Maluku Utara Pasang Target Jadi Acuan Hilirisasi Nikel Berkelanjutan

Vania Rossa

Rabu, 03 Juni 2026 | 20:10 WIB
Maluku Utara Pasang Target Jadi Acuan Hilirisasi Nikel Berkelanjutan
North Maluku Sustainability Trip. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, berkomitmen mendorong hilirisasi nikel yang mengutamakan pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.
  • Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 19,64 persen pada kuartal pertama 2026 berkat kontribusi besar sektor industri hilirisasi nikel.
  • Kadin dan berbagai organisasi internasional meninjau fasilitas IWIP di Maluku Utara untuk memastikan penerapan standar keberlanjutan rantai pasok mineral.

Suara.com - Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menegaskan komitmen daerahnya untuk mendorong hilirisasi nikel yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Sherly, industri hilirisasi telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dalam beberapa tahun terakhir.

"Tahun lalu ekonomi Maluku Utara tumbuh sekitar 34 persen secara tahunan, sementara pada kuartal pertama 2026 mencapai 19,64 persen, tertinggi di Indonesia. Sebagian besar dari industri hilirisasi khususnya di nikel. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa hilirisasi telah menciptakan nilai tambah yang nyata bagi daerah," kata Sherly, Rabu (3/6).

Ia mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat pengawasan lingkungan, transparansi, serta keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan industri agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara lebih luas dan berkelanjutan.

"Lima puluh tahun dari sekarang, Maluku Utara tidak boleh hanya dikenal karena nikel yang diambil dari tanahnya, tetapi karena nilai yang berhasil kita tinggalkan bagi masyarakatnya," ujarnya.

Berdasarkan data U.S. Geological Survey (USGS), Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar di dunia pada 2026, mencapai 62 juta ton atau sekitar 44,3 persen dari total cadangan global. Sekitar 90 persen cadangan tersebut berada di Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara.

Di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap keberlanjutan rantai pasok mineral kritis, Maluku Utara dinilai semakin menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat hilirisasi nikel yang berupaya menyeimbangkan pertumbuhan industri dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial.

Komitmen tersebut menjadi fokus dalam kegiatan North Maluku Sustainability Trip yang digelar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Komite Bilateral UK dan Irlandia bersama Kadin Indonesia dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Kegiatan ini mempertemukan berbagai organisasi internasional, pelaku industri, investor, akademisi, dan pembuat kebijakan untuk meninjau langsung perkembangan ekosistem hilirisasi nikel di Maluku Utara sekaligus membahas penerapan standar keberlanjutan di sektor mineral.

baca juga

Sejumlah organisasi yang hadir antara lain Nickel Institute, International Council on Mining and Metals (ICMM), Initiative for Responsible Mining Assurance (IRMA), Global Battery Alliance, Glencore, GIZ, akademisi, serta berbagai asosiasi industri lainnya.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, peserta mengunjungi area pertambangan PT Weda Bay Nickel (WBN) dan berbagai fasilitas di kawasan IWIP, mulai dari fasilitas pengolahan nikel, pengelolaan lingkungan, pusat riset dan pengembangan, hingga rantai nilai bahan baku baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dalam satu kawasan industri.

Perwakilan Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia sekaligus Direktur BYD Haka Auto Ahmad Fikri Susanto mengatakan investor dan pembeli global kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam rantai pasok mineral.

"Investor dan pembeli global kini ingin melihat lebih dari sekadar volume produksi. Mereka ingin memahami bagaimana rantai pasok dikelola, bagaimana lingkungan dijaga, dan bagaimana masyarakat turut merasakan manfaat pembangunan. Upaya membangun kepercayaan kini menjadi sama pentingnya dengan membangun kapasitas produksi itu sendiri," ujar Fikri.

Sementara itu, Presiden Direktur PT IWIP Kevin He mengatakan investasi yang berkembang di kawasan tersebut tidak hanya mendukung agenda industrialisasi Indonesia, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan rantai pasok kendaraan listrik dan transisi energi global.

