Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran

M Nurhadi

Minggu, 03 Mei 2026 | 20:03 WIB
Netanyahu Terjepit Tekanan Amerika Serikat dan Ancaman Perang Iran
Mantan penasihat Perdana Menteri Israel, Nir Hefetz, mengungkap kemungkinan skenario politik yang bisa menyelamatkan posisi Benjamin Netanyahu di tengah tekanan hukum dan situasi perang melawan Iran. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kehilangan posisi tawar strategis akibat ketergantungan penuh pada keputusan kebijakan Presiden Amerika Serikat.
  • Iran mengajukan proposal diplomatik fleksibel untuk menghentikan permusuhan meskipun terus memberikan ancaman militer di Selat Hormuz.
  • Amerika Serikat merespons ketegangan dengan meningkatkan pengerahan militer saat menghadapi pilihan sulit antara konflik atau negosiasi.

Suara.com - Eskalasi ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat memasuki fase kritis. Di tengah retorika perang yang kian memanas, posisi politik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan semakin melemah akibat ketergantungan penuh pada keputusan Washington, sementara Iran mulai melunakkan proposal diplomasinya meski tetap melontarkan ancaman militer yang keras.

Pada awal konflik dengan Iran, PM Netanyahu sempat berada di atas angin dengan gagasan kemitraan strategis bersama AS untuk melawan kekuatan regional Teheran. Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal berbeda.

Dilansir Aljazeera, saat ini, perdebatan internal di Israel berfokus pada fakta bahwa seluruh keputusan strategis berada di tangan Gedung Putih.

Sebagai contoh, gencatan senjata di Lebanon dilaporkan bukan merupakan keinginan Netanyahu, melainkan keputusan Presiden Donald Trump yang harus dipatuhi oleh Israel.

Kondisi perang atrisi (penghancuran perlahan) yang berbiaya tinggi ini mulai menggerus elektabilitas Netanyahu di berbagai jajak pendapat, sementara ia tidak memiliki pilihan selain menunggu instruksi lebih lanjut dari Washington.

Diplomasi di Balik Layar dan Fleksibilitas Iran

Meskipun retorika di media sosial sangat tajam, jalur diplomasi dilaporkan masih berjalan melalui saluran resmi. Analis militer Alexandru Hudisteanu menilai bahwa kembalinya perang terbuka antara AS dan Iran memang memungkinkan, namun tidak terhindarkan. Menurutnya, pengerahan militer saat ini berfungsi sebagai penekanan jika negosiasi gagal.

Dari pihak Teheran, Profesor Mostafa Khoshcheshm mengungkapkan bahwa Iran telah mengajukan proposal terbaru yang lebih "fleksibel".

Iran kini menggeser isu program pengayaan nuklir ke urutan ketiga, dan memprioritaskan penghentian permusuhan di Iran dan Lebanon serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Meski demikian, pihak Iran menilai Trump tetap bersikap keras dan menuntut konsesi penuh dari Teheran.

baca juga

Ancaman di Selat Hormuz dan Pengerahan Militer AS

Di sisi militer, mantan Komandan Garda Revolusi Iran (IRGC), Mohsen Rezaee, mengeluarkan peringatan keras kepada AS terkait blokade di Selat Hormuz.

Ia menyamakan pasukan AS dengan "bajak laut" dan mengancam akan mengubah jalur pelayaran vital tersebut menjadi "kuburan" bagi kapal induk dan tentara Amerika.

Ancaman ini direspons AS dengan peningkatan aktivitas penerbangan militer ke Timur Tengah secara signifikan. Data dari Flightradar24 menunjukkan lonjakan pesawat angkut C-17A Globemaster III dari Eropa, serta pesawat tanker Boeing KC-135 Stratotanker yang beroperasi di sekitar wilayah Israel untuk mendukung kesiapan tempur.

Pilihan Sulit bagi Donald Trump

Unit intelijen IRGC menyatakan bahwa ruang gerak AS dalam mengambil keputusan kini semakin menyempit. Teheran dilaporkan telah menetapkan tenggat waktu bagi militer AS untuk mengakhiri blokade pelabuhan-pelabuhan Iran.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebutkan bahwa Presiden Trump kini dihadapkan pada dua pilihan sulit: meluncurkan operasi militer yang dianggap "mustahil" secara logistik dan politik, atau menerima "kesepakatan buruk" dengan Republik Islam Iran.

Tekanan internasional dari Rusia, China, hingga Eropa yang mulai mengkritik kebijakan Washington turut memperkeruh posisi AS dalam konflik ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

Cuma Jadi Penyerap Dampak Konflik, Indonesia dan ASEAN Dinilai Tak Punya Daya Tawar

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 12:48 WIB

PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel

PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:38 WIB

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:28 WIB

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?

Bisnis | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:45 WIB

AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz

AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:55 WIB

Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon

Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:36 WIB

Terkini

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:56 WIB

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 21:47 WIB

×