Kata-kata Pemerintah Indonesia Tahu Aktivis Global Sumud Flotilla Disiksa Israel

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 21 Mei 2026 | 13:25 WIB
Kata-kata Pemerintah Indonesia Tahu Aktivis Global Sumud Flotilla Disiksa Israel
Massa dari Solidaritas Seni untuk Palestina mengibarkan bendera Palestina saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia mengutuk keras penangkapan relawan Global Sumud Flotilla 2.0 oleh militer Israel.

  • Kementerian Luar Negeri memprioritaskan pembebasan segera seluruh WNI yang ditahan dalam misi tersebut.

  • Tindakan militer Israel ditegaskan sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.

Suara.com - Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan brutal militer Israel yang menyandera dan menyiksa relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Aksi kekerasan di perairan internasional tersebut dinilai merubuhkan pilar kemanusiaan dunia secara terang-terangan.

Pelanggaran hukum internasional secara masif kembali dipertontonkan oleh Israel lewat operasi militer sepihak ini.

Militer Israel mulai mencegat kapal dalam konvoi kemanusia untuk Gaza, Global Sumud Flotilla, yang berlayar menuju Jalur Gaza dari Turki. [Istimewa]
Militer Israel mulai mencegat kapal dalam konvoi kemanusia untuk Gaza, Global Sumud Flotilla, yang berlayar menuju Jalur Gaza dari Turki. [Istimewa]

Jakarta kini mengambil sikap diplomasi ofensif guna membongkar kesewenang-wenangan terhadap misi bantuan sipil.

Fokus utama diplomasi Indonesia kini diarahkan sepenuhnya pada keselamatan warga negara yang disandera.

Langkah taktis pencarian jalur evakuasi mulai digelar demi membawa pulang para pejuang kemanusiaan.

"Pemerintah Indonesia terus fokus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan seluruh WNI yang ditangkap," dalam pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Militer Israel mulai mencegat kapal dalam konvoi kemanusia untuk Gaza, Global Sumud Flotilla, yang berlayar menuju Jalur Gaza dari Turki. [Istimewa]
Militer Israel mulai mencegat kapal dalam konvoi kemanusia untuk Gaza, Global Sumud Flotilla, yang berlayar menuju Jalur Gaza dari Turki. [Istimewa]

Sikap tegas ini menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam atas penindasan relawan.

Langkah mitigasi risiko sebenarnya telah dirancang jauh sebelum armada kapal kemanusiaan tersebut bertolak.

baca juga

Kementerian Luar Negeri bersama simpul perwakilan diplomatik terkait terus bergerak di jalur hukum internasional.

Negosiasi lintas negara diperketat demi memastikan hak-hak dasar para korban penculikan militer terpenuhi.

Pemerintah menegaskan tidak ada ruang kompromi bagi keselamatan warga negara di zona konflik.

Sinergi dengan lembaga internasional dipacu untuk memperkuat tekanan global terhadap otoritas Tel Aviv.

"Pelindungan WNI merupakan prioritas utama dan Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke tanah air secepatnya."

Keluarga relawan di tanah air terus mendapatkan pembaruan informasi berkala mengenai perkembangan di lapangan.

Konsistensi perlindungan ini menjadi bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya di luar negeri.

Insiden tragis ini bermula saat armada Global Sumud Flotilla 2.0 bergerak membawa bantuan logistik.

Pelayaran tersebut murni membawa misi solidaritas global untuk menembus blokade ilegal di Gaza.

Namun, militer Israel merespons misi damai tersebut dengan kekuatan senjata dan penangkapan paksa.

Dunia kini menanti ketegasan komunitas internasional atas pelanggaran hak asasi manusia yang berulang ini.

Lembaga hak asasi manusia Israel, Adalah, berhasil mendokumentasikan berbagai bukti kekerasan fisik dan psikologis yang menimpa para relawan tersebut.

Dikutip dari Anadolu, tindakan tidak manusiawi ini memicu gelombang kecaman internasional karena menargetkan misi bantuan sipil untuk warga Gaza.

Sedikitnya tiga aktivis dilaporkan harus dilarikan ke rumah sakit akibat menderita cedera yang sangat serius.

Puluhan peserta aksi lainnya diduga mengalami patah tulang rusuk hingga kesulitan bernapas akibat penganiayaan berulang.

Tim hukum Adalah mengonfirmasi adanya kesaksian yang konsisten mengenai penggunaan alat sengatan listrik terhadap para tahanan.

Para relawan kemanusiaan tersebut dipaksa bertahan dalam posisi tubuh yang menyakitkan serta merendahkan martabat manusia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas

Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:49 WIB

Apa itu Kapal Flotilla? WNI Penumpang Kapal Ditangkap Israel

Apa itu Kapal Flotilla? WNI Penumpang Kapal Ditangkap Israel

Lifestyle | Kamis, 21 Mei 2026 | 13:15 WIB

Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini

Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini

News | Kamis, 21 Mei 2026 | 11:25 WIB

Terkini

Kronologi Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Rp3,5 Miliar, Berawal dari Janji Manis Investasi

Kronologi Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan Rp3,5 Miliar, Berawal dari Janji Manis Investasi

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:12 WIB

Dorong Efisiensi Bisnis, BRI Perbarui Qlola dengan Tampilan yang Lebih Intuitif

Dorong Efisiensi Bisnis, BRI Perbarui Qlola dengan Tampilan yang Lebih Intuitif

Bogor | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:11 WIB

Keluarga Siswa Tewas Imbas Jalan Licin Kramatjati Tuntut Penataan Pasar Tumpah

Keluarga Siswa Tewas Imbas Jalan Licin Kramatjati Tuntut Penataan Pasar Tumpah

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:10 WIB

Ruang Pimpinan Unsoed di Lantai 3 Disegel KPK, Usai Rektor dan Wakilnya Kena OTT!

Ruang Pimpinan Unsoed di Lantai 3 Disegel KPK, Usai Rektor dan Wakilnya Kena OTT!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Menteri Jerman dan Wamenkes Tinjau Langkah Hijau Bayer di Cimanggis, Ini Hasilnya

Menteri Jerman dan Wamenkes Tinjau Langkah Hijau Bayer di Cimanggis, Ini Hasilnya

Jabar | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Rumah Murah yang Dijual Danantara Bukan Sengketa

Rumah Murah yang Dijual Danantara Bukan Sengketa

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:08 WIB

Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin

Qlola Catat Pertumbuhan Pengguna 42,6 Persen, BRI Hadirkan New Skin

Surakarta | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:07 WIB

Duduk Perkara Ruben Onsu Terjerat Kasus Penipuan Hingga Terancam Dipenjara

Duduk Perkara Ruben Onsu Terjerat Kasus Penipuan Hingga Terancam Dipenjara

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:05 WIB

The Island of the Blue Dolphins: 18 Tahun Sendirian di Pulau Terpencil?

The Island of the Blue Dolphins: 18 Tahun Sendirian di Pulau Terpencil?

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:05 WIB

Gubernur Sulsel Raih Bakti Koperasi Nayaka Mahambara di Ajang Koperasi Awards 2026

Gubernur Sulsel Raih Bakti Koperasi Nayaka Mahambara di Ajang Koperasi Awards 2026

Sulsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 14:04 WIB

×