Dafta Negara Protes Kekejaman Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 22 Mei 2026 | 10:31 WIB
Dafta Negara Protes Kekejaman Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Termasuk 9 WNI
Sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla tiba di Istanbul setelah mengalami kekerasan militer Israel. (Istimewa)
baca 10 detik
  • Sembilan relawan kemanusiaan asal Indonesia berhasil dibebaskan dari penahanan Israel dan telah tiba di Istanbul, Turkiye.

  • Selama masa penahanan, para WNI mengalami kekerasan fisik berat berupa pemukulan, penendangan, hingga penyiksaan setrum.

  • Insiden pencegatan kapal bantuan Gaza ini memicu krisis diplomatik global dan kecaman keras dari berbagai negara.

Suara.com - Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan kemanusiaan dunia akhirnya berhasil dibebaskan dari tahanan militer Israel.

Para relawan yang membawa bantuan untuk warga Gaza tersebut kini telah dievakuasi dan tiba dengan selamat di Istanbul, Turkiye, pada Kamis (21/5/2026).

Pembebasan ini menjadi sorotan tajam global karena menguak tabir kebrutalan interogasi aparat Israel terhadap para aktivis kemanusiaan di perairan internasional.

Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)
Global Sumud Flotilla (Instagram.com/globalsumudflotilla)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri langsung bergerak cepat mengamankan para korban setelah masa penahanan yang penuh intimidasi.

Saat ini, seluruh WNI tersebut berada dalam penanganan intensif pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul guna persiapan kepulangan ke tanah air.

Meskipun dinyatakan sehat secara umum, kesaksian dari lapangan menunjukkan adanya pelanggaran hak asasi manusia yang berat selama masa interogasi.

Para relawan asal Indonesia dilaporkan menerima penyiksaan fisik yang traumatis selama disekap tiga hingga empat hari oleh militer.

Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]
Massa dari Solidaritas Seni Untuk Palestina mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis yang diculik Israel di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). [ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU]

Kepala Perwakilan Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono, mengonfirmasi tindakan tidak manusiawi yang menimpa para pejuang kemanusiaan tersebut.

Darianto membeberkan bentuk-bentuk intimidasi fisik yang diterima para WNI tersebut.

baca juga

"Ada yang ditendang, ada yang dipukul, atau disetrum," kata Darianto.

Sembilan WNI ini sebelumnya sempat menyuarakan kondisi darurat melalui rekaman video Statement of SOS saat kapal mereka dihadang secara paksa.

Mereka adalah Andi Angga Prasadewa (Kapal Josef), Rahendro Herubowo (Kapal Ozgurluk), Andre Prasetyo Nugroho (Kapal Ozgurluk), Thoudy Badai (Kapal Ozgurluk), Bambang Noroyono (Abeng) (Kapal BoraLize), Herman Budianto Sudarsono (Kapal Zapyro), Ronggo Wirasanu (Kapal Zapyro), Asad Aras Muhammad (Kapal Kasr-1), dan Hendro Prasetyo (Kapal Kasr-1).

Sementara itu, evakuasi besar-besaran terus dilakukan di Ankara dengan menerbangkan sedikitnya 422 relawan menggunakan pesawat sewaan, termasuk 85 warga Turkiye.

Aksi pencegatan kapal bantuan di perairan internasional ini langsung memicu gelombang kemarahan diplomatik di berbagai belahan dunia.

Menteri luar negeri dari 10 negara, termasuk Spanyol, Brasil, dan India, mengutuk keras blokade laut tersebut karena melanggar hukum humaniter internasional.

Situasi kian memanas akibat tindakan provokatif Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, yang mengunggah video ejekan terhadap para aktivis di media sosial X.

Dalam video tersebut, Ben-Gvir memperlihatkan para relawan yang dipaksa berlutut dalam kondisi tangan terikat di lantai.

Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, mengecam keras perilaku tersebut dan menyatakannya sebagai tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.

Akibat sentimen negatif yang meluas, negara sekutu seperti Kanada, Prancis, Spanyol, Portugal, dan Belanda langsung memanggil Duta Besar Israel.

Bahkan, Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, mendesak Uni Eropa untuk segera membahas sanksi berat terhadap Ben-Gvir.

Tekanan internasional ini memaksa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberikan teguran terbuka kepada menterinya demi meredam krisis diplomasi.

Di sisi lain, satu warga negara Israel bernama Zohar Regev yang ikut dalam rombongan kemanusiaan tetap ditahan untuk diadili di Ashkelon.

Peristiwa ini menjadi bagian dari gelombang deportasi massal yang dilakukan Israel terhadap ratusan aktivis kemanusiaan internasional dalam misi Global Sumud Flotilla (GSF).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu: Dia Penjahat Perang!

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 08:34 WIB

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

Konjen RI di Istambul Ungkap 9 WNI Ditendang, Dipukul dan Disetrum Selama Diculik Israel

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 07:10 WIB

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

Begini Rangkaian Pemulangan 9 WNI Bebas dari Israel, Visum hingga Forensik

News | Jum'at, 22 Mei 2026 | 06:49 WIB

Terkini

Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal

Rumus Volume dan Luas Permukaan Balok: Panduan Lengkap dengan Sifat dan Contoh Soal

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:34 WIB

Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M

Rokok dan Miras Ilegal Senilai Rp20,18 M Disita, Negara Terancam Rugi Rp11,81 M

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:25 WIB

Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan

Fenomena Slow Dating: Saat Gen Z Tidak Lagi Terburu-buru Menjalin Hubungan

Your Say | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:20 WIB

Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol

Buron ke Singapura, Ini Tampang Bos THM Planet Batam yang Jadi Buruan Bareskrim dan Interpol

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:16 WIB

Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh

Rp660 Juta Digelontorkan Untuk Bangun Huntap Bencana Aceh

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:15 WIB

Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone

Tak Perlu ke Toko, Begini Cara Menjajal Galaxy Z Series dari Smartphone

Tekno | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:09 WIB

KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas

KPK Diam-diam Periksa Pejabat Unsoed dan Pihak Swasta di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:01 WIB

Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung

Setelah 13 Hari Ditutup, Wisata Bromo Kembali Dibuka untuk Pengunjung

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 08:00 WIB

Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M

Emiten WSKT Selesaikan Bangunan Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM Rampung yang Bernilai Rp131 M

Bisnis | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:54 WIB

Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!

Mendagri 5 Hari Hadir di NTT: Pemerintah Pusat Enggak Akan Tinggal Diam, Kita 'Keroyok' Semua!

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 07:52 WIB

×