Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 09 Juni 2026 | 13:48 WIB
Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud
Itamar Ben-Gvir (x)
baca 10 detik
  • Kejaksaan Roma menetapkan Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir sebagai tersangka kejahatan perang.

  • Penyelidikan didasarkan atas kasus penyiksaan, penculikan, dan pelecehan seksual terhadap aktivis Flotila Sumud.

  • Prancis resmi melarang Itamar Ben-Gvir memasuki wilayahnya sebagai respons atas insiden kemanusiaan tersebut.

Suara.com - Otoritas yudisial Italia mengambil langkah radikal terhadap lingkaran dalam pemerintahan Israel Benjamin Netanyahu terkait konflik Timur Tengah. Kantor Kejaksaan Roma resmi memasukkan Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dalam daftar tersangka kejahatan perang.

Langkah hukum ini dipicu oleh dugaan keterlibatan Ben-Gvir dalam aksi kekerasan terhadap relawan kemanusiaan. Penyelidikan pidana internasional ini memfokuskan perhatian pada insiden pencegatan kapal bantuan pro-Palestina.

Langkah Roma menegaskan bahwa imunitas politik tidak berlaku bagi pelanggar hak asasi manusia di perairan internasional. Fokus hukum kini diarahkan pada pertanggungjawaban komando atas penyiksaan yang dialami warga Eropa.

Pemerintah Iran mengecam keras aksi penistaan dan penodaan Masjid Al Aqsa yang dilakukan ekstremis Zionis yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. [Tangkap layar X]
Pemerintah Iran mengecam keras aksi penistaan dan penodaan Masjid Al Aqsa yang dilakukan ekstremis Zionis yang dipimpin Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir. [Tangkap layar X]

Media lokal Italia, la Repubblica, melaporkan skandal hukum ini mulai bergulir sejak beberapa pekan lalu. Investigasi dimulai setelah militer Israel menahan aktivis kemanusiaan, termasuk sejumlah warga negara Italia.

Para kuasa hukum korban mengajukan gugatan berlapis yang sangat berat terhadap otoritas Tel Aviv. Tuduhan yang dilayangkan meliputi aksi penculikan, penyiksaan fisik, perampokan, hingga kekerasan seksual.

Kronologi bermula saat Global Flotilla Sumud yang mengangkut bantuan darurat bertolak dari Barcelona pada 15 April. Kapal tersebut membawa misi kemanusiaan untuk menembus blokade ketat di Jalur Gaza.

Namun, misi damai tersebut berakhir tragis di tengah laut akibat intervensi bersenjata. Kapal perang Israel mengepung dan mencegat armada sipil tersebut secara paksa di perairan internasional.

Pencegatan terjadi sekitar 250 mil laut dari garis pantai wilayah Jalur Gaza yang terisolasi. Seluruh relawan di atas kapal ditangkap militer, ditahan, sebelum akhirnya dideportasi massal.

Bukti digital memperkuat dugaan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan oleh pihak kementerian terkait. Itamar Ben-Gvir mengunggah video yang memperlihatkan pasukan Israel menelungkupkan dan mengikat para aktivis yang ditahan.

baca juga

Unggahan media sosial pada 20 Mei tersebut kini justru menjadi bumerang hukum bagi dirinya. Rekaman video itu menjadi salah satu bukti otentik tindakan tidak manusiawi di lapangan.

Kesaksian dari para korban mengungkap fakta yang jauh lebih mengerikan dari sekadar penahanan biasa. Pihak penyelenggara armada melaporkan sekitar 30 aktivis mengalami patah tulang akibat penganiayaan berat.

Tidak hanya kekerasan fisik, pasukan Israel juga dituduh melakukan pelecehan seksual kepada peserta. Tindakan menyimpang ini memicu kecaman keras dari berbagai organisasi kemanusiaan dunia.

Reaksi keras juga datang dari negara-negara anggota Uni Eropa atas tindakan brutal tersebut. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mengeluarkan pernyataan diplomatik yang sangat tegas.

Jean-Noel Barrot menyatakan bahwa Prancis telah melarang Ben-Gvir memasuki wilayah negara tersebut. Sanksi personal ini menandai keretakan hubungan diplomatik yang semakin meruncing antara Eropa dan Israel.

Kasus ini menambah daftar panjang keterlibatan pejabat tinggi Israel dalam penyelidikan hukum global. Penyelidikan di Roma menjadi preseden penting bahwa penegakan hukum universal mulai menyasar elite Tel Aviv.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gagal Dapatkan Alisson, Juventus Alihkan Bidikan ke Emiliano Martinez

Gagal Dapatkan Alisson, Juventus Alihkan Bidikan ke Emiliano Martinez

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:30 WIB

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:26 WIB

Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati

Pecah Kongsi? Donald Trump Ultimatum Benjamin Netanyahu: Bibi, Kamu Harus Hati-hati

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:24 WIB

Terkini

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Foto AI Prabowo Naik Whoosh Viral, Bos Humas KCIC Eva Chairunisa Tuai Sorotan

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 19:02 WIB

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Masalah Struktural Tidak Bisa Diselesaikan dengan Nasihat Individual

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Intip Harga Innova Reborn Diesel Bekas: MPV 7-Seater Favorit Kini Setara Brio Baru

Otomotif | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:49 WIB

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Sabun Cuci Muka Wardah NMF yang Cocok untuk Kulit Wajah Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Aksi Sumpah Pemuda Berbuntut Panjang, Raffi Ahmad Diserang Gelombang Cancel Culture

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Gaji Stagnan Harga Barang Naik, Masihkah Orek Tempe Worth It Jadi Penyelamat?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Pertahanan Sassuolo Keropos, Alberto Aquilani Frustasi Ditinggal Jay Idzes

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:31 WIB

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

5 Exfoliating Toner Lokal yang Affordable dan Ramah untuk Kulit Sensitif

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:30 WIB

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Ramai Dilirik Imbas Isu Pajak Pembalut, Ketahui Efek Samping Menstrual Cup Menurut Medis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 18:24 WIB

×