- Immanuel Ebenezer memperingatkan Presiden Prabowo mengenai potensi gejolak politik besar dan konsolidasi massa pada Juni-Juli 2026 mendatang.
- Sekjen Partai Golkar, M. Sarmuji, menyatakan gejolak politik dapat dicegah dengan menjaga stabilitas ekonomi dan legitimasi pemerintah saat ini.
- Sarmuji optimistis pemerintah mampu mengendalikan situasi serta memastikan kesuksesan program kerja demi mempertahankan dukungan luas dari masyarakat.
Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar DPR RI, M. Sarmuji, memberikan respons terukur terkait peringatan keras yang dilontarkan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Immanuel Ebenezer alias Noel.
Sebelumnya, Noel menyebut adanya potensi gejolak politik besar dan konsolidasi lintas elemen yang mengancam stabilitas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sarmuji mengakui bahwa dalam dunia politik, potensi terjadinya gejolak akan selalu ada. Namun, ia menekankan bahwa sebuah gerakan massa besar tidak akan terjadi tanpa adanya alasan mendasar atau raison d’etre.
"Potensi seperti itu selalu ada. Tapi untuk terjadinya gejolak politik harus ada raison de’etre atau alasan untuk terjadi. Pemerintah harus tanggap situasi dan yang penting menutup raison de’etre-nya," ujar Sarmuji saat diminta tanggapannya oleh Suara.com, Jumat (5/6/2026).
Lebih lanjut, Sarmuji membedah tiga faktor utama yang menurutnya bisa menjadi pemicu atau raison d’etre dari ketidakstabilan politik.
Pertama adalah faktor ekonomi terkait daya beli, kedua mengenai fundamental ekonomi, dan ketiga adalah legitimasi politik.
"Raison de’etre itu adalah kenaikan harga yang tidak terjangkau, kerusakan fundamental ekonomi, dan anjloknya dukungan politik," jelasnya.
Meski ada peringatan dari berbagai pihak, Sarmuji menyatakan optimismenya terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
Ia meyakini pemerintah saat ini masih memiliki kendali penuh untuk mencegah faktor-faktor pemicu tersebut muncul ke permukaan.
"Saya meyakini hingga saat ini, pemerintah masih bisa mengendalikan situasi. Raison de’etre-nya masih bisa dicegah," tegas Sarmuji.
Sebagai partai pendukung pemerintah, Sarmuji memastikan Partai Golkar akan terus bekerja keras memastikan program-program pemerintah berjalan sukses.
"Kami sebagai partai pendukung akan terus berusaha agar pemerintah sukses menjalankan program, sehingga dukungan publik tetap tinggi. Alhamdulillah hingga saat ini dukungan rakyat terhadap pemerintah masih cukup besar," pungkasnya.
![Terdakwa kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer saat bersiap untuk mengikuti sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/06/04/62622-sidang-immanuel-ebenezer-noel-ebenezer-wamenaker-noel.jpg)
98 Jilid Dua
Noel sebelumnya melontarkan peringatan keras kepada Presiden Prabowo mengenai potensi gejolak politik besar yang mengancam stabilitas pemerintahan.
Ia menyebut adanya konsolidasi lintas elemen yang tengah bersiap memicu gerakan massa dalam waktu dekat.
Peringatan itu disampaikan Noel usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026). Ia mengeklaim telah terjadi penggalangan kekuatan dari kelompok mahasiswa, buruh, hingga organisasi sipil yang kini mencapai tahap matang.
"Saya coba ingatkan Pak Prabowo, dalam bulan Juni-Juli ini ada akan ada peristiwa besar, ada eskalasi politik yang ujungnya adalah menggulingkan pemerintahan Prabowo. Dan konsolidasi ini sudah selesai dan sudah matang. Konsolidasi sipil, konsolidasi mahasiswa, konsolidasi buruh, konsolidasi kelompok civil society dan semuanya. Tinggal satu, butuh satu pemicu," ungkap Noel.
Noel juga memberikan penekanan khusus bahwa situasi saat ini berisiko menyerupai peristiwa Reformasi 1998 jika tidak segera diantisipasi oleh Kepala Negara.
"Dan '98 jilid 2 akan terjadi tidak lama lagi. Jika Pak Prabowo tidak peka terhadap kejadian ini," tegasnya.
Menurut analisisnya, pemicu utama gerakan tersebut bersumber dari sektor ekonomi yang kini tengah bergejolak.