- Belasan anggota ormas GRIB Jaya menggeruduk kediaman penulis Ahmad Bahar di Depok pada Minggu, 17 Mei 2026.
- Ormas membawa putri Ahmad Bahar ke markas mereka sebagai bentuk intimidasi terkait konten TikTok yang mengkritik Hercules.
- Kasus berakhir damai melalui mediasi kepolisian dengan penandatanganan surat kesepakatan antara pihak Ahmad Bahar dan ormas.
Suara.com - Rumah seorang penulis buku sekaligus penggiat media sosial, Ahmad Bahar, di Cimanggis, Depok, diduga sempat digeruduk belasan anggota ormas GRIB Jaya pada Minggu (17/5/2026) siang.
Istri Ahmad Bahar, Yenni Nur, mengungkapkan ketakutannya saat rombongan pria tersebut mencoba memaksa membawa putrinya yang berusia 33 tahun ke markas mereka.
"Di rumah cuma ada anak-anak saya, mereka nyari suami saya enggak ada, akhirnya anak saya dipaksa ikut biar suami saya nemuin Hercules di markasnya. Yang dicari Pak Ahmad, terus sampai anak saya dibawa itu untuk jadi sandera kalau Pak Ahmad belum nemuin mereka," ujar Yenni, dikutip Selasa (19/5/2026).
Berikut adalah delapan fakta terkait aksi intimidasi yang menimpa keluarga Ahmad Bahar:
1. Digeruduk Belasan Anggota Ormas
Rombongan yang mengaku anggota GRIB Jaya mendatangi kediaman Ahmad Bahar pada Minggu siang sekitar pukul 14.00 WIB.
Saat itu, Ahmad Bahar sedang tidak berada di rumah karena tengah melakukan perjalanan untuk menyerahkan buku kepada Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. Di dalam rumah hanya terdapat anak-anak Ahmad Bahar dan ibu mertuanya yang sedang sakit.
2. Putri Ahmad Bahar Disebut sempat Dibawa ke Markas GRIB Jaya
Karena tidak menemukan Ahmad Bahar, rombongan tersebut membawa putri sulungnya, F (33), ke kantor pusat DPP GRIB Jaya di Jakarta Barat.
Pihak keluarga menyebut ini sebagai tindakan penyanderaan agar Ahmad Bahar mau menemui Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules. Selama proses tersebut, Ketua RW setempat ikut mendampingi F untuk memastikan keselamatannya.
![Penulis sekaligus pemilik akun TikTok @pecimiringg_, Ahmad Bahar. [Suara.com/istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/18/83622-ahmad-bahar.jpg)
3. Dipicu Konten TikTok Kritik terhadap Hercules
Aksi penggerudukan ini diduga kuat dipicu oleh unggahan video di akun TikTok Ahmad Bahar (@pecimiringg_). Dalam kontennya, Ahmad mengkritik sikap Hercules yang dinilai tidak sopan terhadap tokoh senior Amien Rais.
Ahmad sempat mengunggah kalimat sindiran seperti "Kamu tuh udah waktunya tumbang" yang membuat pihak ormas merasa tersinggung dan menuntut klarifikasi secara langsung.
4. Tuduhan Pesan Ancaman akibat Peretasan WhatsApp
Selain soal konten TikTok, pihak GRIB Jaya menuduh nomor WhatsApp milik Ahmad Bahar dan putrinya mengirimkan pesan ancaman serta video AI kepada istri Hercules dan pengurus ormas.
Namun, Ahmad Bahar menegaskan bahwa pada hari Kamis (14/5/2026), akun WhatsApp miliknya dan sang putri telah diretas (di-hack).
Meski bukti peretasan sudah ditunjukkan, pihak GRIB Jaya sempat tidak memercayai penjelasan tersebut.
5. F Sempat Diinterogasi Langsung oleh Hercules
Selama berada di markas GRIB Jaya, F mengaku sempat bertemu dan diinterogasi langsung oleh Hercules selama kurang lebih 30 menit.
F menuturkan bahwa Hercules tidak berbicara dengan nada marah. Menurut pengakuannya, Hercules hanya menyampaikan pertanyaan dan pernyataannya dengan tegas, sehingga menurut Yenni (Ibu F) situasi tersebut tetap membuat F merasa tertekan, terlebih peristiwa itu terjadi bertepatan dengan hari ulang tahunnya.
6. Pembelaan GRIB Jaya: Datang untuk Klarifikasi
Pihak DPP GRIB Jaya melalui Kabid Humas Marcel Gual membantah adanya pengepungan maupun penyanderaan.
Menurutnya, kedatangan sejumlah anggota ke rumah Ahmad Bahar dilakukan secara persuasif untuk melakukan klarifikasi atau tabayun terkait konten video yang dianggap memuat tantangan, fitnah, dan narasi ofensif terhadap Hercules.
Marcel juga menilai Ahmad Bahar tidak menunjukkan sikap ksatria karena dianggap menghindar saat ingin ditemui.
7. Polisi Bantah Ada Penyanderaan
Polres Metro Depok turut memediasi persoalan tersebut dan meluruskan narasi penyanderaan yang beredar di media sosial.
Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Made Budi menjelaskan bahwa pihak kepolisian tidak melihat adanya unsur penyanderaan dalam peristiwa itu. Menurutnya, anggota ormas hanya menunggu Ahmad Bahar datang, sementara putrinya dibawa hingga sang ayah menemui mereka.
![Penulis sekaligus TikToker Ahmad Bahar. [YouTube]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/19/82674-ahmad-bahar.jpg)
8. Berakhir Damai dengan 'Hitam di Atas Putih'
Setelah Ahmad Bahar melapor ke Polres Metro Depok dengan pendampingan LBH Muhammadiyah, pihak kepolisian segera bertindak responsif.
Polisi meminta pihak GRIB Jaya mengantarkan F ke Mapolres Metro Depok.
Pada Senin (18/5/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, kedua belah pihak akhirnya sepakat berdamai dengan menandatangani surat kesepakatan bermaterai.
Ahmad Bahar menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat penyalahgunaan nomor teleponnya oleh peretas dan bersedia menurunkan video yang dipersoalkan.
Reporter: Dinda Pramesti K