Lebanon Bongkar Kebohongan Israel di PBB: Klaim Bela Diri, tapi Serang RS hingga Situs Warisan Dunia

Arief Apriadi

Selasa, 02 Juni 2026 | 15:02 WIB
Lebanon Bongkar Kebohongan Israel di PBB: Klaim Bela Diri, tapi Serang RS hingga Situs Warisan Dunia
Israel serang Lebanon (Antara)
baca 10 detik
  • Duta Besar Lebanon untuk PBB melaporkan bahwa Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata yang telah diberlakukan sejak April lalu.
  • Operasi militer Israel di Lebanon selatan telah menghancurkan infrastruktur sipil serta menewaskan lebih dari 3.400 orang penduduk setempat.
  • Pemerintah Lebanon menegaskan bahwa tindakan Israel melanggar hukum internasional dan menghambat upaya pemulihan kedaulatan negara secara damai.

Suara.com - Rezim Zionis Israel terus melancarkan operasi militer di Lebanon meski gencatan senjata telah diberlakukan. Pemerintah Lebanon menilai tindakan tersebut justru menghambat upaya pemulihan kedaulatan negara dan melanggar hukum internasional.

Fakta itu disampaikan Duta Besar Lebanon untuk PBB, Ahmad Arafa, dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) yang membahas situasi keamanan di kawasan tersebut.

Lebanon: Israel Langgar Gencatan Senjata

Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka setelah rentetan serangan udara menghantam berbagai wilayah pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]
Sedikitnya 16 orang dilaporkan tewas dan 58 lainnya luka-luka setelah rentetan serangan udara menghantam berbagai wilayah pada Kamis (28/5/2026) waktu setempat. [Istimewa]

Arafa menegaskan pemerintah Lebanon telah mematuhi kesepakatan gencatan senjata secara penuh.

"Lebanon telah mematuhi gencatan senjata secara penuh dan menyeluruh," kata Arafa dalam sidang Dewan Keamanan PBB, Senin (1/6).

Namun, menurutnya, Israel justru terus melakukan pelanggaran yang berdampak luas terhadap warga sipil dan infrastruktur negara.

Ia menuding militer Israel menjalankan kampanye penghancuran yang menyasar desa, kota, hingga kawasan permukiman.

"Israel juga secara sengaja menyerang tenaga medis, rumah sakit (RS), jurnalis, sekolah, infrastruktur, lembaga keamanan, pasukan UNIFIL, tempat ibadah, situs arkeologi yang ditetapkan sebagai warisan dunia, serta banyak target lain yang mencerminkan memori kolektif dan identitas peradaban Lebanon," ujar Arafa.

Tolak Klaim Bela Diri Israel

baca juga

Arafa menolak narasi yang kerap digunakan Israel untuk membenarkan operasi militernya di Lebanon.

Menurutnya, dalih pembelaan diri tidak dapat menghapus kewajiban Israel untuk mematuhi hukum humaniter internasional.

"Meskipun Israel kerap menggambarkan tindakannya sebagai bentuk pembelaan diri, klaim tersebut tidak membebaskannya dari kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional, terutama yang berkaitan dengan prinsip proporsionalitas, pembedaan, dan kehati-hatian tindakan," kata Arafa.

Ia juga menilai upaya pembentukan zona keamanan dan perubahan garis geografis di wilayah Lebanon selatan merupakan bentuk pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

Soroti Impunitas Israel

Arafa menilai pelanggaran yang terus berulang terjadi karena kurangnya akuntabilitas terhadap Israel di tingkat internasional.

Menurutnya, kegagalan komunitas global dalam meminta pertanggungjawaban hanya akan memperkuat impunitas dan membuka ruang bagi pelanggaran serupa di masa mendatang.

Meski demikian, Arafa menyampaikan apresiasi terhadap upaya diplomasi yang tengah dijalankan Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Ia menegaskan Lebanon tetap berkomitmen mendukung setiap langkah yang dapat memperkuat perdamaian dan stabilitas regional.

Latar Belakang Konflik

Operasi militer Israel di Lebanon terus berlangsung meski kesepakatan gencatan senjata mulai berlaku sejak 17 April lalu.

Kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat itu bahkan diperpanjang selama 45 hari setelah melalui proses negosiasi tidak langsung.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, konflik yang berlangsung sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 3.400 orang.

Di tengah upaya diplomasi tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan tetap memerintahkan operasi militer lanjutan di wilayah Lebanon selatan.

Salah satu hasil operasi itu adalah penguasaan Beaufort Castle, benteng bersejarah yang memiliki nilai strategis di kawasan tersebut, demikian Antara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Malaysia Kutuk Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak PBB Tindak Rezim Zionis

Malaysia Kutuk Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak PBB Tindak Rezim Zionis

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:57 WIB

Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!

Takut Negosiasi Iran Gagal, Trump Tegur Netanyahu: Tanpa Saya Kau Sudah Masuk Penjara!

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:47 WIB

Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon

Negosiasi Iran Terancam, Donald Trump Gunakan Kata Kasar Tegur Rencana Militer Netanyahu ke Lebanon

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:43 WIB

Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu

Harga Minyak Dunia Tertahan di Tengah Drama AS-Iran, Nasib Selat Hormuz Jadi Penentu

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 08:58 WIB

Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam

Trump Umumkan Perdamaian, Netanyahu Justru Ancam Serang Lebanon Lebih Kejam

News | Selasa, 02 Juni 2026 | 07:24 WIB

Terkini

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

×