- Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menyatakan pelemahan rupiah belum berdampak signifikan terhadap proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara saat ini.
- Kontraktor proyek IKN belum melaporkan kendala terkait kenaikan harga material maupun biaya operasional akibat fluktuasi nilai tukar.
- Otorita IKN memastikan pasokan logistik bahan bangunan tetap stabil dan proyek berjalan sesuai dengan kontrak kesepakatan awal.
Suara.com - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sejauh ini belum memberikan dampak signifikan terhadap kelangsungan proyek pembangunan di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurutnya, hingga kekinian belum ada keluhan dari para kontraktor terkait kenaikan harga material maupun biaya operasional akibat fluktuasi mata uang tersebut.
"Belum. Belum ada (keluhan). Belum ada eskalasinya," ujar Basuki di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurut Basuki, prosedur penyesuaian harga atau eskalasi biasanya mengikuti kebijakan nasional, seperti kondisi kahar (force majeure) nasional.
Namun, hingga saat ini kondisi tersebut belum terjadi sehingga pihaknya tetap menjalankan kontrak sesuai kesepakatan awal.
Terkait ketersediaan logistik, Basuki juga memastikan bahwa pasokan bahan material di lapangan masih stabil.
Ia menekankan bahwa belum ada laporan mengenai kendala suplai maupun lonjakan harga bahan bangunan di kawasan IKN.
"Belum ada, belum ada komplain itu (soal suplai dan harga material)," pungkasnya.