- Ketua MPR RI Ahmad Muzani memutuskan mengadakan pertandingan ulang Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat akibat polemik penilaian.
- Keputusan ini diambil setelah kritik masyarakat terkait ketidakadilan penilaian final lomba pada 9 Mei 2026 di Pontianak.
- Penyelenggara akan melibatkan juri independen dan melakukan pengawasan langsung oleh pimpinan MPR untuk menjamin objektivitas kompetisi.
5. Evaluasi Total: MPR berkomitmen untuk terus menyempurnakan kegiatan sosialisasi Empat Pilar agar tidak terjadi kekhilafan serupa di masa mendatang.
Muzani mengakui adanya keterbatasan dan kekhilafan dalam penyelenggaraan sebelumnya di Kalimantan Barat.
Namun, ia menekankan bahwa kegiatan LCC ini sangat fundamental bagi masa depan bangsa, sehingga harus tetap dilanjutkan dengan standar yang lebih baik.
"Kegiatan ini harus terus dilanjutkan karena ini adalah salah satu cara untuk memastikan bahwa pemimpin-pemimpin ke depan kita, anak-anak muda kita, harus memahami dengan betul tentang dasar negaranya yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," pungkasnya.

Sebelumnya, insiden tersebut terjadi pada babak final yang digelar di Pontianak, Sabtu (9/5/2026), yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau.
Keriuhan muncul saat sesi rebutan ketika juri melontarkan pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK.
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjawab dengan lengkap: “Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden.” Namun, juri justru memberikan nilai minus 5.
Ironisnya, saat pertanyaan dilempar kembali, Regu B dari SMAN 1 Sambas memberikan jawaban yang identik dengan Regu C. Juri kemudian menyatakan jawaban tersebut benar dan memberikan nilai 10.
Meski Regu C sempat melayangkan protes dan meminta kesaksian audiens, juri tetap pada keputusannya dengan dalih Regu C tidak menyebutkan "pertimbangan DPD".
Walaupun kesalahan penilaian tersebut tidak mengubah status juara—karena SMAN 1 Sambas tetap unggul secara poin keseluruhan dan tetap mewakili Kalimantan Barat.