Rupiah Melemah dan Daya Beli Turun, Indonesia Berpotensi Mengarah ke Krisis Ekonomi

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:18 WIB
Rupiah Melemah dan Daya Beli Turun, Indonesia Berpotensi Mengarah ke Krisis Ekonomi
Ilustrasi nilai tukar rupiah dengan dollar AS. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Ekonom UGM Yudistira Hendra Permana menilai pelemahan rupiah, anjloknya IHSG, dan penurunan daya beli sebagai sinyal krisis ekonomi.
  • Kondisi ekonomi Indonesia yang rawan ini disebabkan oleh akumulasi kebijakan fiskal dan moneter yang kurang disiplin.
  • Dampak nyata krisis terlihat dari kesulitan mencari pekerjaan serta rendahnya tingkat upah masyarakat dibandingkan biaya hidup.

Suara.com - Ekonom UGM menilai pelemahan rupiah, penurunan daya beli masyarakat, dan merosotnya IHSG menjadi sinyal meningkatnya risiko krisis ekonomi di Indonesia.

Situasi ekonomi Indonesia dinilai tengah berada dalam fase rawan menuju krisis. Pelemahan nilai tukar rupiah, anjloknya IHSG, hingga penurunan daya beli masyarakat disebut menjadi indikator yang mulai terlihat dalam beberapa bulan terakhir.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Yudistira Hendra Permana menilai kondisi tersebut merupakan akumulasi dari kebijakan fiskal dan moneter yang tidak disiplin dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pemerintah terlalu banyak menggelontorkan anggaran untuk program populis tanpa kejelasan dampak ekonomi jangka panjang.

"Ini memang situasi yang sangat berpotensi untuk memasukkan Indonesia itu ke dalam krisis atau membuat Indonesia itu potensi besar untuk menuju ke krisis ekonomi," kata Yudistira kepada Suara.com, Jumat (5/6/2026).

Disampaikan Yudistira, pelemahan ekonomi kini tidak hanya tampak pada indikator makro seperti rupiah dan pasar saham. Melainkan turut dirasakan langsung masyarakat.

Penurunan daya beli disebut mulai terjadi di berbagai lapisan, termasuk sektor transportasi dan konsumsi rumah tangga.

"Ya kita sudah merasakan bagaimana pelemahan daya beli, terus kemudian nilai tukar rupiah yang semakin merosot dan sebagainya, ya itu kita sangat sudah melihat dengan jelas IHSG juga merosot," ujarnya.

Kondisi tersebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Ia menyebut masalah muncul akibat akumulasi kebijakan fiskal dan moneter yang dinilai semakin kehilangan disiplin setidaknya dalam tiga tahun terakhir.

"Nah, ini sebetulnya adalah akibat dari, akumulasi ya. Ini adalah bentuk akumulasi atas ketidakdisiplinan fiskal maupun moneter," tegasnya.

baca juga

Yudistira menyoroti independensi Bank Indonesia yang dinilai makin tergerus akibat kuatnya intervensi eksekutif terhadap kebijakan moneter. Kondisi itu disebut berpengaruh terhadap stabilitas rupiah dan meningkatnya jumlah uang beredar di pasar.

"Ya kita harus pahami nih bahwasanya bank sentral di Indonesia itu tugasnya kan adalah menjaga stabilitas nilai rupiah. Nah ini kan sudah tidak stabil kayak gini. Berarti artinya ya ada yang salah juga dengan dengan lembaga moneter satu itu," tuturnya.

Menurutnya tekanan ekonomi semakin terlihat dari kondisi fiskal pemerintah pusat maupun daerah. Wacana soal kenaikan pajak UMKM di tengah perlambatan ekonomi seolah menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai kesulitan mencari sumber pendanaan untuk menopang APBN dan APBD.

Selain itu, ia menyinggung transfer dana ke daerah yang mulai tersendat. Ditambah lagi belum adanya kepastian pencairan untuk semester kedua tahun ini.

Kondisi tersebut menurutnya menunjukkan ruang fiskal pemerintah semakin sempit.

Di level masyarakat, Yudistira mengatakan krisis ekonomi mulai nyata terasa lewat sulitnya mencari pekerjaan dan rendahnya tingkat upah dibanding biaya hidup yang terus meningkat. Ia mencontohkan daya beli upah minimum saat ini yang dinilai jauh menurun dibanding dua dekade lalu.

"Krisis ekonominya sudah terlihat. Pekerjaan juga susah, nyari pekerjaan. Ada pun pekerjaan, upahnya juga enggak seberapa, ya maksudnya enggak seberapa itu saya bandingkan dengan biaya hidup," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Rupiah Selangkah Lagi Masuk Jurang Rp18.000, Investor Asing Ramai-Ramai Hengkang dari RI

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 15:53 WIB

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Rupiah Melemah! Wisatawan Singapura Mulai Serbu Jakarta untuk Belanja, Mulai Kemang Hingga SCBD

Bisnis | Selasa, 02 Juni 2026 | 12:05 WIB

Rupiah Nyaris Rp18.000: Pasar Butuh Kebijakan, Bukan Teatrikal Senyuman

Rupiah Nyaris Rp18.000: Pasar Butuh Kebijakan, Bukan Teatrikal Senyuman

Your Say | Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:17 WIB

Terkini

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

eK Cross EV: Mobil Listrik Murah Mitsubishi yang Harganya Mirip Wuling Air EV, Jarak Tempuh?

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 20:39 WIB

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Ramalan Cinta 12 Zodiak pada 14-20 September 2026, Ada yang Dihantui Masa Lalu

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 20:10 WIB

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Ada Hadiah Eksklusif! Cukup Pakai Fitur BRImo Ini di Indonesia Sport Summit 2026

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:08 WIB

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

6 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Virgo Transport 8, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

News | Minggu, 13 September 2026 | 20:04 WIB

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Promo Naga Swalayan dari BRI, Bawa Pulang Minyak Goreng Gratis!

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:03 WIB

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 20:00 WIB

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Promo Cashback BRImo di Osteria Gia Bikin Makan Pasta Makin Untung

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 19:53 WIB

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

KM Virgo 8 Dikira Tenggelam, Menhub Ungkap Kondisi Terbaru Kapal Ternyata Terbalik

Kalbar | Minggu, 13 September 2026 | 19:46 WIB

×