Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar

Muhammad Yasir | Adiyoga Priyambodo | Suara.com

Kamis, 21 Mei 2026 | 09:28 WIB
Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk di Dunia, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Luar
Kabut polusi udara menyelimuti gedung-gedung bertingkat di Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Jakarta menempati peringkat pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Kamis pagi, 21 Mei 2026.
  • Situs IQAir mencatat indeks kualitas udara Jakarta mencapai angka 171 dengan kategori tidak sehat bagi seluruh populasi.
  • Warga disarankan menghindari aktivitas luar ruangan dan menggunakan masker untuk meminimalisir dampak polusi udara yang buruk tersebut.

Suara.com - Kualitas udara di Jakarta pada Kamis (21/5/2026) pagi menduduki peringkat pertama sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Kondisi ini terpantau melalui data situs pemantau kualitas udara IQAir yang secara rutin memantau dan merilis indeks kualitas udara dari berbagai kota besar di seluruh penjuru dunia.

Berdasarkan data tersebut, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 171 dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 84 mikrogram per meter kubik.

Sebagai acuan, IQAir membagi kualitas udara ke dalam beberapa kategori berdasarkan rentang nilai PM2,5. Mulai dari baik (0–50), sedang (51–100), tidak sehat bagi kelompok sensitif (101–150), tidak sehat (151–199), sangat tidak sehat (200–299), hingga berbahaya (300–500).

Kategori berbahaya merupakan yang paling mengkhawatirkan karena secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan secara serius pada seluruh populasi yang terpapar.

Berdasar paparan angka di atas, Jakarta ditempatkan dalam kategori tidak sehat, yang berarti kualitas udara dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif, serta berpotensi menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Gambar menunjukkan asap tebal dari pabrik atau kendaraan yang mencemari udara, melambangkan dampak emisi gas rumah kaca terhadap lingkungan dan kesehatan manusia (unsplash.com/@niki_likomanov)
Gambar menunjukkan asap tebal dari pabrik atau kendaraan yang mencemari udara, melambangkan dampak emisi gas rumah kaca terhadap lingkungan dan kesehatan manusia (unsplash.com/@niki_likomanov)

Menyikapi kondisi tersebut, IQAir mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi warga Jakarta dalam menyikapi buruknya kualitas udara saat ini.

Mulai dari menghindari aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker jika tetap harus berkegiatan di luar ruangan, serta menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor.

Jakarta tercatat mengungguli sejumlah kota besar lain yang juga mencatatkan kualitas udara buruk pagi ini.

Kota dengan kualitas udara terburuk urutan kedua yaitu Santiago (Chile) dengan angka 145, ketiga yaitu Kathmandu (Nepal) dengan angka 142, urutan keempat Riyadh (Arab Saudi) di angka 135, dan urutan kelima Kinshasa (Republik Demokratik Kongo) dengan angka 132.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

23 Gedung di Jakarta Terancam Disegel Imbas Tak Punya Izin SLF, Termasuk Pasar Asemka!

23 Gedung di Jakarta Terancam Disegel Imbas Tak Punya Izin SLF, Termasuk Pasar Asemka!

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 14:00 WIB

Dari Tong Sampah ke Turbin Listrik, Jakarta Harus Belajar Kelola Limbah dari Kopenhagen

Dari Tong Sampah ke Turbin Listrik, Jakarta Harus Belajar Kelola Limbah dari Kopenhagen

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 11:37 WIB

Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu

Pramono Anung: Ring Tinju Redam Geng Jalanan Jakarta Timur, Saya Bangun Lagi di Kampung Melayu

News | Senin, 18 Mei 2026 | 18:56 WIB

Terkini

TNI Kerahkan Pasukan dan Helikopter Buru OPM Usai 8 Pendulang Emas Dibunuh di Yahukimo

TNI Kerahkan Pasukan dan Helikopter Buru OPM Usai 8 Pendulang Emas Dibunuh di Yahukimo

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 10:12 WIB

Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila

Bukan Sekadar Fiskal, Pimpinan DPD: Pidato Prabowo Ekspresi Nyata Ekonomi Pancasila

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:51 WIB

Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026

Rangkuman Lengkap Pidato Prabowo di Rapat Paripurna DPR RI 20 Mei 2026

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 09:39 WIB

Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal

Narasi Viral Ternyata Rekayasa! Polisi: Model Ansy Jan De Vrie Bukan Korban Begal

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:52 WIB

Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data

Peringati Harkitnas, Menteri PANRB Dorong Transformasi Birokrasi Berbasis Data

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:50 WIB

'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR

'Tetangga Punya SHM, Kami Kok Tidak?' Warga Pangkalan Jati Tagih Keadilan Lahan ke Komisi XI DPR

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:09 WIB

Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla

Benjamin Netanyahu Minta Lepaskan Aktivis Global Sumud Flotilla

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:08 WIB

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

Dari Tragedi 98 hingga Isu Papua, Mahasiswa UI Suarakan Kekecewaan Lewat Aksi #Reformati

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 08:07 WIB

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Diduga Terima SGD 213.600 di Kasus Suap Blueray Cargo!

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:37 WIB

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

Benjamin Natanyahu: Perlakuan Menteri Israel ke Aktivis Global Sumud Flotilla Tak Sesuai Norma

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 07:35 WIB