Background Politisi Disorot! Lulusan IPDN Dinilai Paling Berhak Jadi Bupati dan Wali Kota

Muhammad Yasir, Lilis Varwati

Selasa, 09 Juni 2026 | 14:16 WIB
Background Politisi Disorot! Lulusan IPDN Dinilai Paling Berhak Jadi Bupati dan Wali Kota
Mahasiswi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampili, Kabupaten Gowa. [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]
baca 10 detik
  • Wamendagri Bima Arya menyatakan lulusan IPDN paling berhak menjadi kepala daerah karena telah menerima pelatihan khusus tata kelola pemerintahan.
  • Bima Arya menyebut banyak ASN berkualitas enggan maju Pilkada karena harus melepaskan status kepegawaiannya demi karier politik.
  • Pemerintah perlu mengevaluasi regulasi ASN dalam Pilkada agar birokrat profesional berintegritas memiliki kesempatan lebih besar memimpin daerah.

Suara.com - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyebut lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) merupakan kelompok yang paling berhak menjadi bupati maupun wali kota.

Menurut Bima, lulusan IPDN sejak awal dipersiapkan untuk menjadi pemimpin daerah karena mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus mengenai tata kelola pemerintahan.

"Kalau saya selalu percaya yang paling berhak menjadi bupati walikota itu adalah mahasiswa IPDN sebetulnya. Karena mereka paham, they are well trained to be local leaders," kata Bima Arya dalam diskusi 14 tahun Populi Center di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Bima menilai latar belakang politisi yang maju dalam pemilihan kepala daerah sangat beragam. Sementara lulusan IPDN telah dibentuk secara khusus untuk memahami birokrasi dan pemerintahan daerah.

"Kalau politisi kan beda-beda background-nya. Jadi harusnya jalur dari situ adalah jalur yang paling baik," ujarnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto [PFI Bogor]
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto [PFI Bogor]

Meski demikian, Bima mengakui banyak aparatur sipil negara (ASN) yang memiliki kapasitas memimpin daerah namun enggan maju dalam pilkada karena harus melepaskan status sebagai ASN.

Menurut dia, aturan tersebut membuat banyak birokrat berpengalaman memilih bertahan di jalur karier pemerintahan daripada mengambil risiko politik.

"Tapi kan kemudian ASN-ASN yang top ini, banyak yang berhitung untuk maju pilkada karena mereka harus berhenti, berhitungnya banyak," katanya.

Bima mengaku mengenal banyak sekretaris daerah hingga kepala dinas yang dinilainya memiliki integritas, pengalaman, dan kapasitas untuk menjadi kepala daerah.

baca juga

"Saya tahu banyak sekda-sekda yang oke, kepala dinas yang bersih, punya integritas, jam terbang panjang. Tapi mereka nggak berani karena pertaruhannya besar," ucapnya.

Karena itu, Bima menilai regulasi yang mengatur ASN maju dalam pemilihan kepala daerah perlu dievaluasi agar tidak menutup peluang lahirnya kepala daerah dari kalangan birokrat profesional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Uang Tunai, KPK Amankan Dolar AS hingga Riyal dalam OTT Bupati Muara Enim Edison

Tak Hanya Uang Tunai, KPK Amankan Dolar AS hingga Riyal dalam OTT Bupati Muara Enim Edison

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:55 WIB

Nama OB Dicatut, KPK Bongkar Taktik Bupati Muara Enim Edison Tampung Duit Haram Rp2 Miliar

Nama OB Dicatut, KPK Bongkar Taktik Bupati Muara Enim Edison Tampung Duit Haram Rp2 Miliar

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:43 WIB

Bukan Ratusan Juta, KPK Sita Rp2 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim Edison

Bukan Ratusan Juta, KPK Sita Rp2 Miliar dari OTT Bupati Muara Enim Edison

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:33 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×