Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 01 Juni 2026 | 15:25 WIB
Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri
Sejumlah peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah mengumpulkan berbagai sampel dari lokasi kejadian rumah terbakar misterius di Sleman. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Tim peneliti UGM dan BPPTKG menginvestigasi kebakaran misterius di Padukuhan Mriyan, Sleman, melalui pengambilan sampel material di lokasi.
  • Penelitian difokuskan pada analisis laboratorium terkait peningkatan konsentrasi gas serta kondisi air di sekitar area pemukiman warga.
  • Para ahli kini menunggu hasil uji laboratorium untuk menentukan penyebab ilmiah dari rangkaian peristiwa kebakaran yang terjadi.

Suara.com - Upaya mengungkap penyebab kebakaran misterius yang berulang kali terjadi di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY memasuki tahap analisis laboratorium.

Sejumlah peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah mengumpulkan berbagai sampel dari lokasi kejadian untuk diteliti lebih lanjut.

Saat berada di lokasi, tim dari UGM bahkan menyaksikan langsung kemunculan api pada sebuah kaos yang tergantung di dalam ruangan sehingga menambah data lapangan untuk dianalisis.

"Ini kami tadi barusan menyaksikan live terjadinya kebakaran setelah," kata Koordinator Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tontowi, saat ditemui di lokasi, Senin (1/6/2026).

Menurut Alva, seluruh data dan sampel yang diperoleh dari lapangan akan dibawa ke laboratorium untuk diuji secara ilmiah.

Ia menegaskan tim tidak ingin terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pengujian laboratorium keluar dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.

"Data-data hari ini yang kami ambil itu rencana nanti akan kami masukkan ke lab, kemudian dianalisis secara ilmiah," ujarnya.

Ia menjelaskan analisis laboratorium akan difokuskan pada sejumlah temuan awal, termasuk adanya peningkatan konsentrasi gas tertentu di ruangan yang beberapa kali menjadi lokasi munculnya api.

Salah satu hal yang akan diteliti lebih lanjut adalah penyebab kenaikan kadar gas yang terdeteksi saat pengukuran lapangan.

baca juga

Sementara itu, Guru Besar Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM yang juga masuk dalam tim peneliti, Sarto, menuturkan tim turut mengambil sampel air dari sejumlah titik yang dianggap berpotensi berkaitan dengan fenomena tersebut.

Sampel berasal dari kolam limbah, area sungai, sumur, hingga kamar mandi di sekitar lokasi kejadian.

"Kami mengambil sampel beberapa air dari beberapa sumber. Dari kolam limbah ada dua tempat, kemudian di rawa tanda petik itu, kemudian di sumur dan di kamar mandi," ujarnya.

Selain sampel air, tim peneliti juga mengumpulkan sampel gas dan material yang telah mengalami kebakaran. Sampel tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi jenis gas yang terlibat serta mekanisme yang menyebabkan benda-benda di dalam rumah terbakar secara berulang.

"Ya kalau kami masih sudah mengambil sampel-sampel gas, ya sampel dari benda-benda yang sudah terbakar," kata peneliti lainnya, Deendarlianto.

Sementara itu Peneliti dari BPPTKG, Aris Dwi Nugroho, menambahkan pihaknya juga melakukan pengambilan sampel gas dan air untuk mendukung investigasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

Teror Api di Rumah Warga Sleman Belum Usai, Kebakaran Terjadi 73 Kali di 65 Titik

News | Senin, 01 Juni 2026 | 15:01 WIB

Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

Warga Teriak Minta Tolong! 9 Nyawa Lolos dari Maut saat Rumah Dinas TPU Kebon Nanas Terbakar

News | Senin, 01 Juni 2026 | 09:43 WIB

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:38 WIB

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 23:26 WIB

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 22:59 WIB

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 20:58 WIB

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:45 WIB

Terkini

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:57 WIB

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:38 WIB

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 23:06 WIB

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:54 WIB

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia

Lifestyle | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:40 WIB

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya

Sport | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:32 WIB

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:24 WIB

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU

Bola | Kamis, 16 Juli 2026 | 22:10 WIB

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:48 WIB

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam

Sumsel | Kamis, 16 Juli 2026 | 21:42 WIB

×