Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 13 Mei 2026 | 13:20 WIB
Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus
Pengadilan Militer II-08 kasus Andrie Yunus, di Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Lettu Budhi Hariyanto Widhi mengakui sebagai penginisiasi penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus saat sidang militer.
  • Terdakwa memberikan saran penyiraman secara spontan di Pengadilan Militer Jakarta pada Rabu, 13 Mei 2026 sebagai tindakan praktis.
  • Lettu Budhi mengaku tidak mempertimbangkan dampak bahaya cairan tersebut terhadap korban saat memberikan instruksi aksi kekerasan tersebut.

Suara.com - Letnan Satu (Lettu) Budhi Hariyanto Widhi, anggota BAIS TNI yang duduk sebagai Terdakwa II dalam sidang penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus, mengakui di hadapan majelis hakim bahwa ide penyiraman itu lahir bukan dari rencana matang, melainkan dari satu kata yang meluncur begitu saja dari mulutnya, siram.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (13/5/2026), oditur mencecar Lettu Budhi dengan serangkaian pertanyaan yang membongkar asal-muasal gagasan keji itu.

Oditur memulai dengan mengkonfirmasi pernyataan Sersan Dua (Serda) Edi Sudarko selaku Terdakwa I, bahwa kekesalan dan emosinya terhadap Andrie Yunus akan dilampiaskan dengan cara memukuli.

"Kemudian pada saat tanggal 11 tadi, Terdakwa I menyampaikan bahwa kekesalan dan emosi Terdakwa I kepada saudara Andrie Yunus itu akan dilampiaskan dengan memukuli?" tanya oditur.

"Siap, betul," jawab Lettu Budhi.

Pertanyaan Oditur lalu bergeser kepada peran sentral Lettu Budhi, mengapa ia justru menyarankan penyiraman, bukan pemukulan seperti yang direncanakan Terdakwa I.

"Nah, kenapa saudara Terdakwa II menyarankan untuk disiram? Apa alasannya?" tanya oditur lagi.

"Ya supaya lebih cepat dan praktis," sahut Lettu Budhi.

Oditur kemudian menggali lebih jauh, mempertanyakan apakah Lettu Budhi mengetahui efek cairan itu terhadap kulit manusia sebelum ia melontarkan sarannya.

baca juga

"Apakah saudara Terdakwa II mengetahui hasil atau mengetahui efek dari cairan itu apabila terkena kulit?" tanya oditur.

"Tidak tahu," kata Lettu Budhi.

Pengakuan itu memunculkan paradoks yang tajam. Lettu Budhi mengaku tidak mengetahui dampak cairan yang ia sarankan, namun tetap mengusulkannya tanpa ragu.

Oditur pun sempat mendesak Lettu Budhi untuk mengungkap pertimbangan apa yang mendasari gagasannya, dan jawaban sang perwira justru semakin memperlihatkan betapa ringannya ia memperlakukan nasib orang lain.

"Itu pertimbangannya apa terdakwa?" tanya oditur.

"Tidak ada pertimbangan. Spontanitas saja," kata Lettu Budhi.

Satu kata dari seorang anggota BAIS TNI, yang meluncur tanpa pertimbangan dan tanpa pengetahuan akan akibatnya, kini menjadi bukti dalam persidangan yang menyeret nama institusi militer ke dalam pusaran kekerasan terhadap aktivis hak asasi manusia. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 12:01 WIB

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

Eks Direktur BAIS Bongkar Rahasia Dapur Intelijen: Cuma Kasih 'Bisikan', Sisanya Hak Presiden

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 07:18 WIB

Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus

Datang ke RSCM, Oditur Militer Pulang Tanpa Bisa Temui Andrie Yunus

News | Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54 WIB

Terkini

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Terungkap! Ini Cara Polda Jatim Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Arisan Bodong

Jatim | Rabu, 12 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Fenomena Lipstick Effect, Kaburkan Kondisi Daya Beli Lemah

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:51 WIB

4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya

4 Tablet Xiaomi 8/256 GB Murah Mulai Rp2 Jutaan, Cek Spesifikasinya

Tekno | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi

Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi

Bisnis | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya

Apa itu Tinted Sunscreen? Mengenal Kandungan dan Cara Kerjanya

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:40 WIB

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Berlatih 2 Kali Sehari, Shin Tae-yong Pakai Metode Timnas Indonesia di Persija

Bola | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

4 Rekomendasi Buku dari Hyunjin Stray Kids, Ada 'Vegetarian' hingga 'Almond'!

Your Say | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:35 WIB

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Mikroplastik dalam Kosmetik: Bagaimana Produk Kecantikan Bisa Mencemari Lingkungan?

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:30 WIB

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

Isu Gerakan Massa Agustus Ramai di Medsos, Murni Keresahan Ekonomi atau Ada Kepentingan Politik?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Sungai Cihaur Diduga Dicemari Limbah, DLH Bandung Barat Kantongi Nama Pelakunya

Jabar | Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:27 WIB

×