Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:55 WIB
Tak Harus Jadi Peneliti: Bagaimana Citizen Science Ajak Warga Dokumentasikan Keanekaragaman Hayati?
Potret Citizen Science (Pexels/ROMAN ODINTSOV)

Suara.com - Ketika mendengar kata penelitian, banyak orang mungkin membayangkan ilmuwan dengan peralatan lapangan, buku catatan, dan waktu panjang untuk mengamati alam. Namun, dalam pengumpulan data keanekaragaman hayati, peran tersebut tidak lagi hanya dimiliki peneliti.

Melalui pendekatan citizen science atau sains warga, masyarakat umum kini juga dapat berkontribusi dalam mendokumentasikan flora dan fauna yang nantinya dimanfaatkan untuk penelitian hingga upaya konservasi.

Edukator konservasi sekaligus konten kreator lingkungan, Muthia Hanifah atau yang akrab disapa Mudi, menjelaskan bahwa citizen science pada dasarnya merupakan bentuk partisipasi publik dalam mengumpulkan data ilmiah.

“Sebenarnya citizen science ini adalah kegiatan partisipasi publik dalam mengumpulkan data ilmiah. Jadi bukan hanya tugas peneliti saja, tetapi masyarakat yang peduli terhadap lingkungan itu tetap bisa bergerak,” ujar Mudi.

Konsep tersebut juga tercermin dalam laporan Global Biodiversity Information Facility (GBIF) yang menunjukkan bahwa kontribusi masyarakat telah membantu memperluas pengumpulan data keanekaragaman hayati di berbagai negara.

Menurut Mudi, pendekatan ini menjadi relevan di Indonesia yang memiliki wilayah sangat luas dan kekayaan hayati yang tersebar di berbagai daerah.

Dalam kondisi tersebut, pemantauan yang hanya mengandalkan peneliti sering kali menghadapi keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya.

Keterlibatan publik dinilai dapat membantu memperluas jangkauan pengamatan di lapangan.

Dari foto satwa hingga data penelitian

baca juga

Perkembangan platform digital membuat partisipasi dalam citizen science semakin mudah dilakukan.

Masyarakat kini dapat mendokumentasikan temuan flora dan fauna, lalu mengunggahnya ke platform yang dirancang untuk kebutuhan pencatatan ilmiah.

Mudi menyebut beberapa contoh platform yang sudah digunakan di Indonesia, seperti untuk pengamatan burung, kupu-kupu, hingga pencatatan berbagai jenis flora dan fauna.

“Masyarakat mengambil data lapangan, lalu memasukkan temuannya ke dalam aplikasi tersebut. Jadi diketahui jenisnya apa, jumlahnya berapa, lokasinya di mana, sampai penemuan-penemuan unik,” jelasnya.

Ia juga pernah menjadi koordinator aplikasi Amatisangkar pada periode 2023–2025, sebuah platform yang digunakan untuk mendokumentasikan keberadaan satwa yang dipelihara di dalam sangkar, termasuk burung, primata, dan herpetofauna.

Data tersebut dikumpulkan untuk membantu pemetaan kondisi perdagangan satwa liar di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu

Konservasi atau Pertumbuhan Ekonomi? Penelitian Ungkap Kita Tak Harus PIlih Salah Satu

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 15:05 WIB

Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Membaca Jakarta dari Ruang Hijau: Catatan Sehari Bersama Ayo ke Taman

Lifestyle | Rabu, 10 Juni 2026 | 14:05 WIB

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

Mengapa Lahan Basah Kecil Perlu Diperhitungkan dalam Upaya Mitigasi Perubahan Iklim?

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Terkini

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

Serangan GFS Galaxy, Jalur Dagang Dunia Mencekam Setelah Iran Tutup Paksa Selat Hormuz

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:46 WIB

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

Penuh Ranjau Politis! Tiga Skenario Berbahaya di Balik Pengalihan Kasus Febrie ke Kejagung

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:37 WIB

Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang

Sirine Peringatan Bahaya Menggema di Bahrain, AS dan Iran Lagi Saling Serang

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:13 WIB

Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Bisa Menang Praperadilan! Mahfud Bongkar Celah Hukum di Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

News | Senin, 13 Juli 2026 | 09:07 WIB

Korban Jiwa Berjatuhan dari Hujan Bom Amerika Serikat, Lumpuhkan Fasilitas Air Iran

Korban Jiwa Berjatuhan dari Hujan Bom Amerika Serikat, Lumpuhkan Fasilitas Air Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:55 WIB

Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar

Maut di Klub Malam Bangkok Tewaskan 27 Orang, Saksi Mata: Terdengar Ledakan Lalu Api Besar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:41 WIB

AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran

AS Target 2 Kota Besar di Khuzestan, Jantung Minyak Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:33 WIB

Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar

Perang Dimulai Lagi, Amerika Gempur Iran dengan Skala Besar

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:12 WIB

Tak Bisa Kabur! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri

Tak Bisa Kabur! Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri

News | Senin, 13 Juli 2026 | 08:11 WIB

Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

Harga Minyak Dunia Meroket Menyusul Serangan Udara Beruntun Antara Militer AS dan Iran

News | Senin, 13 Juli 2026 | 07:57 WIB

×