Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah

Vania Rossa

Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:38 WIB
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
Board of Experts Prasasti Center for Policy Studies, Halim Alamsyah. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Pemerintah dan Bank Indonesia perlu menjaga stabilitas rupiah serta inflasi guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
  • Halim Alamsyah menekankan pentingnya koordinasi erat antara otoritas moneter dan fiskal untuk meningkatkan pasokan valuta asing serta menjaga fundamental ekonomi.
  • Piter Abdullah menyatakan bahwa terkikisnya kepercayaan pasar dan spekulasi menjadi faktor utama yang memperburuk tekanan nilai tukar rupiah di Indonesia.

Suara.com - Stabilitas nilai tukar rupiah dan inflasi dinilai akan menjadi ujian penting bagi pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Board of Experts Prasasti Center for Policy Studies, Halim Alamsyah, mengatakan ruang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berpotensi semakin sempit apabila tekanan terhadap rupiah dan inflasi tidak dikelola secara tepat. Karena itu, dibutuhkan koordinasi yang lebih erat antara otoritas moneter, sektor keuangan, dan fiskal.

“Strategi pemerintah untuk terus mendorong kegiatan ekonomi akan diuji oleh pasar dengan kemampuan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dan inflasi,” kata Halim dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia tersebut, upaya meningkatkan pasokan devisa di dalam negeri serta menjaga fundamental ekonomi menjadi faktor penting di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.

Ia menilai pelaku ekonomi saat ini sangat memperhatikan konsistensi dan kredibilitas kebijakan yang ditempuh pemerintah. Oleh karena itu, langkah-langkah yang diambil perlu memberikan kepastian, bukan justru menambah ketidakpastian baru di pasar.

“Langkah-langkah untuk meningkatkan pasokan valas di dalam negeri dan koordinasi kebijakan makroekonomi untuk menjaga fundamental ekonomi Indonesia dilihat oleh pelaku ekonomi sebagai suatu hal yang amat kritikal di tengah ketidakpastian ekonomi yang tinggi dewasa ini. Jangan sampai langkah-langkah yang diambil justru menambah ketidakpastian itu sendiri,” ujarnya.

Pandangan tersebut muncul di tengah kondisi inflasi yang kembali meningkat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan inflasi tahunan pada Mei 2026 mencapai 3,08 persen, naik dibandingkan 2,42 persen pada April 2026.

Sementara itu, Policy and Program Director Prasasti, Piter Abdullah, menilai tekanan terhadap rupiah saat ini tidak bisa dijelaskan oleh satu faktor tunggal. Namun, menurutnya, faktor kepercayaan pasar menjadi salah satu penyebab yang paling menonjol.

“Faktornya sudah campur aduk, tidak bisa kita tunjuk satu saja. Tapi yang menurut saya paling besar pengaruhnya sekarang adalah mulai tergerusnya kepercayaan terhadap rupiah,” kata Piter.

baca juga

Ia menjelaskan, ketika sentimen negatif terhadap rupiah terbentuk, permintaan terhadap dolar AS cenderung meningkat, termasuk dari pihak yang sebenarnya tidak memiliki kebutuhan langsung terhadap mata uang tersebut.

“Begitu sentimen terbentuk, permintaan terhadap dolar membesar. Bahkan orang yang sebenarnya tidak butuh dolar pun ikut membeli. Unsur spekulasi dan psikologis inilah yang justru memperdalam pelemahan rupiah melebihi yang bisa dijelaskan oleh fundamentalnya sendiri,” ujarnya.

Meski demikian, Prasasti menilai sejumlah indikator ekonomi masih menunjukkan perkembangan positif. BPS mencatat nilai ekspor Indonesia sepanjang Januari–April 2026 mencapai US$92,15 miliar atau tumbuh 5,48 persen secara tahunan. Kinerja tersebut ditopang antara lain oleh industri pengolahan dan produk hilirisasi.

Namun, lembaga tersebut mengingatkan bahwa kenaikan inflasi, menyusutnya surplus perdagangan, dan tekanan terhadap rupiah tetap perlu diantisipasi agar tidak mengganggu stabilitas ekonomi nasional. Dengan kondisi tersebut, sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar dan menopang pertumbuhan ekonomi ke depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Investor Asing Ramai-ramai "Sell Indonesia", Purbaya Masih Denial

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 18:07 WIB

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Menkeu Akui Pelemahan Rupiah Bikin Keuntungan Perajin Tahu-Tempe Tergerus

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:38 WIB

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Rupiah Tembus Rp18.036 per Dolar dan IHSG Anjlok, Purbaya Ungkap Kendala Terbesar Pemerintah

Bisnis | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:14 WIB

Terkini

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

Massa Pendemo Bakar Barier Dekat Plaza UOB, Letusan Terdengar

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:52 WIB

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Romantis! Alpha Drive One Bahas Koneksi Emosional di Lagu Baru, Talk To Me

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:50 WIB

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

Dea OnlyFans Ikut Demo Indonesia Sadar 28 Oktober: Selfie dengan Simbol Tiga Jari

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Tutup Jalan Slamet Riyadi, Aliansi Mahasiswa Soloraya Teriakkan 'Prabowo-Gibran Penuh Kegagalan!'

Surakarta | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

Diguyur Hujan Deras, Situasi Terkini Bundaran HI: Massa Bertahan, Jalur Ditutup

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Terus Kembangkan Inovasi Transformasi Digital, Pegadaian Raih The Finance Special Award 2026

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:39 WIB

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

AI Mulai Masuk Ruang Kelas, Guru Harus Ajarkan Siswa Cara Cek Fakta

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:36 WIB

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Cair! Pemprov Riau Dapat Rp30 Miliar untuk Penanganan Karhutla

Riau | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:33 WIB

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

Muka Tegang Polisi Hadapi Pendemo 28 Oktober, Diuji Nahan Ketawa dengan Atraksi Sepeda Muter

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Masih Proses Transisi, Impor Migas Lewat Lemigas Belum Berjalan

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:28 WIB

×