- Sharp Electronics Indonesia memperingati Hari Bumi 2026 dengan aksi lingkungan serta edukasi teknologi di Hutan Lindung Angke Kapuk.
- Perusahaan mengoptimalkan teknologi Reverse Vending Machine yang berhasil mengumpulkan lebih dari dua ton sampah plastik di Indonesia.
- Kegiatan kolaboratif ini melibatkan generasi muda melalui program Sharp Greenerator untuk mendukung strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan.
Suara.com - Sharp Electronics Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap teknologi ramah lingkungan lewat rangkaian aksi keberlanjutan pada peringatan Hari Bumi 2026.
Tak hanya menggelar penanaman mangrove dan aksi bersih lingkungan, Sharp juga menonjolkan inovasi teknologi canggih seperti Reverse Vending Machine (RVM) yang mampu mendorong budaya daur ulang plastik di Indonesia.
Kegiatan yang digelar di Kawasan Hutan Lindung Angke Kapuk, Jakarta Utara, ini melibatkan pelajar, komunitas Sharp Greenerator, hingga organisasi lingkungan Yayasan Burung Indonesia.
General Manager Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, Andrew Gultom, menegaskan bahwa teknologi dan keberlanjutan kini menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang perusahaan.
“Di Sharp, kami melihat keberlanjutan sebagai tanggung jawab jangka panjang. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya menghadirkan program, tetapi juga mendorong aksi nyata dan kolaborasi lintas generasi untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan,” ujar Andrew dalam keterangan resminya, Sabtu (2/5/2026).
Reverse Vending Machine Jadi Sorotan
Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian adalah penggunaan teknologi Reverse Vending Machine atau RVM.
Teknologi ini memungkinkan masyarakat mendaur ulang botol plastik secara otomatis melalui mesin pintar.
Sharp menyebut inovasi tersebut menjadi bagian dari pendekatan teknologi hijau untuk mengurangi limbah plastik sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya daur ulang.
Hingga saat ini, teknologi RVM milik Sharp diklaim telah membantu mengumpulkan lebih dari 2 ton sampah plastik di Indonesia.
Inovasi tersebut menjadi bukti bahwa teknologi modern tidak hanya berfungsi untuk menunjang gaya hidup digital, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelestarian lingkungan.
Aksi Lingkungan Dipadukan dengan Edukasi Teknologi
Selain menghadirkan teknologi daur ulang, Sharp juga menggelar berbagai aktivitas berbasis edukasi lingkungan seperti penanaman mangrove, bird watching, dan plogging.
Penanaman mangrove dilakukan untuk memperkuat ekosistem pesisir yang berfungsi menahan abrasi sekaligus menyerap emisi karbon.
Sementara kegiatan bird watching dimanfaatkan sebagai sarana edukasi keanekaragaman hayati bagi generasi muda.