Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Minggu, 03 Mei 2026 | 12:15 WIB
Tepis Salah Paham Ekonomi Prabowo, Fahri Hamzah: SDA Harus Dikuasai Negara, Bukan Korporasi
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah
  • Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menjelaskan strategi ekonomi Presiden Prabowo berlandaskan Pasal 33 UUD 1945 untuk kemakmuran rakyat.
  • Negara mengelola sumber daya alam guna mendanai jaminan sosial komprehensif dan pengembangan SDM berkualitas melalui teknologi tinggi.
  • Pemerintah mengintegrasikan sistem bantuan sosial serta mendorong hilirisasi industri untuk memperkuat ekonomi kelas menengah dan memerangi korupsi.

Suara.com - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Fahri Hamzah, memberikan klarifikasi terkait persepsi publik terhadap kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto.

Ia menyebut banyak pihak yang salah memahami upaya negara dalam mengelola ekonomi, terutama terkait pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA).

Hal itu disampaikan Fahri dalam Kajian Pengembangan Wawasan Kebangsaan bertema ‘Negara dan Hari Buruh’ pada Jumat (1/5/2026) malam.

Fahri mengatakan, bahwa strategi ekonomi Presiden Prabowo berakar pada keinginan para pendiri bangsa dan amanat konstitusi.

“Sesuai Pasal 33 UUD, kita jangan lupa bahwa sumber daya alam itu, tidaklah sebesar-besarnya untuk kemakmuran pribadi, tetapi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Dan ini yang sering diingatkan oleh Bapak Presiden,” kata Fahri dikutip Suara.com dari keterangannya, Sabtu (2/5/2026).

Ia menjelaskan, bahwa SDA harus dikuasai oleh negara agar tidak terjadi ketimpangan ekstrem akibat penguasaan oleh segelintir orang atau korporasi layaknya di negara kapitalis.

Fahri memperingatkan bahwa tanpa kontrol negara, kekayaan alam hanya akan menguntungkan pihak tertentu secara instan.

“Sumber daya alam itu, adalah alat untuk memobilisasi kekayaan yang sangat cepat. Orang bisa menjadi triliuner tiba-tiba, hanya karena punya tambang atau IUP Batubara,” katanya.

Untuk itu, menurutnya, adalah hal yang wajar jika negara mengambil peran besar untuk mendistribusikan hasil SDA melalui sistem jaminan sosial yang komprehensif.

Pendanaan dari sektor SDA saat ini difokuskan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan menguasai teknologi tinggi.

"Tetapi kalau sudah merupakan kemajuan, secara sumber daya manusianya, bisa memproduksi teknologi yang tinggi, maka porsi-porsi kebebasan dalam menyelengarakan ekonomi dapat disesuaikan dari kesibukan masyarakat itu sendiri,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa ia telah mengusulkan kepada Presiden untuk menyatukan berbagai sistem jaminan sosial yang saat ini masih terpecah, seperti BPJS, Tapera, hingga berbagai kartu bantuan sosial.

“Beberapa waktu lalu saya bertemu Presiden. Kepada beliau saya mengusulkan sistem jaminan sosial yang komprehensif itu mulai kita pikirkan. Karena mandat UUD 1945,” ujarnya.

Langkah ini mulai terlihat dengan dikeluarkannya Inpres DTSEN pada Februari 2025 serta pembahasan UU Satu Data di DPR untuk memastikan penyaluran jaminan sosial lebih masif dan akurat.

Selain penguatan jaminan sosial, Presiden Prabowo disebut tengah berupaya keras memperkuat kelas menengah melalui industrialisasi dan hilirisasi yang menyentuh hingga tingkat desa dan kecamatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bawa Klub Presiden Prabowo Promosi, Widodo Cahyono Putro Justru Kecewa, Ini Alasannya

Bawa Klub Presiden Prabowo Promosi, Widodo Cahyono Putro Justru Kecewa, Ini Alasannya

Bola | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:01 WIB

RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League

RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League

Bola | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:30 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

Geger Unggahan Video Amien Rais, Komdigi dan Bakom RI Beri Pernyataan!

Geger Unggahan Video Amien Rais, Komdigi dan Bakom RI Beri Pernyataan!

Video | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:55 WIB

Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah

Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:10 WIB

Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!

Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 15:45 WIB

Terkini

Evaluasi Haji 2026 di Hambalang: Prabowo Minta Fasilitas Hotel Ditata, Ongkos Dipangkas

Evaluasi Haji 2026 di Hambalang: Prabowo Minta Fasilitas Hotel Ditata, Ongkos Dipangkas

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 20:52 WIB

Murid Sekolah Rakyat Lampaui Target, Kemensos Ajukan Tambahan Anggaran hingga Rp8 Triliun

Murid Sekolah Rakyat Lampaui Target, Kemensos Ajukan Tambahan Anggaran hingga Rp8 Triliun

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 20:35 WIB

Pigai Minta Tambahan Rp492,9 Miliar untuk Kementerian HAM, DPR Hanya Setujui Rp224,9 Miliar

Pigai Minta Tambahan Rp492,9 Miliar untuk Kementerian HAM, DPR Hanya Setujui Rp224,9 Miliar

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 20:19 WIB

Siapkan Dana Pendidikan Anak Tanpa Cemas, BRI Multiguna Tawarkan Pembiayaan Fleksibel

Siapkan Dana Pendidikan Anak Tanpa Cemas, BRI Multiguna Tawarkan Pembiayaan Fleksibel

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 20:04 WIB

Kadistamhut DKI: Pungli di Pemakaman Jakarta Libatkan RT Hingga RW

Kadistamhut DKI: Pungli di Pemakaman Jakarta Libatkan RT Hingga RW

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 20:02 WIB

Jaminan Sosial PRT Dinilai Masih Lemah, UU PPRT Dikhawatirkan Hanya Jadi Aturan di Atas Kertas

Jaminan Sosial PRT Dinilai Masih Lemah, UU PPRT Dikhawatirkan Hanya Jadi Aturan di Atas Kertas

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:57 WIB

Sindikat Perdagangan Daging Kucing Digulung, Ratusan Anabul Berhasil Diselamatkan

Sindikat Perdagangan Daging Kucing Digulung, Ratusan Anabul Berhasil Diselamatkan

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:54 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Kalibata Kamis Pagi, Hindari Jalan Ini Mulai Pukul 08.00 WIB

Rekayasa Lalu Lintas Kalibata Kamis Pagi, Hindari Jalan Ini Mulai Pukul 08.00 WIB

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:51 WIB

Antrean Haji 26 Tahun Masih Kelamaan, Prabowo Perintahkan Pangkas Lagi!

Antrean Haji 26 Tahun Masih Kelamaan, Prabowo Perintahkan Pangkas Lagi!

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:46 WIB

Dana Pribadi Prabowo untuk Urusan Negara: Indonesia Demokrasi atau Monarki?

Dana Pribadi Prabowo untuk Urusan Negara: Indonesia Demokrasi atau Monarki?

News | Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42 WIB