Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?

Dwi Bowo Raharjo, Hiskia Andika Weadcaksana

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:35 WIB
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
Sejumlah barang yang sempat terbakar secara misterius di rumah warga Padukuhan Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman, DIY, Senin (1/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Tim PKPE UGM menyimpulkan kebakaran di Sayegan, Sleman, bukan disebabkan oleh gas alam maupun fenomena terbakar sendiri.
  • Peneliti menemukan residu PVC dan zat pelarut pada lokasi kejadian sebagai sumber pemicu kobaran api tersebut.
  • Tim UGM tidak menemukan pemantik utama kebakaran dan menyerahkan hasil penelitian tersebut kepada pihak BPBD Sleman.

Suara.com - Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan fenomena kebakaran misterius di sebuah rumah di Sayegan, Sleman, bukan berasal dari rembesan gas alam maupun fenomena self-ignition alami.

Tim justru menemukan adanya residu material yang mengandung Poly Vinyl Chloride (PVC) di sejumlah titik kebakaran.

Anggota Tim Peneliti dari Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan UGM, Sarju Winardi, mengatakan temuan tersebut diperoleh dari analisis residu di lokasi benda terbakar.

Menurut dia, substansi yang ditemukan diduga berasal dari material yang bercampur dengan zat pelarut atau solvent yang mudah terbakar.

"Tidak ada temuan bahwa api berasal dari gas yang sifatnya alami, tim PKPE menemukan bahwa ada resin poly vinyl chloride suatu zat yang mudah terbakar yang berada di tempat kejadian," kata Sarju, kepada wartawan, Sabtu (13/6/2026).

Dijelaskan Sarju, tim menemukan residu kandung PVC itu menempel di dinding, tripleks, dan kayu di titik-titik kebakaran. Sementara solvent dari material tersebut diduga menguap lalu terbakar setelah terkena pemantik tertentu.

"Jadi prinsipnya kami selesai pada tahap menemukan sumber dari api sekali lagi bukan gas alami, tapi ada satu matriks substans yang ditemukan sebagai residu di tempat terbakar yaitu ada residu dari poli vinyl klorid atau PVC. Jadi ada substansi itu dan menurut kami itu adalah sumber api yang bukan alami," ujarnya.

Sarju bilang residu dari PVC itu diduga berasal dari substansi yang awalnya adalah campuran.

"Yang residu itu adalah sisa dari solid materialnya, yang menjadi sumber dari api itu adalah campuran solvent-nya. Jadi rupa-rupanya materi ini awalnya adalah sesuatu yang sifatnya bercampur dengan sesuatu pelarut/solvent," tuturnya.

baca juga

Ia memaparkan bahwa proses pelarutan tersebut yang kemudian terlepas dan menghasilkan api.

Sementara zat pelarut (solvent) yang tersisa akan tertinggal sebagai residu.

Barang milik warga di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, yang terbakar secara misterius, Kamis (28/5/2026). (Suara.com/Hiskia)
Barang milik warga di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Seyegan, Sleman, DIY, yang terbakar secara misterius, Kamis (28/5/2026). (Suara.com/Hiskia)

Lebih lanjut, kata Sarju, bahwa timnya hanya mengidentifikasi keberadaan satu material tertentu yang ketika bercampur dengan zat pelarut (solvent), komponen pelarut inilah yang melepaskan gas hidrogen klorida.

Gas hidrogen klorida tersebut kemudian terdeteksi oleh alat sensor sebagai gas hidrogen, yang pada akhirnya memicu munculnya kobaran api dan meninggalkan sisa berupa residu.

"Nah pelarutan inilah yang kemudian lepas sebagai yang menghasilkan api, solvent-nya tertinggal sebagai residu. Nah zat ini ada di beberapa material," ujarnya.

Menurut Sarju, gas yang sebelumnya terbaca sebagai hidrogen oleh alat deteksi ternyata merupakan gas hidrogen klorida yang muncul saat material mengandung resin PVC terbakar. Gas itu kemudian memicu pembacaan silang pada alat detektor gas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik

Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:16 WIB

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Ekonom UGM Bongkar Stress Test APBN, Rupiah Rp18.200 Jadi Ambang Kritis

Bisnis | Rabu, 10 Juni 2026 | 18:40 WIB

Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar

Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:25 WIB

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman

News | Senin, 08 Juni 2026 | 17:05 WIB

Terkini

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Imbas Seruan Boikot, Ini Daftar Musisi yang Kompak Mundur dari Rans Carnival Jogja

Entertainment | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 13:01 WIB

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

Abdullah Dorong RUU Perampasan Aset Atur Investasi Bodong, Tegaskan Uang Korban Harus Kembali

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:55 WIB

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

×