- Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS memicu tekanan ekonomi bagi masyarakat kelas menengah dan bawah di Indonesia.
- Sosiolog UGM Arie Sujito menyatakan penurunan daya beli masyarakat kini berpotensi memicu dampak sosial dan ketidakstabilan politik nasional.
- Berkurangnya kapasitas fiskal negara menghambat pelayanan publik sehingga pemerintah perlu segera mengambil kebijakan darurat yang tepat sasaran.
Dampaknya mulai terasa di berbagai sektor, termasuk pendidikan yang harus menghadapi pengurangan anggaran dan berbagai keterbatasan pembiayaan.
Dalam situasi seperti ini, berbagai institusi dituntut mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.
Arie menilai kondisi tersebut tidak dapat dianggap sebagai persoalan ringan. Pasalnya memang berkaitan langsung dengan keberlanjutan pelayanan publik bagi masyarakat.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa krisis ekonomi yang tidak segera ditangani berpotensi berkembang menjadi krisis sosial bahkan politik. Menurutnya, tekanan yang dialami kelas menengah dapat memicu dampak berantai terhadap kelompok masyarakat lain, terutama kelas bawah yang memiliki daya tahan ekonomi lebih lemah.
Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah strategis dan kebijakan darurat yang mampu meredam dampak krisis secara cepat dan tepat sasaran.
"Apabila tekanan ekonomi terus menumpuk tanpa solusi yang jelas, kondisi ini dikhawatirkan memengaruhi stabilitas sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap negara," tandasnya.