- Pemerintah menyiapkan lokasi pengungsian di Lapangan Jusuf Hamka bagi warga korban kebakaran kawasan Kebon Kosong, Jakarta Pusat.
- Kebakaran pada Senin malam diduga akibat korsleting listrik yang menghanguskan sekitar 250 rumah serta 330 kepala keluarga.
- Petugas gabungan menyalurkan bantuan logistik, melakukan pendataan korban, serta mengevakuasi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap.
Suara.com - Pemerintah menyiapkan lokasi pengungsian sementara di Lapangan Jusuf Hamka, Jalan Benyamin Suaeb, Kemayoran, Jakarta Pusat, untuk menampung ratusan warga terdampak kebakaran besar yang melanda kawasan Kebon Kosong pada Senin (1/6/2026) malam.
Langkah itu dilakukan agar pendataan korban serta penyaluran bantuan darurat dapat dilakukan lebih terorganisasi.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA mengatakan, fasilitas pengungsian telah dilengkapi kebutuhan dasar bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran.
"Tempat pengungsian sementara disiapkan agar warga tidak berkumpul di jalan dan bisa beristirahat, beserta dengan logistik yang disiapkan BPBD bekerja sama dengan Dinas Sosial, PMI, dan Baznas," kata Safrizal di Jakarta, Selasa (2/6/2026) dini hari.
Sebanyak tiga tenda dari Dinas Sosial DKI Jakarta telah didirikan di lokasi. Sejumlah kendaraan logistik milik PMI dan BPBD juga telah tiba untuk mendukung kebutuhan para pengungsi.
Saat ini pemerintah masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak di RW 04 yang meliputi RT 12, 13, 14, 15, dan 16, serta RW 05 yang mencakup RT 01, 02, dan 03.
Menurut Safrizal, pendataan tidak hanya mencakup jumlah korban, tetapi juga kelompok rentan, termasuk anak-anak usia sekolah agar kebutuhan pendidikan mereka tetap dapat diperhatikan selama masa tanggap darurat.
"Nanti setelah semua kedaruratan ini selesai baru kita diskusikan seperti apa proses bagi warga masyarakat termasuk kemungkinan-kemungkinan kalau masyarakat ingin relokasi di tempat hunian yang lebih aman," ujarnya.
![Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA (kanan) bersama Wali Kota Jakarta Pusat Arifin meninjau distribusi bantuan kedaruratan bencana kebakaran di wilayah Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) dinihari. [ANTARA/Abdu Faisal]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/02/63257-safrizal-za.jpg)
Dugaan Korsleting Listrik
Kebakaran terjadi di kawasan Kampung Pasar Haji Ung, Jalan Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, sekitar pukul 20.55 WIB. Api diduga berasal dari korsleting listrik dan cepat menjalar di permukiman padat penduduk.
Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mengerahkan 35 unit mobil pemadam dengan 165 personel untuk memadamkan api.
Selain melakukan pemadaman, petugas juga membantu mengevakuasi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat asap.
"Ada beberapa warga masyarakat yang dibawa ke rumah sakit itu karena luka ringan dan sesak karena asap," ungkap Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Meghantara.
Berdasarkan data sementara, kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 250 rumah dan 330 kepala keluarga (KK).
Hingga Selasa dini hari, petugas masih melakukan pendinginan dan pendataan terhadap warga terdampak. (Antara)