Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 10 Juni 2026 | 11:33 WIB
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, merespons usai namnya ikut beredar disebut-sebut terseret kasus korupsi Badan Gizi Nasional (BGN). [Dok.Antara]
  • Wamenaker Afriansyah Noor membantah keterlibatan pribadinya dalam kasus korupsi di Badan Gizi Nasional yang sedang diselidiki.
  • Putra Afriansyah mengikuti prosedur resmi sebagai mitra program Makan Bergizi Gratis melalui aplikasi tanpa melibatkan nama ayahnya.
  • Afriansyah menyatakan kesiapannya memberikan klarifikasi kepada aparat penegak hukum apabila dipanggil terkait pencatutan namanya dalam Berita Acara Pemeriksaan.

Suara.com - Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, merespons usai namnya ikut beredar disebut-sebut terseret kasus korupsi Badan Gizi Nasional (BGN).

Munculnya nama Afriansyah Noor tidak sendirian. Ada pejabat lain yang termasuk di dalam daftar lebih dari 20 nama yang diduga ada di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) bekas Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya.

Perihal namanya yang terseret, Afriansyah memberikan penjelasan.

Kepada Suara.com, Afriansyah menceritakan ihwal keteribatan anaknya yang menjadi mitra untuk pelaksaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sampai di sini, Afriansyah menegaskan tidak ada keterlibatan dirinya kendati anaknya ikut menjalankan program MBG melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Afriansyah menyampaikan anaknya mendaftar melalui aplikasi yang disiapkan BGN, tanpa sepengetahuan dirinya.

Menurutnya pada awal program MBG, peminat untuk menjadi mitra masih sepi.

"Anak saya ini kan punya catering dulu ya sampai sekarang. Nah, jadi ketika ada program MBG di BGN, dia mendaftarlah untuk ikut program tersebut dalam rangka mensukseskan program dari pemerintah ya kan," kata Afriansyah dihubungi Suara.com, Rabu (10/6/2026).

Lewat izin yang sesuai prosedur, Afriansyah bercertia bahwa anaknya kemudian mendaftar lagi untuk menambah jumlah SPPG.

Beliau anak saya tadi sudah sukses dalam satu dua tiga MBG, daftar lagi, tambahlah begitu. Nah, ikutin prosedur juga dan kebetulan anak saya dengan tim ini mengerjakan sendiri, tidak membeli titik ataupun menjual titik. Jadi dia kerja garap sendirilah dia bangun.

Belakangan, ada kendala di tahap verifikasi. Anak Afriansyah yang telah mendaftar melalui link BGN sekitar Desember 2025 atau Januari 2026, belum ada tindak lanjut hingga Mei 2026.

Padahal semua persyaratan sudah dipenuhi sesuai dengan tupoksi yang disiapkan oleh BGN.

Berawal dari situ, Afriansyah bercerita bahwa anaknya bertemu dengan Dadan Hindaya yang saat itu menjabat Kepala BGN.

Ia juga bercerita terkait pertemuan anaknya dengan Sony Sonjaya yang saat itu masih menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Afriansyah menegaskan pertemuan anaknya tersebut tanpa embel-embel nama dirinya.

Makan Bergizi Gratis (jabarprov.go.id)
Petugas SPPG menyiapkan Makan Bergizi Gratis. (jabarprov.go.id)

"Kemudian anak saya menghadaplah ketemulah dengan kepala BGN melalui wakil kepalanya Pak Soni waktu itu ya kan. Nah dari situ di awal, di awal Mei. Nah dia tahu anak saya ini bahwa putranya pak Wamenaker kan gitu, tetapi, tapi anak saya tidak memakai nama saya, dia, dia prosedural saja ikutin prosedural gitu," kata Afriansyah.

Setelah pertemuan tersebut, Afriansyah bercerita proses perizinan yang dilakukan oleh anaknya kemudian mendapatkan verifikasi.

"Kemudian dapatlah izin tambahan dari yayasan yang lain ya kan. Nah dalam rangka proses setelah diklik biru oleh wakil kepala BGN, dia kerjakan, nah ramailah kasus ini," jata Afriansyah.

"Nah dapur-dapur yang dia siapkan ini kan belum, belum operasional baru klik di bulan Mei ya kan. Nah jadi di situlah dan memang Soni tahu ini anak saya gitu. Oh, tapi anak saya ikut semua prosedur yang sudah disiapkan," sambung Afriansyah.

Afriansyah bercerita hingga kini ia belum melakukan klarifikasi kepada aparat penegak hukum perihal namanya yang terseret. Meski demikian, Afriansyah mengaku siap memberikan penjelasan secara detail tampa ditutup-tutupi bila penegak hukum memanggil untuk meminta penjelasan.

"Sampai sekarang belum, karena memang ini kan isu-isu yang beredar ini kan hanya framing-framing doang ya, yang menurut saya juga kalau memang nanti saatnya saya akan diperiksa oleh pihak aparat penegak hukum, saya siap hadir, saya siap datang untuk mengungkap apa yang terjadi di proses nama saya yang disebut-sebut oleh kelompoknya Pak Soni begitu," kata Afriansyah.

