Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah

Muhammad Yasir

Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:22 WIB
Cegah Kelelahan dan Dominasi Elit, Titi Anggraini Desak Pemisahan Pemilu Nasional-Daerah
Anggota Dewan Pembina Perludem Titi Anggraini. [Suara.com/Dea]
baca 10 detik
  • Titi Anggraini dari Perludem mendesak pemisahan pemilu nasional dan daerah dalam diskusi di Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).
  • Pemisahan pemilu bertujuan mengatasi kelelahan ekstrem penyelenggara, pemilih, serta isu daerah yang tenggelam oleh agenda nasional.
  • Sistem terpisah akan melemahkan dominasi elite pusat, meningkatkan posisi tawar aktor daerah, dan memperbaiki evaluasi kepemimpinan.

Suara.com - Dewan Pembina Perludem, Titi Anggraini, menegaskan pentingnya implementasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan pemilu nasional dan pemilu daerah.

Menurutnya, desain pemilu serentak yang selama ini diterapkan memicu kelelahan massal, menenggelamkan isu daerah, hingga memperkuat dominasi elite politik pusat.

Hal itu disampaikan Titi dalam diskusi terbuka bertajuk “Pemilu dan Peluang Kepemimpinan Orang Muda” yang digelar Social Movement Institute di Sekretariat SMI, Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).

"Yang pertama pemilu serentak nasional, memilih Presiden, DPR, dan DPD. Jadi dipilih tiga posisi bersamaan, Presiden, DPR, DPD," ujar Titi.

Ia menjelaskan, MK telah memberi batas tegas agar Pilkada tidak lagi digelar bersamaan dengan pemilu nasional. Karena itu, menurutnya harus ada pemilu serentak daerah yang digelar terpisah.

"Pemilu serentak daerah itu memilih DPRD provinsi, kabupaten, kota, dan kepala daerah provinsi dan kabupaten kota, gubernur, bupati, wali kota, melalui pemungutan suara pada satu waktu yang bersamaan. Dan itu jedanya paling cepat 2 tahun dari pemilu nasional, paling lambat 2,5 tahun," tambahnya.

Suasana di rumah duka usai seorang ketua KPPS di Banyumas bernama Darsito meninggal dunia. (Suara.com/Teguh Lumbiria)
Suasana di rumah duka usai seorang ketua KPPS di Banyumas bernama Darsito meninggal dunia. (Suara.com/Teguh Lumbiria)

Voter Fatigue

Titi menilai pemisahan pemilu menjadi penting setelah berkaca pada pengalaman Pemilu 2019 dan 2024 yang memakan banyak korban di kalangan penyelenggara.

Menurut dia, pemilu serentak lima kotak membuat pemilih, petugas, hingga sistem politik mengalami kelelahan ekstrem atau voter fatigue.

baca juga

"Problem pemilih yang mengalami yang disebut dengan voter fatigue, kelelahan pemilih, political fatigue, kelelahan politik, kelelahan penyelenggara. Di 2024 jangan kira enggak ada penyelenggara meninggal, ada 150 orang lebih penyelenggara yang meninggal karena kelelahan, dii 2019 ada 840, 5.175 sakit," ungkapnya.

Tak hanya itu, Titi menilai isu-isu daerah selama ini tenggelam oleh hiruk-pikuk Pilpres. Akibatnya, kontestasi lokal kerap hanya menjadi perpanjangan tangan agenda politik nasional.

70 Persen Caleg DPR “Kiriman” Jakarta

Dalam diskusi tersebut, Titi juga menyoroti dominasi elite pusat dalam politik elektoral daerah.

Ia bahkan mengutip data yang menyebut mayoritas caleg DPR berasal dari Jakarta dan sekitarnya.

"Contoh, data Kompas menyatakan 70 persen lebih caleg DPR itu pengiriman dari Jakarta, Jabodetabek, Deployment dari elit-elit politik yang berdomisili di Jakarta. Tidak pernah sekolah di daerah pilihan (dapil), tidak lahir di dapil, tidak tinggal di dapil. 70 persen lebih," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:28 WIB

Revisi UU Pemilu Mendesak, Eks Penyelenggara Ingatkan Waktu Kian Sempit Jelang 2026

Revisi UU Pemilu Mendesak, Eks Penyelenggara Ingatkan Waktu Kian Sempit Jelang 2026

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:39 WIB

Terkini

Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain

Kasus YTR Berbuntut Desakan Hukuman Kebiri, DPR Minta Polisi Telusuri Korban Lain

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:04 WIB

Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!

Bantah Mobilisasi Massa Demo Pro MBG, Bakom RI: Itu Tidak Benar!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:59 WIB

Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas

Selly Gantina Kecam Aksi Biadab Pacar Sekap Perempuan 3 Tahun di Bandung: Tak Boleh Ada Impunitas

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:49 WIB

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

Jelang 500 Tahun Jakarta, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Pembangunan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:31 WIB

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

Bawa Puluhan Bukti! Koalisi Gugat Perjanjian Dagang RI-AS yang Dinilai Tabrak Konstitusi

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:28 WIB

Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita

Hotman Paris Pakai Tongkat ke Singapura, Bawa Amanah Rp500 Juta dari Bos Mayapada untuk Yuvita

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:27 WIB

Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?

Fakta di Balik Kasus Yuvita: Mengapa Penyiksaan 3 Tahun Bisa Terjadi Tanpa Diketahui Warga?

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:12 WIB

Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung

Alasan Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Meski Ditolak Kejagung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:11 WIB

Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!

Dua Peserta Meninggal, Pakar UGM Desak Latihan Militer SPPI Dihentikan!

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:10 WIB

Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung

Tak Menyerah, Sony Sanjaya Ajukan Justice Collaborator ke LPSK Setelah Ditolak Kejagung

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 14:02 WIB