Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB
Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar
Ilustrasi ASEAN. (Pixabay/nguyenthuantien)
baca 10 detik
  • Dosen UMY Ahmad Sahide menyatakan Indonesia dan negara ASEAN belum memiliki kapasitas ekonomi dan militer untuk menengahi konflik global.
  • Kawasan Asia Tenggara saat ini hanya berperan sebagai penyerap dampak negatif, terutama terkait gangguan rantai pasok energi dunia.
  • Indonesia perlu memperkuat diplomasi multilateral di PBB karena posisi tawar saat ini belum cukup memengaruhi dinamika politik internasional.

Suara.com - Dosen Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahmad Sahide menyoroti kekuatan Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara di tengah konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran.

Menurutnya Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara belum memiliki kapasitas memadai untuk memainkan peran substantif dalam penyelesaian konflik bersenjata tersebut.

Alih-alih menjadi mediator atau kekuatan penyeimbang, kawasan ini cenderung hanya menjadi penyerap dampak dari konflik yang berimbas secara global tersebut.

"Kita tidak punya kekuatan ekonomi dan militer untuk memaksa mereka mendengarkan kita. Kita hanya bisa menjadi pain absorber atau penyerap dampak dari konflik ini," kata Sahide, dikutip, Minggu (3/5/2026).

Status Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia tidak lantas memposisikan Indonesia lebih berpengaruh dalam konflik di Timur Tengah itu.

Sahide mengakui bahwa secara solidaritas keagamaan, Indonesia memiliki kedekatan emosional dengan Iran. Namun, kedekatan tersebut tidak serta-merta dapat diterjemahkan menjadi pengaruh politik di tingkat global.

"Dalam hubungan internasional, yang didengar adalah kekuatan, baik ekonomi maupun militer, bukan semata legitimasi moral," tegasnya.

Ia menilai posisi Indonesia dalam geopolitik global saat ini belum cukup kuat untuk memengaruhi dinamika konflik. Terlepas dari Indonesia yang merupakan anggota G20 dan memiliki ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Kekuatan tersebut, disebut Sahide, masih belum sebanding dengan negara-negara besar yang terlibat langsung dalam konflik.

baca juga

"Negara-negara besar tidak akan mendengarkan kita jika kita tidak memiliki kekuatan yang sebanding," tambahnya.

Melihat lebih luas yakni dalam konteks regional, Sahide bilang bahwa ASEAN menghadapi keterbatasan serupa. Prinsip nonintervensi dan pengambilan keputusan berbasis konsensus yang dianut ASEAN justru membatasi kemampuan organisasi tersebut untuk mengambil sikap tegas dalam krisis internasional.

Meskipun di sisi lain hal itu dapat menjaga stabilitas internal. Alhasil, suara ASEAN kerap tenggelam di tengah dominasi kekuatan besar dalam percaturan global.

Lebih lanjut, disampaikan Sahide bahwa dampak paling nyata bagi kawasan Asia Tenggara adalah gangguan pada rantai pasok energi global.

"Tekanan moral dari dalam negeri tanpa didukung daya tawar riil di panggung internasional tidak akan mengubah jalannya konflik secara signifikan," ujarnya.

Sahide menilai Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara masih memiliki ruang untuk berkontribusi, terutama melalui jalur diplomasi multilateral di PBB.

Namun, langkah diplomasi ini memerlukan dukungan nyata agar memberikan dampak yang signifikan. Efektivitasnya tetap sangat bergantung pada kesediaan negara-negara besar untuk menghormati mekanisme internasional tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bareng Ed Sheeran, Elkan Baggott Rayakan Ipswich Town Promosi ke Premier League

Bareng Ed Sheeran, Elkan Baggott Rayakan Ipswich Town Promosi ke Premier League

Bola | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:25 WIB

BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional

BNI Konsisten Dorong Pemerataan Pendidikan Lewat Beasiswa Nasional

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:23 WIB

Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026

Sharp Indonesia Pamer Teknologi Ramah Lingkungan di Hari Bumi 2026

Tekno | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:23 WIB

BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan

BPJS Kesehatan - Persi Perkuat Kolaborasi Strategis Keberlanjutan Program JKN untuk 5 Tahun ke Depan

Bisnis | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:18 WIB

Arah Angin Berubah! Posisi Tawar Mees Hilgers Kini Pahit, FC Twente Semringah

Arah Angin Berubah! Posisi Tawar Mees Hilgers Kini Pahit, FC Twente Semringah

Bola | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:24 WIB

Pemain Keturunan Indonesia Sesumbar Lebih Baik dari Calhanoglu dan McTominay

Pemain Keturunan Indonesia Sesumbar Lebih Baik dari Calhanoglu dan McTominay

Bola | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:03 WIB

Kenapa Ki Hajar Dewantara Dijadikan Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya

Kenapa Ki Hajar Dewantara Dijadikan Bapak Pendidikan Indonesia? Ini Sejarah Lengkapnya

Lifestyle | Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:15 WIB

Terkini

Kurir Sabu Berkedok Kondektur Bus Ditangkap, Barang Bukti Disembunyikan di Botol Permen

Kurir Sabu Berkedok Kondektur Bus Ditangkap, Barang Bukti Disembunyikan di Botol Permen

Jawa Tengah | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:59 WIB

Mati Listrik di Cirendeu Sudah Pulih, PLN Ungkap Penyebabnya

Mati Listrik di Cirendeu Sudah Pulih, PLN Ungkap Penyebabnya

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:57 WIB

Minky Momo Rilis OVA Baru, Soroti Kekuatan Mimpi dan Harapan di Era Digital

Minky Momo Rilis OVA Baru, Soroti Kekuatan Mimpi dan Harapan di Era Digital

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:55 WIB

Kronologi Kakek 70 Tahun Tewas Saat Kencan di Hotel Parangtritis

Kronologi Kakek 70 Tahun Tewas Saat Kencan di Hotel Parangtritis

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Kapan TKA SMA 2026 Dilaksanakan? Simak Jadwal dan Ketentuan Resminya

Kapan TKA SMA 2026 Dilaksanakan? Simak Jadwal dan Ketentuan Resminya

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas

Muktamar NU 2026 di Jombang, Hatim Gazali Dorong Lahirnya Pemimpin Berintegritas

Jatim | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel

Listrik Padam, Peternak Ayam Rugi Ratusan Juta, Kantor PLN Palangka Raya Disegel

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Lagi! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Pelaku Pencabulan, Modusnya Bikin Geleng-geleng

Lagi! Guru Ngaji di Sukabumi Diduga Pelaku Pencabulan, Modusnya Bikin Geleng-geleng

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Update Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2026: Seri Galaxy A, S, hingga Z

Update Harga HP Samsung Terbaru Agustus 2026: Seri Galaxy A, S, hingga Z

Tekno | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:37 WIB

Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness

Keajaiban Membaca dalam When You Love a Book Karya Kaz Windness

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 08:35 WIB

×