-
Gempa M 7,7 di Mindanao Filipina memicu peringatan tsunami di sepanjang pesisir Jepang.
-
Otoritas Jepang mengeluarkan perintah evakuasi dan menghentikan seluruh aktivitas di kawasan laut.
-
Gelombang tsunami diprediksi tiba bertahap mulai pukul 11.00 hingga 13.30 waktu setempat.
Suara.com - Badan Meteorologi Jepang (JMA) resmi merilis peringatan tsunami dari Prefektur Ibaraki hingga Okinawa usai gempa bumi besar di Filipina.
Langkah darurat ini diambil menyusul guncangan hebat bermagnitudo 7,7 yang melanda perairan dekat Pulau Mindanao pada Senin pagi.
Dikutip dari Japan Times, potensi ancaman ini memaksa otoritas berwenang segera memberlakukan perintah evakuasi massal demi keselamatan warga di zona bahaya.

Gelombang pasang diperkirakan mampu mencapai ketinggian satu meter dan berisiko menyapu wilayah daratan Jepang secara bertahap.
Titik kritis pertama diprediksi menyentuh wilayah Miyakojima sebelum menjalar ke area pesisir utara pada jam-jam berikutnya.
Skenario terburuk di luar wilayah Jepang justru mengancam Filipina dengan potensi limpasan air laut hingga tiga meter.
Peta risiko tsunami kini mencakup wilayah administratif vital seperti Tokyo, Chiba, Kanagawa, Shizuoka, hingga Kagoshima.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan pantai dan muara sungai diminta segera menjauh tanpa menunda waktu.
Karakteristik gelombang tsunami berpeluang datang bertubi-tubi dengan energi destruktif yang meningkat secara mendadak.
Respons cepat mutlak diperlukan mengingat daya dorong air mampu menyeret material berat dan membahayakan nyawa.
Pihak JMA menegaskan instruksi keselamatan bagi seluruh pekerja yang berada di sektor maritim terdampak.
"Mereka yang bekerja di sepanjang pantai atau di laut harus segera berhenti dan menjauh dari kawasan pesisir dan muara sungai," kata perwakilan agensi tersebut.
Garis pantai Prefektur Okinawa diproyeksikan menjadi wilayah pertama yang mendeteksi kedatangan gelombang pada pukul 11.00 siang.
Selanjutnya, wilayah Kepulauan Amami dan Tokara berada dalam status waspada tinggi pada tiga puluh menit berikutnya.
Memasuki tengah hari, pergerakan air laut diperkirakan mulai mencapai Kepulauan Ogasawara serta Prefektur Kagoshima.