Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Kamis, 11 Juni 2026 | 18:40 WIB
Mahasiswa Jaksel Turun ke Jalan, Desak Copot Menkeu dan Tolak Kenaikan BBM
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jakarta Selatan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Puluhan mahasiswa Cipayung Plus Jakarta Selatan berunjuk rasa di kawasan Patung Kuda pada Kamis, 11 Juni 2026.
  • Massa menuntut evaluasi kepemimpinan Prabowo-Gibran akibat ketidakstabilan ekonomi nasional dan pelemahan nilai tukar mata uang rupiah.
  • Peserta aksi menyampaikan enam tuntutan strategis, termasuk pencopotan menteri terkait serta penolakan terhadap kenaikan harga BBM.

Suara.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jakarta Selatan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). Mereka menuntut evaluasi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang dinilai gagal menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Para peserta aksi memadati badan jalan sambil membentangkan spanduk dan menyampaikan orasi dari atas kendaraan bak terbuka yang dilengkapi pengeras suara.

Perwakilan peserta aksi dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jakarta Selatan, Abdul Hasan Fathur, mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu alasan utama mahasiswa turun ke jalan.

Menurutnya, dampak pelemahan rupiah pada akhirnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat melalui berbagai sektor.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jakarta Selatan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jakarta Selatan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). (Suara.com/Adiyoga)

"Kami dari Cipayung Jakarta Selatan menyampaikan tuntutan dengan tema besar evaluasi kepemimpinan Prabowo-Gibran. Kami menilai pelemahan rupiah pada akhirnya akan dibebankan kepada masyarakat melalui berbagai mekanisme ekonomi," kata Abdul.

Ia menilai pelemahan nilai tukar berpotensi memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akibat meningkatnya biaya impor energi, kenaikan harga pangan dan bahan baku industri, meningkatnya biaya pendidikan dan kesehatan yang bergantung pada impor, hingga bertambahnya beban utang sektor swasta yang menggunakan dolar AS.

Selain itu, mahasiswa juga menyoroti potensi terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat meningkatnya biaya produksi perusahaan.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jakarta Selatan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). (Suara.com/Adiyoga)
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jakarta Selatan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). (Suara.com/Adiyoga)

Berdasarkan kondisi tersebut, Cipayung Plus Jakarta Selatan menyampaikan enam tuntutan kepada pemerintah.

  1. Mencopot Menteri Keuangan dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian;
  2. Menstabilkan kondisi ekonomi nasional;
  3. Mengevaluasi total program prioritas presiden yang dinilai menyerap anggaran besar;
  4. Mengembalikan TNI dan Polri ke fungsi pertahanan dan keamanan;
  5. Membatalkan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat;
  6. Menolak kenaikan harga BBM.

"Yang pertama, copot Menteri Keuangan dan juga Menko Perekonomian. Yang kedua, stabilkan ekonomi nasional. Yang ketiga, evaluasi total program prioritas presiden yang memakan anggaran besar. Yang keempat, kembalikan TNI dan juga Polri ke barak. Yang kelima, batalkan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat. Yang terakhir, tolak kenaikan harga BBM," ujar Abdul.

baca juga

Tuntutan pencopotan Menteri Keuangan dan Menko Perekonomian menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi tersebut karena kedua posisi tersebut dinilai memiliki peran sentral dalam pengelolaan kebijakan ekonomi nasional.

Sementara itu, desakan untuk membatalkan perjanjian dagang dengan Amerika Serikat mencerminkan kekhawatiran mahasiswa terhadap dampak liberalisasi perdagangan di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Aksi ini menjadi salah satu bentuk kritik dari kalangan mahasiswa terhadap kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya terkait isu daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh Belum Turun ke Jalan Meski Harga Pertamax Melonjak

Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh Belum Turun ke Jalan Meski Harga Pertamax Melonjak

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 17:25 WIB

Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI

Demo Mahasiswa Jumat Besok, Ini 5 Tuntutan yang Bakal Dibawa di Aksi Bundaran HI

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 16:12 WIB

Navigasi Maba: Jangan Sampai Mabuk Organisasi Merusak Kuliah yang Wajib

Navigasi Maba: Jangan Sampai Mabuk Organisasi Merusak Kuliah yang Wajib

Your Say | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:40 WIB

Terkini

Berhenti Meromantisasi Kemiskinan! Rakyat Bukan Peserta Lomba Bertahan Hidup

Berhenti Meromantisasi Kemiskinan! Rakyat Bukan Peserta Lomba Bertahan Hidup

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI

Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Pemegang Saham Setujui Demutualisasi Bursa, Danantara Siap Genggam Pasar Modal Indonesia?

Pemegang Saham Setujui Demutualisasi Bursa, Danantara Siap Genggam Pasar Modal Indonesia?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:16 WIB

OC Kaligis Kritisi RUU Perampasan Aset: Sarat Inkonsistensi dan Bisa Jadi 'Hukuman Tanpa Vonis'

OC Kaligis Kritisi RUU Perampasan Aset: Sarat Inkonsistensi dan Bisa Jadi 'Hukuman Tanpa Vonis'

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:16 WIB

Strategi Kreatif Era Digital: Jaga Mutu Bahasa Ibu di Tengah Dikte Algoritma

Strategi Kreatif Era Digital: Jaga Mutu Bahasa Ibu di Tengah Dikte Algoritma

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:15 WIB

5 Zodiak yang Disebut Paling Tidak Segan Meminjamkan Uang ke Teman Dekat

5 Zodiak yang Disebut Paling Tidak Segan Meminjamkan Uang ke Teman Dekat

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Awas Musim Hujan Ekstrem! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemda Ngebut Perbaiki Infrastruktur

Awas Musim Hujan Ekstrem! Wakil Ketua DPRD Jateng Desak Pemda Ngebut Perbaiki Infrastruktur

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:14 WIB

KPK Sisir Kantor Bea Cukai Kudus, Ruang Kepala Kantor Ikut Digeledah

KPK Sisir Kantor Bea Cukai Kudus, Ruang Kepala Kantor Ikut Digeledah

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:07 WIB

Arti Foto Jatuh dari Dinding Tanpa Angin Menurut Primbon Jawa

Arti Foto Jatuh dari Dinding Tanpa Angin Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Demo Hari Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Polda Metro Jaya Minta Massa Jaga Fasilitas Umum

Demo Hari Sumpah Pemuda di Bundaran HI, Polda Metro Jaya Minta Massa Jaga Fasilitas Umum

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:02 WIB

×