Iran Sindir AS-Israel: Pembuat Kekacauan akan Hancur Oleh Krisis Buatannya Sendiri!

Arief Apriadi

Selasa, 09 Juni 2026 | 14:06 WIB
Iran Sindir AS-Israel: Pembuat Kekacauan akan Hancur Oleh Krisis Buatannya Sendiri!
Ketegangan di Teluk kembali meningkat kemarin ketika serangan Iran terhadap Kuwait merusak bandara dan melukai puluhan orang. [GulfTimes/AP]
baca 10 detik
  • Juru Bicara Kemlu Iran, Esmaeil Baqaei, memperingatkan negara Barat agar berhenti memicu konflik demi dominasi geopolitik di Timur Tengah.
  • Pernyataan yang disampaikan melalui media sosial X pada Senin tersebut menegaskan bahwa pencipta kekacauan justru akan terperangkap sendiri.
  • Strategi memelihara instabilitas kawasan dinilai akan menjadi bumerang yang justru menghancurkan kekuatan global yang merancang konflik tersebut secara permanen.

Suara.com - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, melontarkan peringatan keras bernada filosofis yang menohok pihak-pihak hegemonik Barat dan sekutunya terkait akar instabilitas di kawasan Timur Tengah.

Taktik menciptakan konflik berkepanjangan demi mempertahankan dominasi geopolitik diyakini justru akan menjadi bumerang yang menghancurkan para arsitek kekacauan itu sendiri.

Pesan tajam ini seolah menyoroti kegagalan strategi politik luar negeri sejumlah kekuatan global yang selama ini dianggap memelihara krisis demi memperkuat pengaruh mereka di panggung internasional.

Taktik Kekacauan yang Menjadi Bumerang

Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]
Divisi elite IRGC Iran menggelar latihan anti-helikopter skala besar di Teheran untuk meningkatkan kesiapsiagaan tempur dan pertahanan wilayah. [Tasnim News]

Para penghasut yang merancang krisis dan mengeksploitasi tipu daya pada akhirnya hanya akan terperangkap dalam jaring ketidakstabilan yang mereka rajut sendiri.

Kritik tersebut disampaikan langsung oleh Esmaeil Baqaei melalui unggahan di akun media sosial X pribadinya pada Senin waktu setempat.

Ia merefleksikan konsekuensi dari ambisi negara-negara tertentu yang terus mengejar pengaruh global dengan mengorbankan perdamaian dunia.

"Dia yang membangun 'tangga' dari 'kekacauan' meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia akan bangkit untuk berkuasa atas manusia," tulis Esmaeil Baqaei  di X dikutip dari Tasnim News.

"Namun dia tetap buta terhadap kebenaran pertama dan paling tak terelakkan: pembuat kekacauan selalu menjadi korban utamanya."

baca juga

Tawanan dari Krisis yang Diciptakan Sendiri

Baqaei menyoroti bagaimana pihak-pihak yang tidak menghargai komitmen perdamaian akan terus terjebak dalam siklus konflik yang melelahkan dan tak berujung.

Mereka seolah dipaksa terus memicu peperangan baru hanya agar api konflik lama yang mereka buat tidak padam.

"Pria yang tidak menemukan nilai dalam menghormati kewajibannya atau menjaga perdamaian, tetapi malah makmur melalui perselisihan, tipu daya, dan perselisihan abadi, menghukum dirinya sendiri pada kerja keras yang melelahkan dan seperti Sisifus."

"Setiap hari dia harus menyalakan api baru hanya untuk memberi makan api yang lama."

"Dia bukanlah penguasa krisis, melainkan tawanannya; dan tidak ada tawanan, betapapun mengesankan bayangannya, yang dapat disebut benar-benar kuat."

Kehancuran Sang Hegemon

Kekuatan destruktif yang dilepaskan demi mendominasi bangsa lain pada akhirnya akan terlepas dari kendali dan berbalik memangsa sang penciptanya.

"Para pemicu perselisihan, sejatinya, bukanlah arsitek kekuasaan melainkan tawanan dari kekuatan yang mereka lepaskan."

"Sebab begitu terbangun, kekuatan semacam itu tidak membedakan antara sekutu dan musuh, tidak pula antara tangan yang memanggil mereka dan nyawa yang mereka telan."

"Penghinaan terakhir mereka tiba pada saat mereka menyadari bahwa senjata yang mereka tempa untuk menundukkan orang lain telah lepas dari kekangannya dan kini memiliki kehendaknya sendiri."

"Dalam kebangkitan yang pahit itu terletak kemiskinan sejati dari kekuasaan mereka—dan awal dari kejatuhan mereka yang tak terelakkan."

Latar Belakang: Ketegangan di Timur Tengah

Pernyataan Baqaei muncul di tengah eskalasi konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah.

Selama beberapa dekade terakhir, intervensi militer asing dan berbagai kebijakan yang dinilai tidak konsisten terhadap hukum internasional disebut telah berkontribusi pada ketidakstabilan berkepanjangan di kawasan Asia Barat.

Iran secara konsisten menentang campur tangan negara-negara asing yang dianggap memperburuk konflik dan memperdalam perpecahan di kawasan.

Melalui pernyataan tersebut, Teheran menegaskan bahwa dominasi yang dibangun di atas konflik dan penderitaan bangsa lain pada akhirnya akan menghadapi konsekuensinya sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud

Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:48 WIB

Wajah Bobrok FIFA: Kenang 168 Anak Tewas Serangan AS, Iran Terancam Sanksi

Wajah Bobrok FIFA: Kenang 168 Anak Tewas Serangan AS, Iran Terancam Sanksi

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:20 WIB

AS Berulah, Wasit Terbaik FIFA Dilarang Masuk dan Batal Bertugas di Piala Dunia 2026

AS Berulah, Wasit Terbaik FIFA Dilarang Masuk dan Batal Bertugas di Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:35 WIB

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:26 WIB

Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati

Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×