-
Tiga orang tewas akibat wabah hantavirus yang menyerang penumpang kapal pesiar MV Hondius.
-
Negara-negara di seluruh dunia menerapkan karantina wajib hingga 42 hari bagi para penumpang.
-
Investigasi fokus pada jejak tikus pembawa virus di wilayah Argentina, Chili, dan Uruguay.
Investigasi saat ini difokuskan pada aktivitas penumpang saat kapal bersandar di wilayah Amerika Selatan, khususnya Argentina dan Chile. Hipotesis utama mengarah pada paparan virus saat para penumpang melakukan kegiatan pengamatan burung di habitat tikus pembawa virus.
Hantavirus strain Andes dikenal memiliki masa inkubasi yang sangat panjang, yakni antara satu hingga delapan minggu sebelum gejala muncul. Hal inilah yang mendasari mengapa durasi karantina ditetapkan sangat lama dibandingkan dengan infeksi virus pada umumnya.
Wabah ini bermula di atas kapal MV Hondius milik perusahaan Belanda yang melakukan pelayaran di sekitar Amerika Selatan dan Atlantik Selatan. Hantavirus strain Andes yang ditemukan dalam kasus ini memiliki karakteristik unik karena merupakan salah satu jenis hantavirus yang dicurigai dapat menular antarmanusia, meskipun penularan utama berasal dari kotoran tikus yang terinfeksi.
Investigasi WHO saat ini masih mendalami titik awal paparan di situs-situs alam yang dikunjungi penumpang sebelum kapal mencapai Tenerife.