Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:05 WIB
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Pakar kebijakan publik UGM mengkritik rencana pemerintah yang melibatkan perguruan tinggi dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis.
  • Keterlibatan kampus dinilai tidak relevan dengan Tri Dharma serta dapat menguras sumber daya internal dan infrastruktur universitas.
  • Kritikus khawatir kebijakan ini melemahkan independensi akademis serta memicu potensi politisasi kampus dalam pelaksanaan program pemerintah tersebut.

Suara.com - Rencana pemerintah mendorong perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai kritik tajam.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menilai kebijakan ini melenceng dari tugas pokok dan fungsi universitas.

Subarsono menyatakan bahwa pembukaan fasilitas dapur MBG di lingkungan kampus tidak sejalan dengan visi dan misi institusi pendidikan tinggi. Ia menekankan agar universitas tetap konsisten pada jalur pengembangan kualitas akademik.

"Sebagai akademisi kampus saya berpendapat bahwa perguruan tinggi sepantasnya tidak membuka SPPG karena itu tidak ada kaitannya dengan visi dan misi Perguruan Tinggi, Tri Dharma PT yang mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat," kata Subarsono, saat dihubungi Suara.com, Jumat (8/5/2026).

"Perguruan tinggi lebih baik fokus pada Tri Dharma-nya saja untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas di tiga bidang tersebut, bukan malah mencari pekerjaan baru yang tidak relevan dengannya," imbuhnya.

Pintu depan UGM. [Kontributor Suarajogja.id/Putu]
Pintu depan UGM. [Kontributor Suarajogja.id/Putu]

Lebih lanjut, keterlibatan kampus dalam program ini dikhawatirkan akan menguras energi sumber daya internal secara besar-besaran. Pengelolaan dapur skala masif dianggap akan membebani infrastruktur kampus mulai dari aspek sumber daya manusia hingga pengelolaan limbah yang rumit.

"Saya berpandangan bahwa keterlibatan Kampus dalam MBG akan menyedot energi sumberdaya Kampus dalam berbagai aspek seperti SDM, listrik dan air, pengolahan limbah, pengawasan kesehatan dan gizi menu, dan lain sebagainya," jelasnya.

Selain masalah teknis, muncul kekhawatiran mengenai independensi akademisi. Jika perguruan tinggi turut menjadi bagian dari implementasi program pemerintah, daya kritis civitas akademika terhadap kebijakan publik dikhawatirkan akan melemah karena adanya benturan kepentingan.

"Bagaimana bisa bersuara kritis dan lantang, kalau perguruan tinggi terlibat dan ikut menikmati benefit implementasi MBG yang saat ini penuh dengan persoalan dan menyedot APBN yang luar biasa banyaknya, Rp 235 Triliun," tegasnya.

baca juga

Belum lagi keterlibatan kampus dalam proyek ini dipandang dapat memicu persepsi negatif di masyarakat. 

Publik berpotensi melihat fenomena ini sebagai upaya pemerintah dalam menjinakkan suara kritis dari institusi pendidikan melalui pemberian peran dalam proyek strategis.

"Publik akan membaca itu sebagai wujud politisasi kampus dan pemerintah mendapatkan legitimasi lebih ketika kampus terlibat pada SPPG. Civitas akademika akan kurang mampu mengkritisi kebijakan dan program pemerintah," tuturnya.

Subarsono turut mengingatkan adanya konsekuensi hukum yang membayangi universitas jika terjadi kendala di lapangan, seperti kasus keracunan makanan. 

Ia menyarankan agar kampus tetap berada di luar pusaran operasional program guna menjaga integritas dan harga diri institusi.

"Kampus harus tetap mengambil posisi di luar program MBG adalah pilihan rasional sesuai marwah atau harga diri universitas agar tidak tergelincir dalam pusaran isu yang kontroversial saat ini," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:34 WIB

Di Balik Megahnya Dapur MBG, Ada Sekolah yang Dilupakan Negara

Di Balik Megahnya Dapur MBG, Ada Sekolah yang Dilupakan Negara

Your Say | Jum'at, 08 Mei 2026 | 06:10 WIB

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

BI: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Pendorong Ekonomi Indonesia Meroket

Bisnis | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:22 WIB

Terkini

Infrastruktur Berdampak Bagi Masyarakat, Brantas Abipraya Raih Prominent Awards 2026

Infrastruktur Berdampak Bagi Masyarakat, Brantas Abipraya Raih Prominent Awards 2026

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 16:51 WIB

Intip Deretan Warna Baru Vespa LX 150 dan Koleksi Helm Resmi Piaggio Indonesia

Intip Deretan Warna Baru Vespa LX 150 dan Koleksi Helm Resmi Piaggio Indonesia

Otomotif | Kamis, 24 September 2026 | 16:50 WIB

Ubek-ubek Kantor BPN Mojokerto, KPK Amankan Gepokan Amplop Berisi Uang Pemohon Tanah

Ubek-ubek Kantor BPN Mojokerto, KPK Amankan Gepokan Amplop Berisi Uang Pemohon Tanah

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 16:46 WIB

Jelang Timnas Indonesia vs Singapura Besok, Gavin Lee Tak Ciut Hadapi Tekanan Suporter Garuda

Jelang Timnas Indonesia vs Singapura Besok, Gavin Lee Tak Ciut Hadapi Tekanan Suporter Garuda

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:45 WIB

Menkeu, Gubernur BI hingga Danantara Kumpul di DPR, Dasco: Satukan Arah Kebijakan

Menkeu, Gubernur BI hingga Danantara Kumpul di DPR, Dasco: Satukan Arah Kebijakan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 16:42 WIB

Jaksa Tuntut Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto 5,5 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Nikel

Jaksa Tuntut Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto 5,5 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Nikel

News | Kamis, 24 September 2026 | 16:42 WIB

3 Buku Parenting Rekomendasi Nikita Willy, Sukses Didik Anak Tumbuh Optimal

3 Buku Parenting Rekomendasi Nikita Willy, Sukses Didik Anak Tumbuh Optimal

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 16:40 WIB

Pelatih Bangladesh Blak-blakan Jelang Lawan Timnas Indonesia: Suporter Jangan Banyak Berharap

Pelatih Bangladesh Blak-blakan Jelang Lawan Timnas Indonesia: Suporter Jangan Banyak Berharap

Bola | Kamis, 24 September 2026 | 16:38 WIB

Pertamini dan Pengecer BBM di Kendari Dibongkar Petugas

Pertamini dan Pengecer BBM di Kendari Dibongkar Petugas

Sulsel | Kamis, 24 September 2026 | 16:37 WIB

Soal Gugatan Ijazah Gibran di MK, Ganjar: Kita Tunggu Saja Prosesnya

Soal Gugatan Ijazah Gibran di MK, Ganjar: Kita Tunggu Saja Prosesnya

News | Kamis, 24 September 2026 | 16:35 WIB

×