BGN Alihkan Jatah MBG dari Sekolah Elite ke Wilayah 3T, Nanik: Fokus Perbaiki Kualitas

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Jum'at, 05 Juni 2026 | 13:25 WIB
BGN Alihkan Jatah MBG dari Sekolah Elite ke Wilayah 3T, Nanik: Fokus Perbaiki Kualitas
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang saat konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • BGN mengalihkan fokus Program Makan Bergizi Gratis dari sekolah elit ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
  • Strategi tahun 2026 ini memprioritaskan peningkatan kualitas layanan dan efektivitas anggaran daripada sekadar mengejar target jumlah penerima manfaat.
  • Pemerintah kini memperkuat intervensi gizi bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, serta balita di berbagai wilayah Indonesia tersebut.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) berencana mengalihkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari sejumlah sekolah elit ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Langkah itu menjadi bagian dari strategi BGN untuk memperbaiki kualitas pelaksanaan program pada 2026 dibanding sekadar mengejar jumlah penerima manfaat.

Kepala BGN, Nanik S. Dayeng, mengungkapkan pihaknya telah menyampaikan langsung arah kebijakan itu kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Kemarin kami bertiga dipanggil dan kami sudah menyampaikan ke beliau, tahun 2026 ini mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas," kata Nanik kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/6/2026).

Menurut dia, perubahan fokus tersebut membuat target penerima manfaat tidak lagi menjadi satu-satunya ukuran keberhasilan program.

BGN bahkan membuka kemungkinan tidak mengejar target 82 juta penerima manfaat tahun ini apabila kualitas layanan dan ketepatan sasaran dinilai belum optimal.

"Sehingga bisa jadi kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan makan yang bergizi," ujarnya.

Dalam proses evaluasi tersebut, BGN juga akan melakukan refocusing penerima manfaat.

Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah mengurangi cakupan MBG di sekolah-sekolah yang berasal dari kelompok ekonomi mampu dan mengalihkan anggarannya ke wilayah 3T.

baca juga

"Akan kita lihat kalau ada sekolah-sekolah yang mahal, akan kita tanya apakah masih perlu MBG? Nah, ini yang kita alihkan ke 3T," tutur Nanik.

Meski demikian, Nanik menegaskan langkah itu bukan berarti jumlah penerima manfaat akan berkurang. Sebaliknya, jumlahnya berpotensi bertambah karena anggaran diarahkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan.

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Suara.com/Riki Chandra)
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (Suara.com/Riki Chandra)

"Jadi bisa saja sebetulnya penerima manfaatnya bertambah, tapi tambahannya ini sebetulnya mengurangi dari yang tidak fokus mungkin selama ini," katanya.

Selain wilayah 3T, BGN juga akan memperkuat intervensi kepada kelompok yang disebut 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Menurut Nanik, keputusan tersebut diambil setelah pemerintah berdiskusi dengan para pakar gizi yang menilai periode paling efektif untuk intervensi gizi dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia sembilan tahun atau setingkat sekolah dasar.

"Sekarang kita fokuskan ke 3T dan terutama untuk 3B, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita," jelasnya.

Nanik mengaku, pihaknya sempat mengancam akan memberikan sanksi kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak melayani kelompok 3B.

"Makanya kemarin kita sampai mengeluarkan ancaman, SPPG harus ada 3B. Kalau tidak, kita suspensi," ungkap Nanik.

Kebijakan tersebut, lanjut dia, mulai menunjukkan hasil. Dalam dua pekan terakhir, jumlah penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita disebut meningkat signifikan.

BGN berharap penajaman sasaran program tersebut membuat penggunaan anggaran MBG menjadi lebih efektif sekaligus memberikan dampak yang lebih besar terhadap upaya perbaikan gizi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sony Sonjaya Ajukan JC, Siap Ungkap Nama-nama Besar di Balik Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ajukan JC, Siap Ungkap Nama-nama Besar di Balik Korupsi MBG

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 12:06 WIB

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

Heboh Kabar Dana Program MBG Disetop, Badan Gizi Nasional Beri Penjelasan Tegas

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat

Bukan Hanya MBG, Mensesneg Sebut Semua Program Pemerintah Bakal 'Dipelototi' Ketat

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 10:26 WIB

Stop MBG dan KDMP! Niluh Djelantik Bongkar Gaji Guru PAUD 'Dipotong' Demi Program Baru Pemerintah

Stop MBG dan KDMP! Niluh Djelantik Bongkar Gaji Guru PAUD 'Dipotong' Demi Program Baru Pemerintah

News | Jum'at, 05 Juni 2026 | 09:20 WIB

Terkini

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

Dengar Taklimat Prabowo di Hambalang, Kadin Ungkap Investasi Dalam Negeri Hampir Rp2.000 Triliun

News | Minggu, 01 November 2026 | 07:37 WIB

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Review The Longest Wait: Skuad Lokal dan Diaspora dalam Satu Impian Bersama

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:30 WIB

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Kapolda Kepri Ancam Sanksi Berat 4 Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Batam | Minggu, 01 November 2026 | 07:07 WIB

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

CL 2NE1 Dikabarkan dalam Pembicaraan Bergabung dengan THEBLACKLABEL

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 07:00 WIB

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

×