Bea Cukai Pangkalpinang Klarifikasi Tudingan Muatan 15 Kontainer Mengandung Radio Aktif

Galih Prasetyo

Selasa, 02 Juni 2026 | 05:05 WIB
Bea Cukai Pangkalpinang Klarifikasi Tudingan Muatan 15 Kontainer Mengandung Radio Aktif
Ilustrasi Logo Bea Cukai
baca 10 detik
  • Bea Cukai Pangkalpinang menyatakan 15 kontainer ilmenit milik PT PMM telah memenuhi seluruh persyaratan resmi untuk diekspor.
  • Kepala Bea Cukai membantah tuduhan kandungan mineral radioaktif karena hasil uji laboratorium menunjukkan kadar yang sesuai aturan.
  • Kapal pembawa muatan tersebut sempat ditahan di perairan Batam dan kini sedang menjalani proses pemeriksaan lanjutan.

Suara.com - Polemik penahanan dan penyegelan 15 kontainer milik PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM) memasuki babak baru.

Bea Cukai Pangkalpinang menegaskan muatan ilmenit yang akan diekspor tersebut telah memenuhi seluruh persyaratan dan dinyatakan layak ekspor berdasarkan hasil pengujian laboratorium resmi.

Kepala Kantor Bea Cukai Pangkalpinang, Junanto Kurniawan, membantah tudingan bahwa muatan dalam 15 kontainer tersebut mengandung mineral radioaktif yang melanggar ketentuan ekspor.

Menurutnya, seluruh proses administrasi dan verifikasi teknis telah dijalankan sesuai prosedur yang berlaku.

“Sebelum pengiriman, kami sudah menerima hasil uji laboratorium dari Sucofindo yang menunjukkan kadar ilmenit di atas 45 persen, sehingga telah memenuhi syarat ekspor,” kata Junanto, Selasa (2/6/2026).

Junanto menjelaskan, setelah hasil uji laboratorium diterima, perusahaan mengajukan dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) kepada Bea Cukai.

Jika seluruh persyaratan telah terpenuhi, sistem akan secara otomatis menerbitkan Nota Persetujuan Ekspor (NPE).

Ia juga menjelaskan bahwa segel yang terpasang pada 15 kontainer tersebut berasal dari beberapa pihak, yakni PT Sucofindo, perusahaan pelayaran, dan Bea Cukai Pangkalpinang.

Terkait pemeriksaan yang dilakukan Satgas Trisakti terhadap muatan ekspor tersebut, Junanto menyebut tidak ditemukan perbedaan signifikan antara hasil uji laboratorium Sucofindo dengan hasil pemeriksaan yang dimiliki Bea Cukai.

baca juga

“Kami sudah melakukan rapat bersama Sucofindo, Satgas, pelayaran, dan PT PMM. Hasilnya tidak ada masalah. Saya juga masih bingung seperti apa kronologi penangkapan di Batam itu,” ujarnya.

Menurut Junanto, ekspor hanya akan dilarang apabila kadar ilmenit berada di bawah 45 persen atau tidak memenuhi ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

Dalam kasus ini, kata dia, syarat tersebut telah dipenuhi.

Menanggapi isu kandungan zat radioaktif dalam muatan tersebut, Junanto tidak menampik bahwa unsur logam tanah jarang (LTJ) memang terdapat secara alami di wilayah Bangka Belitung.

Namun, ia menegaskan kandungan LTJ dalam muatan PT PMM sangat kecil dan tidak mencapai satu persen.

“Semua tanah di Bangka Belitung memang mengandung LTJ karena merupakan kekayaan alam daerah ini. Tetapi sampai sekarang belum ada aturan yang menetapkan batas persentase tertentu yang dilarang untuk diekspor. Berdasarkan hasil laboratorium, kandungannya sangat kecil, bahkan tidak sampai satu persen,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa yang dilarang untuk diekspor adalah logam tanah jarang dalam bentuk murni.

Sementara muatan yang dikirim PT PMM, menurutnya, bukan merupakan LTJ murni.

“Yang dilarang adalah LTJ murni. Saya bisa memastikan barang yang dikirim PT PMM bukan LTJ murni karena karakteristiknya berbeda. LTJ murni berwarna kecokelatan, bukan hitam pekat seperti ilmenit,” tegasnya.

Sementara itu, upaya penelusuran lebih lanjut ke PT Sucofindo belum membuahkan hasil.

Pihak keamanan perusahaan menyatakan informasi lebih lanjut harus mendapatkan izin dari kantor pusat di Jakarta.

Kasus ini mencuat setelah Kapal Tongkang Capricorn yang membawa 25 kontainer bahan mineral tambang tujuan Singapura dihentikan oleh KRI Kujang 642 milik Koarmada RI di perairan Nongsa, Batam.

Kapal yang berangkat dari Pelabuhan Pangkal Balam, Pangkalpinang, itu kemudian diserahkan ke Markas Koarmada IV Batam untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, proses pendalaman terhadap kasus tersebut masih berlangsung, sementara Bea Cukai Pangkalpinang tetap berpegang pada hasil pengujian laboratorium dan dokumen ekspor yang menyatakan muatan ilmenit PT PMM telah memenuhi ketentuan untuk diekspor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gencar Ekspansi Jadi Modal TMAS Bidik Pendapatan Rp 5,53 Triliun di 2026

Gencar Ekspansi Jadi Modal TMAS Bidik Pendapatan Rp 5,53 Triliun di 2026

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 14:51 WIB

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

Gurita Korupsi Bea Cukai, KPK Bidik 20 Forwarder di Seluruh Pelabuhan Indonesia

News | Senin, 01 Juni 2026 | 19:20 WIB

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

DSI Resmi Kelola Ekspor Mulai 1 Juni, Ada Bocoran Peran Dirjen Bea Cukai

Bisnis | Minggu, 31 Mei 2026 | 16:19 WIB

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

KPK Didesak Segera Periksa Dirjen Bea Cukai Djaka Terkait Kasus Suap Blueray Cargo

News | Minggu, 31 Mei 2026 | 12:53 WIB

Terkini

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Ika Wonda Hattrick, MilkLife Strikers Buka Singa Cup 2026 dengan Kemenangan Telak

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:56 WIB

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 21:47 WIB

Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya

Revora 2026 Bakal Hadirkan 1.000 Mobil di Kawasan Lapangan Merdeka Medan, Ini Jadwal dan Keseruannya

Sumut | Minggu, 01 November 2026 | 21:44 WIB

Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele

Latihan Jadi Pengusaha Digital, Santri di Solo Mimpi Buka Warung Pecel Lele

Surakarta | Minggu, 01 November 2026 | 21:41 WIB

×