Malaysia Kutuk Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak PBB Tindak Rezim Zionis

Arief Apriadi

Selasa, 02 Juni 2026 | 13:57 WIB
Malaysia Kutuk Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak PBB Tindak Rezim Zionis
Arsip - Umat Islam beribadah di halaman Masjid Dome of the Rock di Komplek Al-Aqsa, kawasan Kota Tua Yerussalem, Kamis (12/2/2026). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj]
  • Pemukim Israel mengibarkan bendera di kompleks Masjid Al-Aqsa, memicu kecaman keras dari pemerintah Malaysia pada Selasa lalu.
  • Malaysia menilai tindakan provokatif tersebut berupaya mengubah status sejarah dan identitas budaya Yerusalem Timur yang diduduki Israel.
  • Pemerintah Malaysia mendesak PBB mengambil langkah nyata untuk menuntut pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional yang telah terjadi.

Suara.com - Tindakan pengibaran bendera Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa oleh sejumlah pemukim kembali memicu reaksi internasional.

Malaysia menilai insiden tersebut sebagai bagian dari upaya yang dapat mengubah karakter budaya, sejarah, dan identitas kawasan Yerusalem Timur yang diduduki.

Pemerintah Malaysia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas tindakan yang dinilai melanggar hukum internasional.

Malaysia Kecam Insiden di Kompleks Al-Aqsa

Ilustrasi Bendera Malaysia (Shutterstock).
Ilustrasi Bendera Malaysia (Shutterstock).

Kementerian Luar Negeri Malaysia mengutuk keras penyerbuan terbaru yang dilakukan sejumlah pemukim ke kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan aparat keamanan Israel.

Pengibaran bendera Israel di area masjid tersebut dinilai sebagai tindakan provokatif yang berpotensi memperburuk ketegangan di kawasan.

Malaysia menegaskan bahwa segala bentuk upaya yang bertujuan mengubah status, karakter budaya, maupun nilai historis Masjid Al-Aqsa tidak dapat diterima.

"Tindakan terbaru oleh pemukim ilegal dengan dukungan rezim Zionis Israel merupakan upaya untuk mengubah realitas di lapangan serta karakter budaya, sejarah, dan kesucian Masjid Al-Aqsa," demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Malaysia di Kuala Lumpur, dikutip dari Antara, Selasa (2/6/2026).

Menurut Malaysia, tindakan tersebut tidak hanya menyentuh aspek politik, tetapi juga menyangkut sensitivitas keagamaan umat Islam di seluruh dunia.

Desak PBB Ambil Langkah Konkret

Pemerintah Malaysia menilai tindakan tersebut bersifat provokatif dan berpotensi memperburuk situasi keamanan di wilayah Palestina.

Kuala Lumpur juga menegaskan bahwa berbagai tindakan yang terjadi di kawasan Yerusalem tidak boleh dibiarkan tanpa respons dari masyarakat internasional.

Malaysia meminta PBB untuk tidak hanya mengeluarkan pernyataan kecaman, tetapi juga mengambil langkah nyata sesuai hukum internasional.

Pemerintah Malaysia mendesak agar pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran tersebut dimintai pertanggungjawaban melalui mekanisme internasional yang berlaku.

Tegaskan Dukungan terhadap Palestina

Melalui pernyataan tersebut, Malaysia kembali menegaskan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Kuala Lumpur menyatakan tetap mendukung pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan sebelum 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur selama ini menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Israel-Palestina.

Berdasarkan pengaturan status quo yang berlaku selama puluhan tahun, umat Islam menjalankan ibadah di kompleks tersebut, sementara isu akses dan kunjungan kelompok lain kerap menjadi sumber ketegangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai insiden yang melibatkan pemukim Israel di kawasan Al-Aqsa berulang kali memicu kecaman dari negara-negara Muslim dan organisasi internasional.

Malaysia menegaskan bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui penghormatan terhadap hukum internasional, perlindungan tempat-tempat suci, serta pemenuhan hak-hak rakyat Palestina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!

Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:47 WIB

Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon

Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:43 WIB

John Herdman Ingin Timnas Indonesia Bertemu Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026, Ini Alasannya

John Herdman Ingin Timnas Indonesia Bertemu Malaysia dan Thailand di Piala AFF 2026, Ini Alasannya

Bola | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:24 WIB

Serunai Maut I: Kisah Kematian Massal yang Mengerikan

Serunai Maut I: Kisah Kematian Massal yang Mengerikan

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:24 WIB

Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam

Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:24 WIB

Terkini

Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?

Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:55 WIB

122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya

122 Prodi di Kampus Negeri dan Swasta Ditutup Sepanjang 2026, Menteri Brian Ungkap Alasannya

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:53 WIB

Pemerintah Anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Kepada Enam Tokoh

Pemerintah Anugerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Kepada Enam Tokoh

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:51 WIB

Habiburokhman: Tak Perlu Ada Perlakuan Khusus untuk Dino Patti Djalal

Habiburokhman: Tak Perlu Ada Perlakuan Khusus untuk Dino Patti Djalal

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:47 WIB

Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!

Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:47 WIB

Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon

Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:43 WIB

Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!

Kebakaran Kemayoran Hanguskan 304 Bangunan, Rano Karno: Listrik Harus Dijaga!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:38 WIB

Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu

Nadiem Tuding Kasus Chromebook Bermula dari Dendam Birokrasi: Banyak yang Periuk Nasinya Terganggu

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:37 WIB

Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi

Habiburokhman Sentil Dino Patti Djalal: Jangan Sok Paling Tahu Diplomasi

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:35 WIB

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

Janda di Labuhanbatu Dianiaya Besan Hingga Pingsan, Laporan Mandek di Meja Polisi?

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:14 WIB