- Pengamat Eddy Cohen memperingatkan Benjamin Netanyahu untuk mewaspadai latihan militer Mesir di dekat perbatasan Israel yang dianggap provokatif.
- Israel khawatir latihan tersebut menjadi ancaman nyata karena sejarah menunjukkan pengabaian aktivitas militer rutin memicu konflik besar sebelumnya.
- Cohen mendesak pemerintah Israel meminta Amerika Serikat menekan Mesir melalui syarat pemberian bantuan ekonomi atas tindakan militer tersebut.
Suara.com - Pihak Israel was-was dengan latihan militer yang dilakukan Mesir. Menurut salah satu pengamat Israel, Eddy Cohen, Benjamin Netanyahu tidak meremehkan latihan militer Mesir di dekat perbatasan kedua negara.
Cohen menilai aktivitas militer tersebut harus dipandang serius di tengah meningkatnya narasi ancaman dari media Mesir.
Dalam wawancara dengan media Israel, Cohen menyebut pemberitaan di Mesir dalam beberapa hari terakhir dipenuhi euforia atas latihan militer tersebut.
Menurutnya, sejumlah media bahkan menampilkan pesan bernada provokatif bahwa perbatasan yang tenang telah berakhir.
“Dua hari terakhir media Mesir berpesta. Ada panel, artikel, video, kartun, semuanya mengesankan bahwa mereka telah membuat Israel panik,” ujar Cohen dilansir dari Channel 14.
![potret PM Israel Benjamin Netanyahu [ANTARA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/10/94244-potret-pm-israel-benjamin-netanyahu.jpg)
Cohen mengingatkan bahwa Israel pernah salah membaca situasi sebelum pecahnya perang besar di masa lalu.
Cohen menyinggung Perang Yom Kippur 1973 serta serangan Hamas pada 7 Oktober sebagai contoh bahaya menganggap latihan militer sebagai rutinitas biasa.
“Sebelum Perang Yom Kippur juga ada latihan. Sebelum 7 Oktober juga ada latihan, dan kita bilang itu hanya latihan. Kesalahan itu tidak boleh terulang,” tegasnya.
Cohen juga mempertanyakan alasan Mesir menggelar latihan militer tepat di dekat perbatasan Israel, bukan di wilayah lain yang lebih luas.
Cohen meminta pemerintah Israel menyelidiki maksud strategis di balik lokasi latihan tersebut.
“Mesir punya wilayah sangat luas. Mengapa latihan dilakukan di dekat perbatasan? Mengapa komunikasi terganggu? Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab oleh pimpinan politik,” katanya.
Selain aspek keamanan, Cohen menyoroti ketergantungan ekonomi Mesir terhadap bantuan Amerika Serikat.
Cohen mendesak Perdana Menteri Israel memanfaatkan pengaruh Washington untuk menekan Kairo melalui syarat-syarat yang lebih tegas dalam pemberian bantuan.
“Mesir membutuhkan uang Amerika. Sudah waktunya Israel meminta Washington menetapkan syarat yang jelas kepada Kairo,” ujar Cohen.