Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO

Galih Prasetyo

Jum'at, 08 Mei 2026 | 07:07 WIB
Hantavirus Tewaskan 3 Orang, Bakal Jadi Pandemi? Ini Penjelasan Resmi WHO
Ilustrasi Hantavirus. [Suara.com/Emma]
baca 10 detik
  • WHO mengonfirmasi lima kasus hantavirus dan tiga suspek di kapal pesiar Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik.
  • Sebanyak tiga penumpang meninggal dunia akibat infeksi virus Andes yang sempat menular melalui kontak terbatas antarmanusia.
  • WHO menyatakan risiko kesehatan publik global rendah meskipun terus memantau potensi kasus tambahan selama masa inkubasi.

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia, WHO mengonfirmasi lima kasus hantavirus yang terkait dengan kematian penumpang di kapal pesiar Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik.

Selain lima kasus positif, tiga kasus lain masih berstatus suspek dan sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.

Insiden ini terjadi di kapal berbendera Belanda tersebut yang tengah melakukan pelayaran dari Cape Verde menuju Pulau Tenerife di Spanyol.

Meski situasinya dinilai serius, WHO menyebut risiko terhadap kesehatan publik global masih rendah.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan pihaknya menerima laporan dari Inggris mengenai klaster penyakit pernapasan berat yang muncul di atas kapal.

Pemerintah Argentina mulai menyelidiki kemungkinan negaranya menjadi sumber wabah hantavirus mematikan yang menyerang sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. [Istimewa]
Pemerintah Argentina mulai menyelidiki kemungkinan negaranya menjadi sumber wabah hantavirus mematikan yang menyerang sebuah kapal pesiar di Samudra Atlantik. [Istimewa]

“Walaupun ini merupakan insiden serius, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat tetap rendah,” kata Tedros dilansir dari Al Jazeera.

Hingga kini, total delapan kasus telah dilaporkan. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan meninggal dunia akibat dugaan infeksi virus Andes, salah satu jenis hantavirus yang dikenal dapat menular antarmanusia dalam kontak terbatas.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa hewan pengerat seperti tikus.

Penularan biasanya terjadi melalui kontak dengan urine, air liur, atau kotoran hewan yang terinfeksi.

baca juga

WHO menjelaskan virus yang ditemukan di kapal pesiar itu adalah strain Andes, jenis hantavirus yang banyak ditemukan di wilayah Amerika Latin.

Berbeda dari sebagian besar hantavirus lain, virus Andes diketahui memiliki kemampuan penularan terbatas dari manusia ke manusia.

Korban pertama adalah seorang pria yang mulai mengalami gejala pada 6 April sebelum meninggal lima hari kemudian.

Karena gejalanya mirip penyakit virus lain, sampel tidak sempat diambil sehingga hantavirus baru teridentifikasi belakangan.

Istri korban kemudian menjadi pasien kedua setelah turun di Saint Helena. Ia jatuh sakit dan meninggal pada 25 April.

Korban ketiga adalah seorang perempuan yang mulai mengalami gejala pada 25 April dan meninggal tujuh hari kemudian.

WHO memperingatkan kemungkinan munculnya kasus tambahan masih terbuka karena masa inkubasi hantavirus bisa mencapai enam minggu.

Sebelum menaiki kapal, dua korban pertama diketahui melakukan perjalanan pengamatan burung di Chile, Argentina, dan Uruguay.

Mereka sempat mengunjungi area habitat tikus pembawa hantavirus.

Pemerintah Argentina kini menyelidiki riwayat perjalanan pasangan tersebut.

WHO juga mengungkapkan Argentina akan mengirimkan 2.500 alat diagnostik ke laboratorium di lima negara untuk membantu pelacakan kasus.

WHO telah memberi notifikasi kepada 12 negara asal penumpang yang turun di Saint Helena, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Belanda, Singapura, Swedia, Swiss, dan Turki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri

The Bride Who Burned The Empire: Kisah Pemberontakan Seorang Putri

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:30 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?

Piala Dunia 2026: Henry Ramal Argentina, Prancis, dan Spanyol Mendominasi, Siapa Juaranya?

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:38 WIB

Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026

Jose Mourinho Coret Spanyol, Jagokan Dua Negara Ini Bertemu di Final Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:30 WIB

Terkini

Diabetes Bukan Berarti Pantang Makanan Favorit, Kenali Prinsip 5J untuk Kontrol Gula Darah

Diabetes Bukan Berarti Pantang Makanan Favorit, Kenali Prinsip 5J untuk Kontrol Gula Darah

Health | Kamis, 05 November 2026 | 19:16 WIB

Terlalu Lama Berhemat, Gen Z Justru Terjebak Revenge Spending

Terlalu Lama Berhemat, Gen Z Justru Terjebak Revenge Spending

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 19:15 WIB

Survei Bilang Anak Muda Muak Politik, Kok Paling Vokal Mengawal Kebijakan?

Survei Bilang Anak Muda Muak Politik, Kok Paling Vokal Mengawal Kebijakan?

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 19:15 WIB

Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia

Pendidikkan Coding Wajib di 2027, Potensi Pengembangan AI Indonesia Dilirik Investor Polandia

Bali | Kamis, 05 November 2026 | 19:14 WIB

Langgar Tatib, Botol Minuman Jokowi Disita Petugas Saat Sidang Roy Suryo

Langgar Tatib, Botol Minuman Jokowi Disita Petugas Saat Sidang Roy Suryo

News | Kamis, 05 November 2026 | 19:12 WIB

DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah Lewat Legislasi dan Pengawasan

DPD RI Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah Lewat Legislasi dan Pengawasan

News | Kamis, 05 November 2026 | 19:12 WIB

Roy Suryo Tolak Keterangan Jokowi dalam Persidangan Kasus Ijazah Palsu

Roy Suryo Tolak Keterangan Jokowi dalam Persidangan Kasus Ijazah Palsu

News | Kamis, 05 November 2026 | 19:12 WIB

Hari Guru Nasional 2026 Tanggal Berapa? Ini Tema, Logo, dan Panduan Resminya

Hari Guru Nasional 2026 Tanggal Berapa? Ini Tema, Logo, dan Panduan Resminya

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 19:11 WIB

OJK Ungkap Dampak Pengumuman MSCI: IHSG Anjlok 16,6%, Dana Asing Rp16,88 T Kabur

OJK Ungkap Dampak Pengumuman MSCI: IHSG Anjlok 16,6%, Dana Asing Rp16,88 T Kabur

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 19:07 WIB

Ekonomi Sirkular Dimulai dari Rumah, Ubah Sampah Jadi Cuan

Ekonomi Sirkular Dimulai dari Rumah, Ubah Sampah Jadi Cuan

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 19:03 WIB

×