Saya Jaga Rel Sejak SMP, Kisah Anak Kampung yang Besar di Perlintasan Liar

Bangun Santoso

Selasa, 12 Mei 2026 | 12:10 WIB
Saya Jaga Rel Sejak SMP, Kisah Anak Kampung yang Besar di Perlintasan Liar
Foto sebagai ILUSTRASI: Perlintasan Dekat Stasiun Bekasi Timur Dipasangi Palang Pintu. (dok. PT KAI)
baca 10 detik
  • Kecelakaan kereta di Bekasi Timur pada 27 April 2026 menyoroti tingginya risiko keamanan pada perlintasan sebidang liar.
  • Warga lokal mengelola perlintasan liar sebagai sumber penghasilan melalui sistem organisasi informal dan proses regenerasi "ngadal".
  • Para penjaga bekerja secara otodidak tanpa pelatihan resmi, menjadikan aktivitas tersebut sebagai mata pencaharian turun-temurun warga setempat.

Suara.com - Tragedi kecelakaan maut yang melibatkan kereta api jarak jauh, KRL, dan sebuah taksi listrik di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 lalu, menyisakan luka mendalam sekaligus tanda tanya besar mengenai keamanan perlintasan sebidang.

Di balik risiko tinggi yang mengintai nyawa, muncul sebuah realitas sosial di mana menjaga perlintasan kereta api liar menjadi "profesi" turun-temurun bagi warga yang tinggal di bantarannya.

Al atau yang kerap disapa Bang Al (31), seorang warga yang menghabiskan 15 tahun hidupnya menjaga perlintasan liar di Jawa Barat, menceritakan bagaimana ia dan anak-anak sebayanya tumbuh bersama deru mesin kereta.

Baginya, menjaga palang pintu bukan sekadar membantu kelancaran lalu lintas, melainkan cara untuk bertahan hidup sejak usia sekolah.

"Karena kan emang saya tinggal di bantaran deket rel kereta api juga ya, jadi emang lahir di situ. Dan sebelum saya lahir juga emang pintu kereta di situ emang sudah ada, makanya dari SMP itu pengen punya duit ya lewat jaga pintu kereta itu," ujar Al dalam kanal Youtube Suaradotcom, dikutip pada Selasa (12/05/2026).

Sistem ‘Ngadal’ dan Regenerasi Penjaga

Menariknya, pengelolaan perlintasan liar ternyata memiliki struktur organisasi informal yang cukup rapi.

Al menjelaskan, ada sistem pembagian jadwal atau sift yang melibatkan belasan orang. Bagi para pemula atau anak-anak yang baru bergabung, mereka harus melewati fase yang disebut dengan istilah "ngadal".

"Yang jaga pintu kereta itu bukan seorang dua orang, bisa sampai belasan orang. Cuman yang punya jadwal tertentu itu paling lima orang sampai enam orang. Dan saya awalnya gak langsung jaga didapat jadwal kayak gitu, awalnya ngadal. Istilahnya di situ ada istilah ngadal," ungkapnya.

baca juga

Fase "ngadal" ini diibaratkan sebagai masa magang. Para "pengadal" ini akan mengisi kekosongan waktu saat penjaga utama beristirahat. Melalui proses inilah, regenerasi penjaga perlintasan liar terus berlanjut di kampung-kampung pinggir rel.

Keahlian Otodidak di Balik Bahaya

Pengendara melintasi rel perlintasan kereta api di dekat Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Pengendara melintasi rel perlintasan kereta api di dekat Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (30/4/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Meskipun bekerja di lingkungan dengan risiko nyawa yang sangat besar, para penjaga ini tidak pernah mendapatkan pelatihan resmi dari otoritas terkait.

Bang Al mengaku mendapatkan kemampuannya secara otodidak hanya dengan mengamati lingkungan sekitar yang sudah menjadi tempat bermainnya sehari-hari.

"Ya mungkin karena emang dari kecil udah di situ kan. Ya palang pintu kereta juga kan. Jadi sampai sekarang pun emang tempat nongkrong dibikin kayak sawung-sawungan. Jadi kalau orang-orang pada ngobrol pagi, sore, malam ya di situ tempatnya. Jadi emang mainnya di situ. Jadi tanpa harus diajarin. Pokoknya intinya jangan meleng aja gitu, kanan-kiri, kanan-kiri," ujarnya.

Warisan Keluarga

Bagi Al, pekerjaan ini juga merupakan warisan dari sang kakak. Ketika sang kakak mendapatkan pekerjaan formal, posisi penjaga perlintasan tersebut diserahkan kepadanya. Hal ini menunjukkan bagaimana slot menjaga rel dianggap sebagai aset pekerjaan bagi warga setempat.

"Pas abang-abang saya juga kan emang jaga awalnya, cuman abang saya dapet kerjaan. Saya yang gantiin dia di hari Selasa," ujarnya.

Al tercatat melakoni profesi ini selama belasan tahun sebelum akhirnya berhenti setelah mendapatkan pekerjaan tetap.

"Ya bisa 15 tahunan adalah, cuman saya udahan jaga pas dapet kerja aja. Udah ga pernah jaga sekarang," ujarnya.

Kisah Al menjadi potret nyata kompleksitas perlintasan sebidang liar di Indonesia.

Di satu sisi, kehadiran mereka membantu warga menyeberang di titik-titik yang tidak terjaga secara resmi oleh PT KAI.

Namun di sisi lain, risiko kecelakaan seperti yang baru saja terjadi di Bekasi Timur tetap menjadi ancaman nyata. (Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Setelah Ada Kecelakaan KRL, KAI Baru Benahi Perlintasan Sebidang

Bisnis | Minggu, 10 Mei 2026 | 10:32 WIB

Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM

Terungkap! Taksi Green SM yang Mogok di Rel Bekasi Timur Ternyata Terlambat Servis Hingga 9.000 KM

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:00 WIB

Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo

Detik-Detik Sopir Taksi Green SM Selamat dari Maut Sebelum KRL Ditabrak Argo Bromo

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:19 WIB

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok

News | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:58 WIB

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 17:49 WIB

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:44 WIB

Mengapa Kecelakaan Kereta Masih Terjadi di Era Modern? Ini Alasan di Balik Tragedinya

Mengapa Kecelakaan Kereta Masih Terjadi di Era Modern? Ini Alasan di Balik Tragedinya

Your Say | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:29 WIB

Terkini

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu

Bri | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:35 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:27 WIB

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:47 WIB

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:31 WIB

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:15 WIB

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

Dua Biodigester Bakal Dibangun di Jakarta Utara, Dapat Hasilkan Energi dan Pupuk Organik

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:13 WIB

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

PTBA Perkuat Kemandirian Ekonomi Warga Lahat lewat Budidaya Ayam Petelur

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 21:09 WIB

×