Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:16 WIB
Piala Dunia 2026 Belum Mulai, Kunjungan Turis Asing ke AS Anjlok Akibat Masalah Visa
Ilustrasi Tiket Piala Dunia 2026 [Instagram]
  • Piala Dunia 2026 terancam gagal meraih target ekonomi 30 miliar dolar AS bagi Amerika.

  • Masalah visa dan biaya tinggi membuat suporter asing memboikot kedatangan ke stadion.

  • Industri perhotelan AS mengalami pembatalan pesanan besar-besaran karena sepinya pengunjung mancanegara.

Suara.com - Target keuntungan ekonomi senilai 30 miliar dolar AS pada Piala Dunia 2026 kini berada dalam bayang-bayang kegagalan.

Penyebab utamanya adalah minimnya minat suporter mancanegara untuk datang langsung ke Amerika Serikat akibat berbagai kendala birokrasi.

Laporan terbaru New York Times menunjukkan bahwa mayoritas pengusaha hotel di kota-kota penyelenggara mengalami kemerosotan jumlah pesanan dibandingkan prediksi awal.

8 Masalah Paling Panas Piala Dunia 2026: Tiket Selangit, Parkir Mahal hingga Perang AS-Iran [Suara.com]
8 Masalah Paling Panas Piala Dunia 2026: Tiket Selangit, Parkir Mahal hingga Perang AS-Iran [Suara.com]

Hampir 80 persen penyedia jasa penginapan di sembilan kota tuan rumah mengeluhkan rendahnya tingkat keterisian kamar.

Padahal, secara global tiket pertandingan yang terjual hingga saat ini sudah menembus angka lima juta lembar.

Kondisi ini diperparah dengan langkah FIFA yang membatalkan secara mendadak sekitar 70 persen blokade kamar hotel mereka.

Logo Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
Logo Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)

Keputusan tersebut menyebabkan pasar perhotelan kelebihan pasokan dan memicu pembatalan kontrak hingga 95 persen di beberapa wilayah.

“Indikator menunjukkan bahwa peningkatan ekonomi yang diantisipasi mungkin tidak memenuhi harapan. Meskipun lebih dari lima juta tiket terjual, permintaan ini belum diterjemahkan ke dalam pemesanan hotel yang kuat. Wisatawan domestik melampaui wisatawan internasional — sebuah ketidakseimbangan yang mengancam dampak ekonomi lebih luas yang diharapkan dihasilkan oleh Piala Dunia,” tulis laporan American Hotel & Lodging Association (AHLA).

Keengganan suporter asing berkunjung disebabkan oleh lambatnya proses persetujuan visa dan kekhawatiran terhadap perlakuan petugas imigrasi.

Selain itu, melonjaknya harga tiket pesawat dan penguatan nilai tukar dolar AS membuat biaya perjalanan menjadi sangat tidak terjangkau.

Banyak calon penonton merasa tidak mendapatkan sambutan yang hangat dari kebijakan pintu masuk wilayah Amerika Serikat saat ini.

Padahal, satu orang turis asing diproyeksikan menghabiskan uang 1,7 kali lebih banyak daripada wisatawan domestik selama turnamen berlangsung.

“Bahkan dengan antisipasi global yang meningkat, jalur ke AS bagi banyak pelancong Piala Dunia terasa semakin tidak seperti sambutan karpet merah. Ada persepsi bahwa pelancong internasional mungkin menghadapi waktu tunggu visa yang lama, peningkatan biaya visa, dan ketidakpastian yang menetap seputar pemrosesan masuk,” ungkap laporan tersebut.

Di tengah kelesuan minat pengunjung, beberapa negara bagian justru berencana menaikkan pajak penginapan dan makanan.

New Jersey dan Philadelphia menjadi wilayah yang paling disorot karena kebijakan pajak baru ini dianggap kontraproduktif bagi industri pariwisata.

Pihak AHLA memperingatkan bahwa tambahan beban biaya bagi konsumen hanya akan membuat turis semakin menjauhi lokasi pertandingan.

“Memberlakukan pajak konsumen tambahan pada saat ini berisiko semakin mematahkan semangat pengunjung untuk memilih New Jersey,” tegas laporan itu.

Upaya hotel yang sudah merenovasi fasilitas dan menambah staf multibahasa kini terancam sia-sia jika reservasi tidak segera meningkat.

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat sangat optimistis bahwa ajang sepak bola terbesar ini akan menjadi mesin ekonomi raksasa.

Target penyerapan tenaga kerja sebanyak 200.000 posisi baru kini terancam tidak tercapai sesuai jadwal.

“Turnamen ini akan memiliki dampak ekonomi sebesar 30 miliar dolar di negara ini dan akan menciptakan hampir 200.000 pekerjaan bagi Amerika,” kata Donald Trump dalam pertemuan dengan Presiden FIFA tahun lalu.

Mantan presiden tersebut juga sempat menjanjikan kemudahan akses bagi seluruh penggemar sepak bola dunia untuk masuk ke negaranya.

“Memastikan bahwa penggemar sepak bola dari seluruh dunia diperiksa dengan benar dan dapat datang ke Amerika Serikat musim panas mendatang — dengan mudah,” tambahnya.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli dengan melibatkan 11 kota besar di Amerika Serikat.

Selain Amerika, Kanada dan Meksiko bertindak sebagai tuan rumah bersama dalam format turnamen yang lebih besar ini.

Masalah birokrasi dan biaya hidup di Amerika menjadi faktor krusial yang menentukan sukses tidaknya acara ini dari sisi pendapatan non-tiket.

Saat ini, industri perhotelan hanya bisa berharap pada lonjakan pemesanan di menit-menit terakhir saat fase gugur dimulai.

Kebijakan pemerintah dalam mempercepat proses visa dan meninjau ulang kenaikan pajak sangat dinantikan oleh para pelaku usaha.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga India dan China Terancam Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026, Penawaran Harga Hak Siar Murah

Warga India dan China Terancam Tak Bisa Nonton Piala Dunia 2026, Penawaran Harga Hak Siar Murah

Bola | Selasa, 05 Mei 2026 | 10:58 WIB

Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?

Paradoks Digital Nomad: Penyelamat Ekonomi atau Penjajahan Modern?

Your Say | Senin, 04 Mei 2026 | 19:55 WIB

Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang

Merz Sebut Kebijakan Donald Trump 'Pukulan Telak', Jerman Tetap Upayakan Damai Dagang

News | Senin, 04 Mei 2026 | 18:14 WIB

Terkini

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:27 WIB

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

Bidik Kursi Ketum BM PAN, Riyan Hidayat Tegaskan Tegak Lurus ke Zulhas dan Dukung Program Prabowo

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 22:05 WIB

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 21:15 WIB

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

Gubernur John Tabo Polisikan Penyebar Voice Note Tuduhan Provokasi Konflik di Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 20:15 WIB

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

Pernyataan Orang Desa Tak Pakai Dolar Menyesatkan, FKBI Ingatkan Prabowo RI Ketergantungan Impor

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 19:15 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang Ancam Sejumlah Wilayah Aceh

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:04 WIB

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

Cegah Perang Suku Pecah Lagi, 300 Pasukan Brimob Dikirim ke Wamena

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:59 WIB

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

Prabowo: Keamanan dan Ketertiban Negara Sangat Ditentukan oleh Pangan

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 17:05 WIB