- Kebakaran melanda kompleks pergudangan Miami, Tegal Alur, Jakarta Barat pada Senin malam hingga Selasa dini hari.
- Petugas mengerahkan 24 unit mobil dan robot pemadam untuk memadamkan api yang bersumber dari korsleting listrik.
- Gudang berisi bahan kimia dan gas terbakar hebat, namun tidak ada pemukiman warga terdampak asap beracun.
Suara.com - Petugas pemadam kebakaran masih melakukan pendinginan dari lokasi kebakaran di Pergudangan Miami, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
Pantauan Suara.com, asap masih mengepul dari tumpukan material yang hangus terbakar. Namun, api sudah tidak ada dari lokasi kebakaran.
Sejumlah mobil dan personel pemadam masih berjaga di lokasi, selang yang digunakan untuk menyiramkan air juga masih terurai.
Kebakaran yang terjadi pada Senin (11/5/2026) malam kemarin cukup hebat. Sebab api baru bisa dipadamkan petugas pada Selasa (12/5) dini hari.
Sebanyak 24 unit mobil pemadam dengan 120 anggota dikerahkan untuk memadamkan api. Api baru bisa dilokalisir pada 01.30 WIB.
“Unit tiba di lokasi 20.21 WIB. Lokalisir pukul 01.30 WIB,” jelas Kasie Ops Gulkarmat Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, Selasa (12/5/2026).
Adapun gudang yang terbakar diantaranya gudang plastik, gudang kardus, gudang freon dan karpet.
“Dugaan sementara korsleting listrik pada mesin produksi gudang freon,” katanya.
Dalam memadamkan api, petugas pemadam juga sempat mengerahkan unit robotik sebab ada risiko asap beracun yang timbul dari kebakaran tersebut.
“Ya, salah satu fungsi unit robotik ini adalah untuk menghindarkan personel berhadapan langsung dengan potensi racun dari asap. Jadi kita gunakan mobil robotik,” kata Syaiful.
Ledakan terjadi berulang kalo, sejak awal kebakaran karena banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang. Botol-botol kecil berisi cairan kimia dan gas ikut tersambar api hingga meledak satu per satu.
“Ternyata gudang ini isinya banyak bahan kimia dan gas. Awal-awal memang banyak sekali ledakan,” ujarnya.
Meski demikian, belum ada warga yang mengeluhkan soal asap beracun yang ditimbulkan akibat kebakaran ini. Sebab, kebakaran terjadi di kompleks pergudangan yang tidak ada pemukiman warga.