara Teluk menghadapi gelombang serangan rudal serta drone Iran sejak konflik pecah pada akhir Februari.

Serangan itu disebut telah menguras stok senjata buatan AS dan membebani sistem pertahanan udara sekutu-sekutu Washington.

Namun di sisi lain, meningkatnya penggunaan amunisi Amerika dalam konflik Iran memicu kekhawatiran soal kesiapan militer AS menghadapi potensi perang besar lain, terutama jika terjadi konflik dengan China terkait Taiwan.

Laporan terbaru Center for Strategic and International Studies (CSIS) menilai stok senjata AS cukup untuk perang melawan Iran, tetapi belum memadai untuk menghadapi lawan sekelas China.

“Persediaan sebelum perang saja sudah tidak cukup; level saat ini dapat membatasi operasi AS dalam konflik mendatang,” tulis laporan tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz

AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:55 WIB

Iran Tegaskan Dominasi di Selat Hormuz, Aturan Baru Teluk Persia Diumumkan

Iran Tegaskan Dominasi di Selat Hormuz, Aturan Baru Teluk Persia Diumumkan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:45 WIB

Sebut Angkatan Laut AS Bajak Laut, Trump: Ini Bisnis yang Sangat Menguntungkan

Sebut Angkatan Laut AS Bajak Laut, Trump: Ini Bisnis yang Sangat Menguntungkan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:36 WIB

AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?

AS Teken Kontrak Rahasia dengan 7 Raksasa AI, Era Perang Tanpa Manusia Dimulai?

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 08:12 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×