- Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengungkap temuan masalah pengadaan motor listrik senilai Rp1,03 triliun di Badan Gizi Nasional.
- Hasil pengecekan per 7 April menunjukkan motor masih dalam tahap perakitan meskipun anggaran telah dibayarkan pejabat lama.
- Dudung mengindikasikan adanya indikasi mark up dana sekitar Rp200 hingga Rp400 miliar dalam proses pengadaan proyek tersebut.
Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengungkap temuan terkait pengadaan motor listrik di Badan Gizi Nasional (BGN) pada era kepemimpinan Dadan Hindayana. Temuan tersebut disampaikan usai Dudung melakukan audiensi dengan Kepala BGN Nanik S. Deyang.
Menurut Dudung, hasil pengecekan menunjukkan sebagian motor listrik yang diadakan masih berada dalam tahap perakitan, meski anggarannya telah dibayarkan.
"Nah, ini yang kemudian nanti karena listrik ini bisa jadi akan banyak bermasalah. Ini totalnya Rp1,03 triliun. Kemudian setelah dicek, rupanya per 7 April ini masih dalam perakitan," kata Dudung, Rabu (10/6/2026).
Dudung menyoroti fakta bahwa pembayaran pengadaan telah dilakukan oleh pejabat lama, sementara unit motor listrik yang dipesan belum seluruhnya tersedia.
"Tapi ini sudah dibayar oleh pejabat lama. Dan ada selisih diperkirakan sekitar Rp200 miliar. Berbeda kalau BPK menghitungnya Rp400 miliar. Ya ada mark up. Ya ini mudahlah proses hukumnya segera cepat," ujarnya.
Nasib Motor Listrik
Terkait motor listrik yang sudah terlanjur masuk dalam proses pengadaan, Dudung mengatakan pemerintah masih mendiskusikan langkah yang akan diambil.
Menurutnya, ada kemungkinan motor-motor tersebut dialihkan untuk kebutuhan lain yang dinilai lebih bermanfaat.
"Ya kan sudah dibayar, ini kan sudah dirakit. Nanti keputusan terserah Kepala BGN, kalau misalnya nanti ada keputusan dari Presiden dialihkan ke mana yang bermanfaat," kata Dudung.
Ia juga menilai motor listrik tersebut belum tentu menjadi kebutuhan mendesak bagi para pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Toh gajinya SPPG itu kan lumayan tuh, enam jutaan. Kalau nyicil satu motor kan cukup. Enggak perlu-perlu amatlah kalau menurut saya," tandasnya.