"Namun kami juga menyadari bahwa pertumbuhan industri membawa tanggung jawab yang besar. Kemajuan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Ekspansi industri harus menciptakan peluang dan manfaat yang nyata bagi masyarakat lokal," kata Kevin.

Saat ini sekitar 85 persen tenaga kerja di kawasan IWIP berasal dari Maluku Utara. Keterlibatan tenaga kerja lokal tersebut disebut mencerminkan semakin besarnya peran masyarakat daerah dalam rantai nilai industri yang berkembang di wilayah itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minim Dermaga, Warga Pulau Bacan Bongkar Muat Barang di Tepi Pantai

Minim Dermaga, Warga Pulau Bacan Bongkar Muat Barang di Tepi Pantai

Foto | Selasa, 26 Mei 2026 | 18:45 WIB

Hilirisasi Nikel Indonesia: Antara Ambisi Besar dan Dampak yang Tak Terlihat

Hilirisasi Nikel Indonesia: Antara Ambisi Besar dan Dampak yang Tak Terlihat

News | Selasa, 19 Mei 2026 | 09:50 WIB

Status Waspada, Gunung Dukono Kembali Erupsi

Status Waspada, Gunung Dukono Kembali Erupsi

Foto | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:59 WIB

Terkini

Purbaya Buktikan RI Masih Dipercaya Dunia, Aliran Modal Asing Masuk Tembus Rp 140,6 Triliun

Purbaya Buktikan RI Masih Dipercaya Dunia, Aliran Modal Asing Masuk Tembus Rp 140,6 Triliun

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 14:11 WIB

Anak Pengungsi Gempa NTT Jadi Korban Kekerasan Seksual di Tenda Pengungsian

Anak Pengungsi Gempa NTT Jadi Korban Kekerasan Seksual di Tenda Pengungsian

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:10 WIB

Misteri Pria Gondrong Tewas di Gardu PLN LRT Pancoran, Ada Gergaji Besi dan Karung Putih

Misteri Pria Gondrong Tewas di Gardu PLN LRT Pancoran, Ada Gergaji Besi dan Karung Putih

News | Rabu, 02 September 2026 | 14:08 WIB

Astaga! 518 Rekening ASN Pemkot Sukabumi Diduga Terindikasi Judol, Inpektorat Turun Tangan

Astaga! 518 Rekening ASN Pemkot Sukabumi Diduga Terindikasi Judol, Inpektorat Turun Tangan

Jabar | Rabu, 02 September 2026 | 14:05 WIB

Sunscreen Anessa vs Biore UV untuk Olahraga Outdoor, Mana yang Lebih Unggul?

Sunscreen Anessa vs Biore UV untuk Olahraga Outdoor, Mana yang Lebih Unggul?

Lifestyle | Rabu, 02 September 2026 | 14:05 WIB

Pemerintah Bakal Reaktivasi Sumur Tua dan Pacu Lifting Minyak 612 Ribu Barel per Hari

Pemerintah Bakal Reaktivasi Sumur Tua dan Pacu Lifting Minyak 612 Ribu Barel per Hari

Bisnis | Rabu, 02 September 2026 | 14:04 WIB

Karhutla Kaltim, Legislator: Jangan Paksa Anak ke Sekolah saat Udara Buruk

Karhutla Kaltim, Legislator: Jangan Paksa Anak ke Sekolah saat Udara Buruk

Kaltim | Rabu, 02 September 2026 | 14:00 WIB

Viral! Ditanya Baik-baik Soal Lapangan Pekerjaan, Gubenur Bali Wayan Koster: Diam Kamu

Viral! Ditanya Baik-baik Soal Lapangan Pekerjaan, Gubenur Bali Wayan Koster: Diam Kamu

Entertainment | Rabu, 02 September 2026 | 14:00 WIB

Novel Demi Konten: Ketika Jumlah Follower Jadi Tolak Ukur Kebahagiaan

Novel Demi Konten: Ketika Jumlah Follower Jadi Tolak Ukur Kebahagiaan

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 14:00 WIB

Saatnya Ganti Provider: Ketika Timeline Ramai-Ramai Bahas XL

Saatnya Ganti Provider: Ketika Timeline Ramai-Ramai Bahas XL

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 13:58 WIB

×