Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Tangkap Perempuan dan Anak-anak di Lebanon!

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 10 Juni 2026 | 10:31 WIB
Menteri Israel Itamar Ben-Gvir Serukan Tangkap Perempuan dan Anak-anak di Lebanon!
Itamar Ben-Gvir (Tangkapan Layar X)
baca 10 detik
  • Kabinet Israel mendesak penahanan perempuan dan anak-anak Lebanon untuk melemahkan perlawanan Hezbollah.

  • Elite politik Tel Aviv mengancam akan menghancurkan ibu kota Beirut secara total.

  • Agresi militer Israel telah menewaskan 3.600 warga dan memicu perang proksi dengan Iran.

Suara.com - Blok politik sayap kanan di dalam pemerintahan Israel mulai mendesak perluasan agresi militer secara radikal ke wilayah Lebanon. Mereka menuntut serangan udara langsung ke ibu kota hingga opsi penahanan warga sipil untuk mematahkan perlawanan kelompok Hezbollah.

Langkah ekstrem ini memicu kekhawatiran global akan terjadinya pembersihan etnis baru di Timur Tengah. Desakan tersebut mencuat di tengah meningkatnya intensitas saling serang menggunakan pesawat tanpa awak.

Rencana radikal ini disampaikan secara terbuka dalam pertemuan khusus komite keamanan tingkat tinggi Israel. Jajaran menteri kabinet mendesak militer bertindak di luar batas konvensional.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]
Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir melakukan tindakan provokasi dengan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. [Tangkap layar X]

“Kita harus berpikir di luar kotak mengenai Hezbollah, dan kita juga harus mempertimbangkan untuk menduduki wilayah dan membunuh banyak teroris,” kata Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir saat pertemuan Kabinet Keamanan Israel pada Senin malam, seperti dikutip oleh surat kabar Maariv.

Ben-Gvir juga menyerukan untuk “menangkap perempuan dan anak-anak,” dengan mengatakan, “Inilah yang paling menyakiti mereka.”

Seruan senada juga datang dari pejabat tinggi lain yang menginginkan kendali teritorial penuh atas Lebanon selatan. Pemerintah sayap kanan dinilai memanfaatkan situasi ini untuk memperluas batas geografis mereka.

Menteri Urusan Permukiman Orit Strock secara terbuka menyerukan pendudukan wilayah di Lebanon.

Langkah ofensif ini dianggap krusial oleh kelompok radikal untuk menghentikan pasokan logistik musuh. Di sisi lain, kebutuhan akan pasokan logistik tempur internal juga mulai mendesak.

“Israel membutuhkan banyak senjata,” ujar Yitzhak Wasserlauf, Menteri Pembangunan Perbatasan, Negev, dan Galilea dari partai ekstrem kanan Otzma Yehudit, dalam pertemuan tersebut.

baca juga

Sementara itu, diplomasi regional kian buntu karena Tel Aviv menolak opsi gencatan senjata. Mereka menuduh lawan sengaja mengulur waktu untuk memperkuat barisan.

Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menuduh Hezbollah berusaha menyeret Israel ke dalam “perang atrisi.”

Sektor strategis di ibu kota Lebanon kini menjadi target utama dalam daftar bombardir militer selanjutnya. Pejabat Israel mengklaim serangan ke pusat kota akan memberikan dampak psikologis yang besar.

Menteri Kebudayaan dan Olahraga Israel Miki Zohar menyerukan peningkatan serangan udara di pinggiran selatan Beirut.

Otoritas Tel Aviv meyakini kekuatan militer mereka mampu meredam intervensi kekuatan asing lainnya. Mereka menantang balik setiap gertakan bersenjata yang datang dari sekutu Hezbollah.

“Saya yakin warga Iran memahami bahwa memasuki konfrontasi langsung dengan Israel adalah tindakan yang tidak bijaksana,” kata Zohar kepada radio lokal Israel 103 FM.

“Lain kali Hezbollah menembaki kota-kota Israel, kami akan segera menyerang Dahiyeh, dan Iran akan mencoba lagi, jadi biarkan mereka mencoba,” ucap Zohar.

“(Perdana Menteri Benjamin) Netanyahu menegaskan bahwa jika Iran mencoba merugikan kita, kita akan menghancurkannya secara total,” tambahnya.

“Kami terus membentuk Timur Tengah sebagaimana mestinya,” kata Zohar.

Doktrin penghancuran massal ini didukung penuh oleh pemegang komando pertahanan yang baru. Militer memastikan tidak akan ada pemisahan zona tempur dalam operasi teranyar mereka.

Selama pertemuan Kabinet, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan “nasib Dahiyeh di Beirut adalah nasib kota-kota di utara.”

“Kami dengan tegas menolak ancaman Iran, dan setiap upaya Iran untuk menghubungkan Lebanon dengan Iran atau menyerang Israel akan dihadapi dengan kekuatan besar, seperti yang terjadi kemarin,” kata Katz.

Konflik bersenjata ini pecah setelah pasukan Hezbollah meluncurkan operasi lintas batas pada 2 Maret lalu. Serangan tersebut segera dibalas Israel dengan kampanye udara masif yang mematikan.

Agresi militer Israel ke Lebanon sejauh ini telah menewaskan lebih dari 3.600 jiwa. Selain itu, korban luka menembus 11.100 orang dan memaksa 1 juta warga mengungsi.

Eskalasi darat ini juga menandai pergeseran batas wilayah baru sejak perang tahun 2000 silam. Pasukan Tel Aviv dilaporkan telah merangsek masuk sejauh 10 kilometer ke dalam teritori Lebanon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump Marah! Ancam Hentikan Dukungan Militer ke Israel Gegara Ulah Netanyahu

Trump Marah! Ancam Hentikan Dukungan Militer ke Israel Gegara Ulah Netanyahu

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:14 WIB

Iran Sindir AS-Israel: Pembuat Kekacauan akan Hancur Oleh Krisis Buatannya Sendiri!

Iran Sindir AS-Israel: Pembuat Kekacauan akan Hancur Oleh Krisis Buatannya Sendiri!

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:06 WIB

Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud

Menteri Keamanan Israel Jadi Tersangka Penyiksaan Aktivis Global Flotilla Sumud

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:48 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×