- Presiden Xi Jinping memperingatkan Presiden Donald Trump di Beijing mengenai potensi konflik militer akibat isu kedaulatan Taiwan.
- Pemerintah China menentang keras dukungan senjata Amerika Serikat terhadap Taiwan karena dianggap sebagai pelanggaran prinsip Satu China.
- Ketegangan geopolitik terkait Taiwan diprediksi dapat mengganggu stabilitas keamanan serta kondisi ekonomi global secara sangat signifikan.
Keputusan provokatif tersebut secara langsung memicu protes keras dari pemerintah di Beijing yang menganggapnya sebagai bentuk pelanggaran kedaulatan yang sangat serius.
Latar Belakang Isu: Sengketa Panjang "Satu China"
Pemerintah China secara konsisten menganggap Taiwan sebagai sebuah provinsi yang memisahkan diri dan akan dipersatukan kembali dengan daratan utama, jika perlu dengan kekuatan militer.
Sementara itu, Taiwan yang telah menjalankan pemerintahan independennya sendiri sejak tahun 1949 terus berupaya mempertahankan status kedaulatannya di tengah tekanan geopolitik yang semakin meningkat.
Peringatan keras dari Xi Jinping ini menjadi sinyal jelas bagi Donald Trump bahwa kesabaran Beijing terhadap intervensi militer AS di kawasan kini telah mencapai batasnya.
Konflik terbuka antara dua negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia ini diprediksi akan menimbulkan guncangan hebat bagi stabilitas keamanan dan ekonomi global secara keseluruhan.