-
Penembakan massal di Danau Arcadia Oklahoma mengakibatkan 12 pemuda mengalami luka tembak cukup serius.
-
Dua pelaku bermasker ski masih dalam pengejaran kepolisian setelah melepaskan tembakan di pesta tersebut.
-
Insiden ini menambah angka kekerasan senjata massal di Amerika Serikat menjadi 131 kasus tahun ini.
Suara.com - Aksi kekerasan senjata api kembali mengguncang Amerika Serikat setelah belasan pemuda menjadi korban penembakan brutal saat menghadiri pesta di Danau Arcadia.
Insiden berdarah ini menambah daftar kelam krisis keamanan publik di wilayah Oklahoma yang menyasar kerumunan warga di ruang terbuka.
Dikutip dari CNN, pihak berwenang mengonfirmasi sedikitnya 12 orang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat luka tembak yang diderita.

Kejadian ini mencerminkan kerentanan acara hiburan komunitas terhadap serangan acak yang dilakukan oleh individu bersenjata.
Hingga saat ini, identitas pelaku belum terungkap sepenuhnya meskipun penyelidikan skala besar tengah berlangsung secara intensif.
Kepolisian mengungkapkan bahwa serangan ini diduga kuat dilakukan oleh dua pria yang menyembunyikan wajah mereka di balik masker ski.
Para pelaku melepaskan tembakan ke arah kerumunan sebelum melarikan diri dari lokasi perkemahan yang menjadi titik kumpul massa.
Sembilan korban saat ini sedang berjuang pulih di Integris Health Baptist Medical Center, sementara tiga lainnya dirawat di Rumah Sakit Edmond.
![Ilustrasi penembakan. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/07/28/40075-ilustrasi-penembakan-ist.jpg)
Tim medis bekerja keras menangani para korban yang tiba dalam berbagai kondisi, mulai dari luka ringan hingga status kritis.
“Kami tersebar di seluruh area metro untuk berbicara dengan para korban dan saksi,” ujar juru bicara polisi Edmond, Emily Ward.
Hingga laporan ini diturunkan, aparat keamanan belum berhasil meringkus satu pun tersangka yang terlibat dalam penembakan massal tersebut.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang karena mereka meyakini tidak ada ancaman berkelanjutan bagi publik di luar lokasi kejadian.
Acara bertajuk "Sunday Funday" yang viral di media sosial tersebut seketika berubah menjadi mimpi buruk bagi ratusan peserta yang hadir.
Penyelenggara acara menyatakan penyesalan mendalam atas tragedi yang tidak terduga ini melalui sebuah pernyataan resmi di platform digital.
“Mohon kirimkan doa untuk kami dan kami meminta maaf kepada semua orang,” kata penyelenggara dalam sebuah unggahan terpisah.