Sementara itu, mengenai namanya yang terseret diduga dari BAP Sony, Afriansyah punya pandangan tersendiri mengapa ia ikut dikait-kaitkan dalam perkara BGN.

"Kalau saya melihat ya, dia mau mengatakan bahwa nih Wamenaker saja buat anaknya buat izin ya tidak minta apa-apa, mungkin ya. Karena dengan saya tuh memang tidak ada meminta apa-apa, baik Soni maupun timnya tuh tidak minta apa-apa tetapi anak saya kan ikutin prosedural, anak saya mengikuti aturan, anak saya mengikuti proses sesuai dengan regulasi yang dibuat oleh BGN," kata Afriansyah.

"Kalau saya melihatnya ke sana ya, makanya dia menyeret banyak nama gitu kan. Dan banyak nama itu ya tentunya harus diklarifikasi satu-satu. Tidak juga semua nama itu terdaftar mungkin ya ini prediksi saya gitu," pungkasnya.

Ilustrasi nasi box. (Ist)

Anak Usaha Katering

Afriansyah menjelaskan latar belakang anaknya yang memang seorang pebisnis, mulai dari usaha katering, gas LPG 3 kg, hingga ternak ikan arwana yang sudah dikembangkan sejak tahun 2016. Selain itu, anak dari Afriansyah juga merupakan pengurus di HIPMI Jakarta Selatan.

"Masa iya anak bisnis dia pengusaha dia anggota HIPMI bisnis masa enggak boleh karena anak Wamen atau karena anak menteri gitu, bagaimana dia bisa hidup? Ya kan sementara dia profesional gitu loh," kata Afriansyah.

Afriansyah menegaskan bahwa usaha yang dilakukan oleh anaknya sudah sesuai dengan prosedur.

"Jadi, jadi intinya ya apa? Apa enggak boleh? Gitu. Yang enggak boleh itu mungkin saya mendapatkan titik dengan cara tidak benar tidak halal seperti misalkan membeli titik terus kemudian saya jual atau anak saya jual gitu tidak dikerjakan, itu yang tidak boleh. Kalau hanya sebatas dia mengerjakan dia mengikuti prosedural dia mendaftar klik kemudian dia membangun dengan teman-temannya apa salah?" tutur Afriansyah.

Sementara itu menyoal keterlibatan anaknya di program MBG melalui SPPG, Afriansyah menjelaskan bahwa anaknya sekaligus ingin membantu pemerintah menjalankan program MBG.

"Ya kan, kemudian dia membantu program pemerintah ya kan, kalau ada program pemerintah yang disalahgunakan misalkan ada penyelewengan-penyelewengan temuan-temuan ya silakan aparat penegak hukum saya dukung untuk menegakkan aturan menegakkan hukum yang ada di republik kita ini ya kan gitu," kata Afriansyah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Miliaran BGN Dibongkar: Ketegasan Nyata atau Bom Waktu yang Telat?

Skandal Miliaran BGN Dibongkar: Ketegasan Nyata atau Bom Waktu yang Telat?

Your Say | Selasa, 09 Juni 2026 | 17:11 WIB

Perintah Prabowo Bersihkan Program MBG dari Para Pemburu Rente Tanpa Pandang Bulu

Perintah Prabowo Bersihkan Program MBG dari Para Pemburu Rente Tanpa Pandang Bulu

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:13 WIB

Saat MBG Tersendat, yang Ribut Bukan Siswa: Sebenarnya yang Lapar Siapa?

Saat MBG Tersendat, yang Ribut Bukan Siswa: Sebenarnya yang Lapar Siapa?

Your Say | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:44 WIB

Kasus di BGN dan Ancaman Korupsi MBG: Di Mana Celahnya?

Kasus di BGN dan Ancaman Korupsi MBG: Di Mana Celahnya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 12:52 WIB

Terkini

BMKG Prediksi Jakarta Kian Gerah pada September-Oktober Akibat Musim Kemarau dan El Nino

BMKG Prediksi Jakarta Kian Gerah pada September-Oktober Akibat Musim Kemarau dan El Nino

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:12 WIB

Wali Kota Bekasi Telepon Langsung Pramono, Minta Subsidi Transjabodetabek Tak Dipangkas

Wali Kota Bekasi Telepon Langsung Pramono, Minta Subsidi Transjabodetabek Tak Dipangkas

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:10 WIB

Harga Pertamax Melonjak, Pemerintah Sedang Rumuskan Stimulus bagi Masyarakat

Harga Pertamax Melonjak, Pemerintah Sedang Rumuskan Stimulus bagi Masyarakat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:08 WIB

Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang Berujung Kritik Hakim: Dinilai Lecehkan Pengadilan

Ketidakhadiran Andrie Yunus di Sidang Berujung Kritik Hakim: Dinilai Lecehkan Pengadilan

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:59 WIB

Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong

Pertamax Naik Tajam, DPR Prediksi Inflasi Nasional Ikut Terdorong

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:49 WIB

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

Singgung Lagu Mas Bahlil Ganteng, Mufti PDIP Kritik Kenaikan BBM: Kapan Pemerintah Memahami Rakyat?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB

Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat

Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB