- Presiden Prabowo Subianto akan mengalokasikan sepuluh triliun rupiah hasil denda administratif Satgas PKH untuk merenovasi puskesmas.
- Menteri Kesehatan melaporkan sepuluh ribu puskesmas di Indonesia belum pernah mendapatkan perbaikan sejak era Presiden Soeharto.
- Pemerintah menargetkan perbaikan fasilitas kesehatan dan sekolah menggunakan dana negara yang diselamatkan dari praktik korupsi.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto berencana menggunakan uang hasil denda administratif sebanyak Rp 10 triliun untuk perbaikan puskesmas. Prabowo mendapat laporan belum ada perbaikan puskesmas sejak era Presiden ke-2 RI Soeharto.
Uang yang dimaksud ialah uang yang dikumpulkan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dari denda administratif yang kemudian diserahkan kepada negara.
Prabowo bercerita dirinya usai melakukan munjungan ke sejumlah daerah. Diketahui akhir pekan kemarin, pulang lawatan dari Filipina, Prabowo berkunjung ke Miangas dan Gorontalo.
Prabowo bercerita soal laporan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kepada diirinya.
"Saya baru keliling beberapa daerah terpencil, dapat laporan dari Menteri Kesehatan: "Pak, kita punya 10.000 puskesmas. Sejak zamannya Pak Harto, 30 tahun, puskesmas tersebut belum pernah diperbaiki." 10.000," kata Prabowo di Kejaksaan Agung, Rabu (13/5/2026).
Prabowo lantas bertanya kepada Menkes butuh angggaran berapa untuk perbaikan 10.000 puskesmas di seluruh Indonesia.
"Saya bilang, Kau butuh uang berapa untuk perbaiki 10.000? Kira-kira satu puskesmas Rp2 miliar, jadi kita butuh kurang lebih Rp20 triliun," kata Prabowo mengulang percakapan dengan Menkes.
Menurut Prabowo, denda administratif yang dikumpulkan Satgas PKH bisa membiayai setengah dari target puskesmas yang ingin direnovasi.
"Saudara-saudara, hari ini artinya kita bisa selesaikan 5.000 puskesmas, Rp10 triliun. Kalau bulan depan benar yang masuk 10 triliun lagi dari Satgas, plus Rp39 triliun dari PPATK, berarti Rp49 triliun. Berarti semua Puskesmas dengan mudah kita perbaiki. Sekolah-sekolah yang belum diperbaiki bisa segera kita perbaiki," kata Prabowo.
Prabowo mengatakan pemerintah sudah menganggarkan perbaikan 17.000 sekolah melalui anggaran tahun lalu.
"Di APBN tahun lalu kita sudah perbaiki 17.000 sekolah, tahun ini sedang kita perbaiki 70.000 sekolah, tahun depan kita akan perbaiki 100.000, tahun depannya lagi 100.000, dan tahun depannya lagi kita selesaikan nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki," kata Prabowo.
"Semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan, uang-uang tersebut akan hilang dimakan para koruptor dan para maling-maling dan perampok-perampok tersebut," sambung Prabowo.