Perempuan di Garda Depan Krisis Iklim, Tapi Masih Minim di Ruang Kebijakan

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:13 WIB
Perempuan di Garda Depan Krisis Iklim, Tapi Masih Minim di Ruang Kebijakan
Potret Perempuan yang Sedang Menanam (Pexels/Vincent Tan)

Suara.com - Perempuan memainkan peran penting dalam menghadapi krisis iklim, terutama di tingkat komunitas dan masyarakat adat. Namun, keterlibatan mereka dalam praktik sehari-hari belum sepenuhnya tercermin dalam ruang pengambilan keputusan dan kebijakan perubahan iklim.

Sejumlah kajian menunjukkan adanya kesenjangan antara kontribusi perempuan di lapangan dan akses mereka terhadap proses kebijakan.

Dalam jurnal berjudul “Pengarusutamaan Gender Dalam Kebijakan Perubahan Iklim di Indonesia”, disebutkan bahwa perempuan masih menghadapi keterbatasan akses, kontrol, dan partisipasi dalam kebijakan iklim, yang pada akhirnya meningkatkan kerentanan mereka terhadap dampak perubahan iklim.

Penelitian lain berjudul “Gender Inequality and Renewable Energy: How Women’s Interests and Lack of Participation Leading to Women Marginalization in Renewable Energy in Indonesia” juga menyoroti bahwa marginalisasi perempuan di sektor lingkungan dan energi terjadi bukan karena kurangnya kapasitas, melainkan karena ruang partisipasi yang terbatas dalam proses pengambilan keputusan.

Akibatnya, pengalaman dan pengetahuan perempuan di tingkat komunitas sering kali belum menjadi bagian utama dalam perumusan kebijakan iklim maupun pengelolaan sumber daya alam.

Ketua Umum Perempuan AMAN, Devi Anggraini, menegaskan bahwa ketimpangan tersebut terlihat jelas dari jarak antara peran perempuan di lapangan dan representasi mereka dalam kebijakan.

“Perempuan sebenarnya terlibat langsung dalam banyak upaya menghadapi krisis iklim di tingkat komunitas, tapi keterlibatan itu belum tercermin dalam proses kebijakan perubahan iklim,” tegasnya dalam loka wicara bertajuk “Mengapa Krisis Iklim adalah Isu Keadilan Gender?” di Rakhsa Loka Festival baru-baru ini. 

Menurut Devi, diskusi dan kebijakan iklim masih didominasi oleh pendekatan ekonomi dan pembangunan, sementara relasi perempuan dengan tanah, pangan, air, dan ruang hidup di komunitas belum mendapat porsi yang memadai.

“Ruang itu bukan saja soal ekonomi, tetapi bagi para perempuan adat itu adalah tempat di mana bahasa, pengetahuan, dan hubungan sosial berlangsung,” jelasnya.

Hal senada disampaikan perwakilan Solidaritas Perempuan, Dina Herdiana. Ia menilai perempuan sudah memiliki peran besar dalam gerakan lingkungan, tetapi belum memperoleh dukungan kebijakan yang sepadan dari negara.

“Perempuan dalam gerakan lingkungan itu sudah sangat berperan, tapi negara belum memberikan ruang yang setara dalam proses kebijakan,” ujarnya.

Dina juga menyoroti inkonsistensi arah kebijakan iklim di sejumlah wilayah, termasuk alih fungsi lahan yang berdampak pada ruang hidup masyarakat, di tengah dorongan transisi energi yang masih menyisakan persoalan emisi.

Kondisi ini menunjukkan bahwa partisipasi perempuan dalam kebijakan iklim masih bersifat terbatas dan belum sepenuhnya masuk ke dalam pengambilan keputusan strategis. Padahal, pengalaman mereka di tingkat akar rumput dinilai penting untuk membangun kebijakan iklim yang lebih adil dan berkelanjutan.

Devi menegaskan, tanpa keterlibatan yang lebih substantif, perempuan berisiko hanya menjadi simbol dalam narasi kebijakan tanpa pengaruh nyata.

“Kalau tidak, perempuan hanya menjadi pembicaraan yang dipakai di mana-mana, tetapi tidak punya makna apa pun di dalam tindakan,” tegasnya.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?

Perempuan Menjaga Pangan dan Alam, Mengapa Justru Paling Rentan terhadap Krisis Iklim?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 18:15 WIB

Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?

Relokasi Akibat Krisis Iklim: Mengapa Memindahkan Warga Tidak Sesederhana Memindahkan Rumah?

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:55 WIB

Kenapa Istirahat Laki-laki Dianggap Kebutuhan, Tapi Bagi Perempuan Itu Kemewahan?

Kenapa Istirahat Laki-laki Dianggap Kebutuhan, Tapi Bagi Perempuan Itu Kemewahan?

Your Say | Senin, 25 Mei 2026 | 15:21 WIB

Terkini

Bolehkah ASN atau Awardee LPDP Mengkritik Program Pemerintah? Ini Penjelasannya

Bolehkah ASN atau Awardee LPDP Mengkritik Program Pemerintah? Ini Penjelasannya

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:18 WIB

Hitung Mundur! Hotel Sultan Wajib Dikosongkan Juni 2026, Tak Ada Lagi Alasan Menunda

Hitung Mundur! Hotel Sultan Wajib Dikosongkan Juni 2026, Tak Ada Lagi Alasan Menunda

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 11:09 WIB

Setahun Putusan Sekolah Gratis Mangkrak, JPPI Sebut Presiden Melanggar Sumpah Jabatan dan Konstitusi

Setahun Putusan Sekolah Gratis Mangkrak, JPPI Sebut Presiden Melanggar Sumpah Jabatan dan Konstitusi

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:56 WIB

MK Ancam Gugurkan Parpol yang Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan, Begini Reaksi Demokrat

MK Ancam Gugurkan Parpol yang Tak Penuhi Kuota Caleg Perempuan, Begini Reaksi Demokrat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:41 WIB

Bolehkah Kurban untuk Orang yang Sudah Wafat?

Bolehkah Kurban untuk Orang yang Sudah Wafat?

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 10:28 WIB

Geger! Kambing Kurban Mati Dibuang di Trotoar Cempaka Putih, PPSU Turun Tangan

Geger! Kambing Kurban Mati Dibuang di Trotoar Cempaka Putih, PPSU Turun Tangan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 09:23 WIB

Hari Lansia Nasional 2026: Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Lansia

Hari Lansia Nasional 2026: Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Lansia

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 09:05 WIB

GMS Pusat Sesalkan Pembubaran Paksa Ibadah di Bantul, Jemaat Anak-anak Ikut Terdampak

GMS Pusat Sesalkan Pembubaran Paksa Ibadah di Bantul, Jemaat Anak-anak Ikut Terdampak

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:45 WIB

Wamensos Agus Jabo Dorong Pringsewu Cari Lahan Sekolah Rakyat

Wamensos Agus Jabo Dorong Pringsewu Cari Lahan Sekolah Rakyat

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:34 WIB

Muncul Isu Pocong Palsu di Banten, Polisi Siaga Antisipasi Modus Kejahatan

Muncul Isu Pocong Palsu di Banten, Polisi Siaga Antisipasi Modus Kejahatan

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 08:07 WIB